Bagaimana Pendidikan Menyelesaikan Semua Masalah Bangsa

- Admin

Kamis, 28 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mohammad Raziq Fakhrullah, B.Eng. Foto: Istimewa

Mohammad Raziq Fakhrullah, B.Eng. Foto: Istimewa

Dapat dilihat bahwa pendidikan sangat berpengaruh terhadap sektor-sektor lain seperti rantai yang terkait satu sama lain. Jika ingin mengubah suatu bangsa maka ubah pendidikannya dulu. Tetapi pendidikan yang dimaksud bukan hanya pendidikan empiris, tetapi juga adab. Agar angkatan muda yang dihasilkan menjadi generasi yang pintar dan bermoral. Untuk itu, ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh bangsa ini seperti sebagai berikut :

Ubah Mindset Orang Tua
Pendidikan informal di rumah adalah proses penting dalam memebentuk karakter seorang anak. Sang buah hati mempelajari etos kerja, etika sosial, dan kemadirian dari orang tuanya. Pengetahuan dan kesabaran orang tua mengenai pendidikan menjadi kunci penting dalam pembahasan ini. Orang tua juga tidak boleh terlalu sering mengikuti kemauan anak tanpa mempertimbangkan baik dan buruknya. Contohnya mengenai pendidikan kemandirian, seorang anak tidak boleh selalu dimanjakan atau tidak dibiarkan untuk memecahkan masalahnya sendiri. Karena hal ini dapat menyebabkan anak menjadi tidak dapat berfikir kritis dan sulit untuk membuat solusi untuk setiap masalah yang ia alami.

Baca Juga :  Sibuk Bahas Sindikat Mafia TPPO, Lupa Musuh Besar Bangsa adalah Kemiskinan

Disisi lain, dikarenakan kurangnya edukasi parenting di Indonesia. Banyak kelalaian dan kejenuhan terjadi dari orang tua kepada anaknya. Pada umumnya hal ini disebabkan oleh mindset yang salah oleh orang tua dimana proses pendidikan anak dianggap sebagai beban waktu dan ekonomi oleh orang tua. Padahal seharusnya hal ini dianggap sebagai infestasi jangka panjang untuk keluarga.

Baca Juga :  Kekuasaan Dinasti Politik

Tingkatkan Kualitas Guru, Bukan Hanya Pendidik Tetapi Juga Storyteller
Tampaknya di negeri ini guru hanya dianggap sebagai penyampai ilmu, padahal mereka adalah pendorong para siswa untuk belajar berfikir dan memecahkan masalah. Guru harus dapat memantik rasa penasaran dan imajinasi seorang siswa di dalam kelas. Karena dengan rasa penasaran dan daya imajinasi yang tinggi, anak lebih dapat menyerap ilmu dengan baik. Untuk itu, seorang guru memerlukan seni bernarasi yang baik, agar anak tidak merasa jenuh di dalam kelas. Mereka lebih baik merasa sekolah sebagai tempat bermain dibandingkan sebagai tempat yang membosankan dan mengerikan. Kemampuan storytelling yang baik ini bukan hanya dibutuhkan oleh guru sekolah dasar tetapi hingga tingkat perguruan tinggi karena dengan begitu cara pandang generasi mendatang tentang Pendidikan akan semakin baik.

Berita Terkait

Green Sukuk Semakin Populer, Tapi Kenapa Lingkungan Kita Masih Rusak?
Asap, Asa dan Amsakar Achmad
Refleksi Kartini: Emansipasi, Iman, dan Tantangan Perempuan Muslim Hari Ini
Strategi Delegitimasi Aktor Kebijakan dalam Pemerintahan Prabowo – Studi Kasus Tuduhan terhadap Sufmi Dasco Ahmad
Menerobos Rutinitas Birokrasi dengan Adab dan Etika
Kemerosotan Otak dan Pembatasan Media Sosial pada Anak
Haruskah Menderita Atas Nama Indonesia?!
1 Desember, Ditjen Imigrasi Terapkan Penerbitan E-Paspor 100 Persen

Berita Terkait

Sabtu, 5 Juli 2025 - 10:52 WIB

Green Sukuk Semakin Populer, Tapi Kenapa Lingkungan Kita Masih Rusak?

Kamis, 29 Mei 2025 - 10:28 WIB

Asap, Asa dan Amsakar Achmad

Senin, 21 April 2025 - 11:02 WIB

Refleksi Kartini: Emansipasi, Iman, dan Tantangan Perempuan Muslim Hari Ini

Selasa, 8 April 2025 - 15:25 WIB

Strategi Delegitimasi Aktor Kebijakan dalam Pemerintahan Prabowo – Studi Kasus Tuduhan terhadap Sufmi Dasco Ahmad

Selasa, 11 Maret 2025 - 02:08 WIB

Menerobos Rutinitas Birokrasi dengan Adab dan Etika

Berita Terbaru