Refleksi Kartini: Emansipasi, Iman, dan Tantangan Perempuan Muslim Hari Ini

- Admin

Senin, 21 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RA. KArtini. Foto: Istimewa

RA. KArtini. Foto: Istimewa

Oleh: Andryan Rahmana Riswandi

INIKEPRI.COM – Setiap 21 April, kita tidak hanya memperingati Hari Kartini sebagai seremonial tahunan, tetapi juga merenungi warisan gagasan dari seorang perempuan yang melampaui zamannya.

Baca Juga :  KABAR GEMBIRA! Amsakar-Li Claudia Gratiskan Kuliah di 7 PTN Ternama untuk Anak Batam yang Lolos Jalur SNBP

Kartini adalah sosok yang memperjuangkan hak perempuan untuk memperoleh pendidikan, berpikir kritis, dan menyuarakan pendapat di tengah kungkungan budaya patriarki. Semangatnya seolah menjadi cahaya yang memecah gelapnya keterbatasan pada masa itu.

Baca Juga :  Nama Bupati Karimun, Mulai dari yang Pertama Hingga Saat ini

Ungkapan legendarisnya, “Habis gelap terbitlah terang”, mencerminkan perjuangan menuju pencerahan dan kebebasan berpikir. Menariknya, pesan ini sangat sejalan dengan nilai-nilai Islam yang termuat dalam Al-Qur’an.

Dalam Surah Al-Baqarah ayat 257, Allah SWT berfirman:

“Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya…” (QS. Al-Baqarah: 257).

Baca Juga :  Kenali Sejarah Kabupaten Karimun di Kepulauan Riau

Ayat ini menyiratkan bahwa keimanan adalah jalan menuju cahaya: cahaya ilmu, kesadaran, dan kemuliaan hidup. Allah mengangkat derajat manusia dari berbagai bentuk kegelapan baik kebodohan, penindasan, hingga kemiskinan spiritual menuju kondisi yang lebih tercerahkan. Itulah makna perjuangan Kartini, yang dalam konteks keislaman, menjadi bagian dari gerakan minadzulumati ilan-nur.

Baca Juga :  Beberapa Kuliner Khas dari Karimun, Salah Satu Kabupaten di Kepulauan Riau

Kartini juga tidak asing dengan nilai-nilai Islam. Ia menunjukkan rasa ingin tahu terhadap Al-Qur’an dan ajaran-ajarannya. Bahkan dalam salah satu suratnya, ia menyampaikan keinginan untuk belajar memahami Al-Qur’an agar bisa melihat sendiri kebenaran ajaran Islam.

Artinya, Kartini bukanlah sosok yang ingin menentang agama, melainkan menggali esensinya yang sangat menjunjung tinggi ilmu dan kemuliaan perempuan.

Baca Juga :  Profil Universitas Karimun, Kampus Terbaik Dunia di Bumi Berazam

Perempuan dalam Islam bukanlah sosok pasif, melainkan pilar penting dalam peradaban. Lihatlah Khadijah, Aisyah, Fatimah mereka menjadi teladan bukan hanya karena iman, tetapi juga karena kecerdasan, keberanian, dan kontribusi mereka dalam masyarakat. Kartini menapaki jejak serupa di zamannya: menjadi suara dan cahaya bagi perempuan Indonesia.

Refleksi atas perjuangan Kartini melalui lensa Surah Al-Baqarah ayat 257 menjadi pengingat bahwa perjuangan menuju terang adalah proses spiritual dan sosial sekaligus. Perempuan Muslim hari ini punya warisan besar: melanjutkan semangat Kartini dengan tetap berpijak pada nilai-nilai Al-Qur’an. Belajar, berpikir, dan bergerak menuju cahaya adalah perintah Tuhan sekaligus panggilan zaman.

Baca Juga :  Referensi PPDB 2023! Inilah 20 SD Unggulan di Karimun

Tentang Penulis:

Baca Juga :  Berencana ke Karimun? Jangan Lupa Mampir ke Destinasi Wisata Berikut Ini

Andryan Rahmana Riswandi adalah seorang anak muda dari Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, pemerhati isu sosial keislaman, dan aktif dalam kegiatan dakwah dan literasi. Ia percaya bahwa Islam dan pendidikan adalah dua kunci utama dalam membangun peradaban yang berkeadilan.

Penulis : RBP

Editor : IZ

Berita Terkait

Green Sukuk Semakin Populer, Tapi Kenapa Lingkungan Kita Masih Rusak?
Asap, Asa dan Amsakar Achmad
Strategi Delegitimasi Aktor Kebijakan dalam Pemerintahan Prabowo – Studi Kasus Tuduhan terhadap Sufmi Dasco Ahmad
Menerobos Rutinitas Birokrasi dengan Adab dan Etika
Kemerosotan Otak dan Pembatasan Media Sosial pada Anak
Haruskah Menderita Atas Nama Indonesia?!
1 Desember, Ditjen Imigrasi Terapkan Penerbitan E-Paspor 100 Persen
Judi Online Menambah Kemiskinan Baru, Literasi Digital Jadi Kunci Pemberantasannya

Berita Terkait

Sabtu, 5 Juli 2025 - 10:52 WIB

Green Sukuk Semakin Populer, Tapi Kenapa Lingkungan Kita Masih Rusak?

Kamis, 29 Mei 2025 - 10:28 WIB

Asap, Asa dan Amsakar Achmad

Senin, 21 April 2025 - 11:02 WIB

Refleksi Kartini: Emansipasi, Iman, dan Tantangan Perempuan Muslim Hari Ini

Selasa, 8 April 2025 - 15:25 WIB

Strategi Delegitimasi Aktor Kebijakan dalam Pemerintahan Prabowo – Studi Kasus Tuduhan terhadap Sufmi Dasco Ahmad

Selasa, 11 Maret 2025 - 02:08 WIB

Menerobos Rutinitas Birokrasi dengan Adab dan Etika

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB