Cegah Kelangkaan Gas Bersubsidi, Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto: Tindakan Tegas Diperlukan

- Admin

Jumat, 13 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto. Foto: INIKEPRI.COM

Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto. Foto: INIKEPRI.COM

INIKEPRI.COM – Pasokan gas subsidi di Batam sempat tersendat beberapa waktu lalu. Kondisi ini pun membuat warga Batam mengalami kesulitan akibat tidak bisa mendapatkan pasokan gas bersubsidi di sejumlah pangkalan.

Mereka pun harus berkeliling dan mencari ke pangkalan atau ke pengecer. Jika mendapatkan, harganya pun sudah melebihi ketentuan yakni bisa mencapai Rp 20 ribu tiap tabung.

Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Susanto August Satria pun mengakui adanya kendala pendistribusian gas akibat adanya perbaikan salah satu SPBE milik Pertamina.

Dan Pertamina pun melakukan pengalihan penyaluran melalui SPBE lainnya yang melayani Kota Batam untuk mencukupi penyaluran ke Kota Batam.

BACA JUGA :

Nuryanto Apresiasikan Pertunjukkan Kesenian Budaya Asli Daerah.’Ini Sebuah Warisan dari Nenek Moyang’

Pembentukan BUMD Migas Dimatangkan Pemprov Kepri

“Pengalihan di atas memerlukan penyesuaian di sejumlah daerah. Akan tetapi kami bisa pastikan bahwa penyaluran dilayani setiap harinya bahkan pada hari libur nasional (Kamis lalu). Bahkan petugas di SPBE dan agen-agen masih tetap bekerja dan menambah jam kerja pelayanan untuk mengejar penyaluran,” jelas Satria disela-sela menjadi narsumber dalam diskusi Mata Lokal Corner di Tribun Batam, Kamis (12/10/2023).

Baca Juga :  Ketua DPRD Batam Nuryanto Bagikan Ratusan Paket Sembako untuk Warga

Pihaknya juga menegaskan, kebutuhan gas 3 kilogram di Batam dalam satu harinya mencapai 143 metric ton. Dan jumlah ini terbilang maish sangat jauh jika dibandingkan dengan kebutuhan gas non subsidi yang sebesar 32 metric ton per hari.

Jauhnya perbedaan kebutuhan gas antara LPG subsidi dan non subsidi di Batam mengindikasikan adanya peluang ketidaktepatan pengguna LPG subsidi.

“Ada yang tidak berhak menggunakan gas subsidi tapi menggunakan. Rumah tangga yang menengah ke atas masih ada yang pakai gas subsidi. Saya lihat juga restoran besar juga menggunakan gas PSO,” jelasnya.

Baca Juga :  Sempat Diam, Izzy Samsu Marsin Akhirnya Buka Suara Para Oknum-Oknum Penjual Lahan Milik PT Citra Mitra Graha

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto memandang kelangkaan gas bersubsidi 3 Kg ini ditengarai oleh adanya aksi ilegal guna mencari keuntungan.

Untuk itu, DPRD Batam juga melakukan pengawasan serta meminta kepada dinas terkait dalam hal ini Disperindag Kota Batam untuk bersikap proaktif dalam menangani permasalahan yang ada. Sehingga jangan sampai ada kejadian (kelangkaan,red) baru melakukan aksi dan turun ke lapangan.

“Seharusnya diawasi bersama antara Pemerintah Daerah, Pertamina serta Disperindag. Jangan sudah ada kejadian kelangkaan baru sibuk turun ke lapangan. Selain itu, para agen-agen gas bersubsidi ini juga perlu diingatkan dan diedukasi jangan sampai ada penyalahgunaan,” tegasnya.

“Yang jelas gas 3 Kg ini adalah subsidi pemerintah dan jangan sampai disalahgunakan. Masalahnya kelihatan ini saja yang di optimalkan. Berdasarkan APBN BBM subsidi ini mencapai Rp 117 Triliun. Sehingga harus diawasi dan harusnya cukup. Kalau tak cukup berarti ada sesuatu dan melanggar hukum,” tambahnya.

Baca Juga :  Shaniya MacLeod, Dara Muda Batam Siap Harumkan Nama Kepri di Ajang Miss Youth Indonesia 2025

Dan bagi masyarakat yang masuk dalam kategori berada, seharusnya tidak layak menggunakan gas bersubsidi ini. Untuk itu, pengawasan dan kontrol di lapangan sangat diperlukan. Sehingga tidak sampai kejadian salah sasaran.

“Pastikan gas subsidi 3 kg ini bisa terdistribusi dengan baik.Begitu juga dengan pembinaan terhadap agen-agen itu penting, karena barang subsidi yang harganya cukup lumayan. Pencegahannya jangan pernah berhenti. Agen perpanjangan tangan dari pemerintah. Dan jika ada temuan, maka Pertamina harus mengambil tindakan tegas. Apalagi LPG 3 kilogram ini merupakan hak masyarakat kurang mampu. Kalau ada sanksi, harus tegas. Jangan iya-iya-ngak saja,” tegasnya.

Selanjutnya, pihaknya juga bakal mengisntrusikan Komisi II DPRD Kota Batam untuk menyampaikan informasi dengan mengundang pihak-pihak terkait. Pihaknya akan mengawasi Pemko Batam sebagai penanggungjawab masyarakat.

“Kalau ada tindakan curang harus melibatkan penindak hukum,” tutupnya. (RP)

Berita Terkait

Pemko Batam Perkuat Manajemen Talenta ASN, Amsakar: Penempatan Harus Berbasis Kompetensi
Tumbangkan STAIN Sultan Abdurrahman, Tim Voli Kemenag Batam Sabet Juara 1 dalam Final Dramatis
Dinilai Kebutuhan Mendasar, Ombudsman Kepri Minta Pasar Induk Jodoh Dibangun Kembali
Musrenbang Kampung Pelita, Amsakar Tekankan Pentingnya Sinergi Pemerintah dan Masyarakat
LASQI Batam di Bawah Kepemimpinan Erlita Amsakar Perkuat Sinergi Internal
BP Batam Serahkan SK Pegawai Tetap, Dorong Penguatan SDM Unggul
Amsakar Dorong Usulan Musrenbang yang Berdampak Langsung bagi Warga
Dapur SPPG di Kepri Bertambah, Dorong Percepatan Program MBG di Kawasan Pulau Terdepan

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:08 WIB

Pemko Batam Perkuat Manajemen Talenta ASN, Amsakar: Penempatan Harus Berbasis Kompetensi

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:14 WIB

Tumbangkan STAIN Sultan Abdurrahman, Tim Voli Kemenag Batam Sabet Juara 1 dalam Final Dramatis

Selasa, 13 Januari 2026 - 11:16 WIB

Dinilai Kebutuhan Mendasar, Ombudsman Kepri Minta Pasar Induk Jodoh Dibangun Kembali

Selasa, 13 Januari 2026 - 07:27 WIB

Musrenbang Kampung Pelita, Amsakar Tekankan Pentingnya Sinergi Pemerintah dan Masyarakat

Senin, 12 Januari 2026 - 21:10 WIB

LASQI Batam di Bawah Kepemimpinan Erlita Amsakar Perkuat Sinergi Internal

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB