Kolaborasi Sistem Data Regsosek Diluncurkan, Gubernur Ansar: Sarana Mengurai Akar Kemiskinan

- Publisher

Jumat, 21 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Kepulauan Riau H Ansar Ahmad menghadiri Acara Peluncuran Kolaborasi Pemanfaatan Sistem Data Registrasi Sosial Ekonomi, dalam rangka Mewujudkan satu data menuju Indonesia Emas 2045, yang diselenggarakan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis, (20/6/2024). Foto: Diskominfo Kepri

Gubernur Kepulauan Riau H Ansar Ahmad menghadiri Acara Peluncuran Kolaborasi Pemanfaatan Sistem Data Registrasi Sosial Ekonomi, dalam rangka Mewujudkan satu data menuju Indonesia Emas 2045, yang diselenggarakan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis, (20/6/2024). Foto: Diskominfo Kepri

INIKEPRI.COM – Gubernur Kepulauan Riau H Ansar Ahmad menghadiri Acara Peluncuran Kolaborasi Pemanfaatan Sistem Data Registrasi Sosial Ekonomi, dalam rangka Mewujudkan satu data menuju Indonesia Emas 2045, yang diselenggarakan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis, (20/6/2024).

Sistem Data Registrasi Sosial Ekonomi atau di singkat Regsosek merupakan basis data mengenai berbagai kondisi sosial, ekonomi, kemasyarakatan hingga kemiskinan di Indonesia ke dalam satu sistem data. Dalam rangka penyebarluasan dan pemanfaatan data Registrasi Sosial Ekonomi oleh Pemerintah Daerah dan Kementerian/Lembaga yang telah berlangsung pascapenetapan Surat Edaran Menteri PPN/Kepala Bappenas Nomor 8 Tahun 2023 tentang Prosedur Penyebarluasan Data Registrasi Sosial Ekonomi, Kementerian PPN/Bappenas.

BACA JUGA:  Gubernur Ansar Kukuhkan Pengurus FKIJK Kepri dan TPAKD Tiga Wilayah

Acara peluncuran tersebut bertujuan untuk memperkenalkan sistem satu data sosial ekonomi yang inovatif dalam mendukung upaya perencanaan dan penganggaran berbasis bukti untuk mengatasi berbagai isu yang terjadi di tingkat masyarakat.

Acara tersebut langsung dibuka oleh menteri PPN/Kepala Bappenas  Suharso Monoarfa. Dalam sambutannya ia menyampaikan bahwa selain dimanfaatkan oleh instansi Pemerintah Pusat dan Daerah, akses data Regsosek juga akan diberikan kepada akademisi dan organisasi masyarakat untuk mendukung proses-proses kajian ataupun kegiatan lainnya yang dapat mendukung kesuksesan pelaksanaan program Pemerintah. Suharso menjamin, proses ini dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip-prinsip perlindungan data pribadi.

BACA JUGA:  10 Lokasi di Kepri jadi Pusat Kegiatan Peringatan World Cleanup Day

“Pembangunan sistem Regsosek merupakan amanat langsung dari Presiden Joko Widodo. Presiden Jokowi menginginkan adanya reformasi dalam sistem perlindungan sosial dengan perbaikan basis data penerimaan manfaat” ujarnya.

Menurut Suharso dengan perbaikan data tersebut, maka bantuan sosial akan lebih tepat sasaran dan mampu mengentaskan kemiskinan dengan lebih cepat. “Dengan data Regsosek ini mudah-mudahan kita segera bisa mengatasi kemiskinan dan kemiskinan ekstrem,” kata Suharso.

Gubernur kepri Ansar Ahmad menyambut dengan optimis sistem data Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek). Ia yakin hal tersebut dapat menjadi salah satu solusi cepat untuk mengurangi angka kemiskinan di tanah air.

BACA JUGA:  Info Cuaca Kepri 10 Juni 2025: Potensi Hujan Lebat di Tanjungpinang, Karimun dan Anambas

“Regsosek merupakan langkah penting untuk menciptakan basis data yang komprehensif terkait kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Regsosek inilah cara untuk bisa mewujudkan perlindungan sosial yang konkret.” katanya.

Menurut Gubernur Ansar, Regsosek memiliki peran penting karena mengumpulkan data seluruh penduduk, termasuk profil, kondisi sosial, ekonomi, dan tingkat kesejahteraan. Data ini akan digunakan untuk program perlindungan sosial dan perencanaan pembangunan.

“Saya harap Regsosek dapat mengurai akar permasalahan kemiskinan di Provinsi Kepri. Dengan data yang lebih baik, bantuan sosial diharapkan dapat lebih tepat sasaran dan mengentaskan kemiskinan lebih cepat” pungkasnya.

Penulis : RP

Editor : IZ

Berita Terkait

Perayaan 311 Tahun Nguan Thian Sian Tih Senggarang, Simbol Harmoni Budaya di Tanjungpinang
“Kami Tidak Minta Gratis, Kami Minta Wajar”: Jeritan Natuna Soal Tiket Pesawat
Hadiri Tabligh Akbar AGPAII, Amsakar: Guru Agama Kunci Pembentukan Karakter
Dikembangkan Terintegrasi, Tanjung Banon Siap Jadi Magnet Investasi di Batam
Ikuti Arahan Pusat, Natuna Kaji Penerapan WFH untuk ASN, Cen Sui Lan: Pelayanan Publik Tak Boleh Terganggu
Prakiraan Cuaca Kepri 18 April: Hujan Ringan Masih Mengintai
Diskominfo Batam Tegaskan Proses Kerja Sama Media 2026 Transparan dan Berjalan Normal
KPDN dan Raja Mustakim Hadir untuk Sintia Bella, Bantuan Capai Rp10 Juta

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 14:50 WIB

Perayaan 311 Tahun Nguan Thian Sian Tih Senggarang, Simbol Harmoni Budaya di Tanjungpinang

Minggu, 19 April 2026 - 14:00 WIB

“Kami Tidak Minta Gratis, Kami Minta Wajar”: Jeritan Natuna Soal Tiket Pesawat

Minggu, 19 April 2026 - 10:51 WIB

Hadiri Tabligh Akbar AGPAII, Amsakar: Guru Agama Kunci Pembentukan Karakter

Sabtu, 18 April 2026 - 08:00 WIB

Dikembangkan Terintegrasi, Tanjung Banon Siap Jadi Magnet Investasi di Batam

Sabtu, 18 April 2026 - 07:23 WIB

Prakiraan Cuaca Kepri 18 April: Hujan Ringan Masih Mengintai

Berita Terbaru