Dapat dilihat bahwa pendidikan sangat berpengaruh terhadap sektor-sektor lain seperti rantai yang terkait satu sama lain. Jika ingin mengubah suatu bangsa maka ubah pendidikannya dulu. Tetapi pendidikan yang dimaksud bukan hanya pendidikan empiris, tetapi juga adab. Agar angkatan muda yang dihasilkan menjadi generasi yang pintar dan bermoral. Untuk itu, ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh bangsa ini seperti sebagai berikut :
Ubah Mindset Orang Tua
Pendidikan informal di rumah adalah proses penting dalam memebentuk karakter seorang anak. Sang buah hati mempelajari etos kerja, etika sosial, dan kemadirian dari orang tuanya. Pengetahuan dan kesabaran orang tua mengenai pendidikan menjadi kunci penting dalam pembahasan ini. Orang tua juga tidak boleh terlalu sering mengikuti kemauan anak tanpa mempertimbangkan baik dan buruknya. Contohnya mengenai pendidikan kemandirian, seorang anak tidak boleh selalu dimanjakan atau tidak dibiarkan untuk memecahkan masalahnya sendiri. Karena hal ini dapat menyebabkan anak menjadi tidak dapat berfikir kritis dan sulit untuk membuat solusi untuk setiap masalah yang ia alami.
Disisi lain, dikarenakan kurangnya edukasi parenting di Indonesia. Banyak kelalaian dan kejenuhan terjadi dari orang tua kepada anaknya. Pada umumnya hal ini disebabkan oleh mindset yang salah oleh orang tua dimana proses pendidikan anak dianggap sebagai beban waktu dan ekonomi oleh orang tua. Padahal seharusnya hal ini dianggap sebagai infestasi jangka panjang untuk keluarga.
Tingkatkan Kualitas Guru, Bukan Hanya Pendidik Tetapi Juga Storyteller
Tampaknya di negeri ini guru hanya dianggap sebagai penyampai ilmu, padahal mereka adalah pendorong para siswa untuk belajar berfikir dan memecahkan masalah. Guru harus dapat memantik rasa penasaran dan imajinasi seorang siswa di dalam kelas. Karena dengan rasa penasaran dan daya imajinasi yang tinggi, anak lebih dapat menyerap ilmu dengan baik. Untuk itu, seorang guru memerlukan seni bernarasi yang baik, agar anak tidak merasa jenuh di dalam kelas. Mereka lebih baik merasa sekolah sebagai tempat bermain dibandingkan sebagai tempat yang membosankan dan mengerikan. Kemampuan storytelling yang baik ini bukan hanya dibutuhkan oleh guru sekolah dasar tetapi hingga tingkat perguruan tinggi karena dengan begitu cara pandang generasi mendatang tentang Pendidikan akan semakin baik.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

















