Banyaknya Manfaat Vaksinasi HPV dan Skrining Dini Kanker Leher Rahim

- Publisher

Minggu, 25 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: klikdokter.com

Ilustrasi. Foto: klikdokter.com

INIKEPRI.COM – Kanker leher rahim atau kanker serviks merupakan penyebab utama kanker yang menduduki nomor empat pada wanita diseluruh dunia dan Indonesia saat ini masuk peringkat kedua.

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan serta Konsultan Onkologi Muhammad Yusuf mengatakan vaksinasi HPV dan skrining dini kanker leher rahim banyak manfaatnya dalam upaya pencegahan kanker leher rahim.

“Bagi yang melakukan vaksinasi dibawah usia 17-28 tahun, angka kejadian kankernya amat sangat rendah, dibawah lima persen,” kata dr. Yusuf, Sabtu (24/2/2024).

BACA JUGA:  Hati-Hati Buah Manis: Jenis Buah yang Bisa Merugikan Jantung

Sedangkan yang melakukan vaksinasi di usia 17-30 tahun, kejadian kanker leher rahimnya sedikit lebih tinggi dari yang mendapatkan vaksinasi HPV dibawah usia 17 tahun. Semakin muda jika melakukan vaksinasi, maka imunogenitasnya akan semakin baik.

BACA JUGA:

Skrining Langkah Awal Deteksi Kanker Serviks

BACA JUGA:  Masyarakat Bisa Nikmati Pemeriksaan Kesehatan Gratis tanpa Harus Jadi Peserta BPJS

Menurut dr. Yusuf level proteksi antibodi yang diingat tubuhnya ketika mendapatkan vaksin dan ketika ada infeksi baru, tubuh akan mengingat serta menghajar antigen yang masuk dengan lebih baik.

Untuk yang tidak mendapatkan vaksinasi HPV, dr. Yusuf mengatakan maka angka kejadian kanker leher rahim akan meningkat bahkan hampir 90 persen akan mendapatkan kanker selama hidupnya.

Terdapat 408.661 kasus kanker leher rahim baru di dunia dan diperkirakan terdapat 242.988 kematian pada 2022. Penyababnya karena sebanyak 70 persen kanker leher rahim didiagnosa saat stadium lanjut.

BACA JUGA:  Belum Usai Varian Delta Kini Corona Varian Lambda Jadi Ancaman

“Jika sudah stadium lanjut, maka tingkat fatalitasnya hampir 95 persen. Kita tidak punya peluru yang dapat menekan kanker ini berkembang. Faktanya, 50 persen perempuan yang didiagnosa menderita kanker leher rahim dinyatakan meninggal dunia,” kata dr. Yusuf. (RBP)

Berita Terkait

Kasus Muncul di Beberapa Negara, Benarkah Hantavirus Jadi Covid-19 Berikutnya?
Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup
Strategi Sehat Menjalani Diet Selama Ramadan Tanpa Mengganggu Energi
Tanpa Disadari, Ini Kebiasaan Tidak Sehat yang Sering Terjadi Saat Puasa
Sering Pusing saat Puasa? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
Memilih Olahraga yang Tepat Saat Berpuasa agar Tubuh Tetap Bugar
Begini Cara Mengatasi Bau Mulut Saat Puasa agar Tetap Percaya Diri
WHO Ungkap Gejala, Pola Penularan, dan Risiko Penyakit Virus Nipah

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:07 WIB

Kasus Muncul di Beberapa Negara, Benarkah Hantavirus Jadi Covid-19 Berikutnya?

Kamis, 5 Maret 2026 - 08:05 WIB

Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup

Selasa, 3 Maret 2026 - 03:42 WIB

Strategi Sehat Menjalani Diet Selama Ramadan Tanpa Mengganggu Energi

Jumat, 27 Februari 2026 - 07:15 WIB

Tanpa Disadari, Ini Kebiasaan Tidak Sehat yang Sering Terjadi Saat Puasa

Rabu, 25 Februari 2026 - 03:47 WIB

Sering Pusing saat Puasa? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Berita Terbaru