Amsakar dan Janji Lima Tahun untuk Batam Madani

- Admin

Rabu, 14 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Ketua DPRD Kota Batam Muhammad Kamalludin, Wakil Ketua 1 DPRD Kota Batam Aweng Kurniawan, dan Wakil Ketua 2 DPRD Kota Batam Hendra Asman di Paripurna DPRD Kota Batam. Foto: INIKEPRI.COM

Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Ketua DPRD Kota Batam Muhammad Kamalludin, Wakil Ketua 1 DPRD Kota Batam Aweng Kurniawan, dan Wakil Ketua 2 DPRD Kota Batam Hendra Asman di Paripurna DPRD Kota Batam. Foto: INIKEPRI.COM

INIKEPRI.COM – Di tengah sorot lampu ruang paripurna, Wali Kota Batam Amsakar Achmad berdiri tegak. Dengan nada tenang namun penuh keyakinan, ia menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Batam 2025–2029, Rabu (14/5/2025).

Apa yang disampaikannya bukan sekadar rencana lima tahunan. Ia adalah ikrar pembangunan, lembar demi lembar yang menggambarkan impian Batam untuk menjadi kota madani—beradab, berdaya saing, dan berwawasan global.

Amsakar, dalam kapasitasnya sebagai kepala daerah, tidak hanya tampil sebagai administrator pembangunan. Ia sedang menjelma menjadi arsitek masa depan, menyulam gagasan demi gagasan untuk menjawab tantangan zaman: ekonomi global yang bergerak cepat, arus migrasi manusia, krisis ekologi, serta pertarungan identitas budaya.

Baca Juga :  Dari Benang Cita ke Kain Nusantara: Semangat Baru Dekranasda Batam untuk Dunia

Antara Visi dan Keyakinan

Visi yang diusung Amsakar dalam RPJMD kali ini tidak main-main:

“Batam Kota Madani yang Inovatif, Berkelanjutan, dan Berbudaya sebagai Pusat Investasi dan Pariwisata Terdepan di Asia Tenggara.”

Visi ini, dalam bingkai narasi kepemimpinan, menunjukkan perpaduan antara ketegasan arah ekonomi dan kearifan menjaga akar budaya. Ia mengajak masyarakat Batam melihat masa depan bukan sekadar dari segi pendapatan per kapita atau jumlah investasi asing, tetapi dari kualitas hidup yang merata, berkeadilan, dan berbudaya.

Baca Juga :  Matahari Masih Bersinar di Usia Senja: Disnaker Batam Siap Hapus Batas Usia Kerja

Dalam pidatonya, Amsakar menyampaikan lima misi besar. Mulai dari pemerataan infrastruktur, penguatan UMKM, hingga pelestarian lingkungan dan budaya lokal. Semua itu tidak berdiri sendiri, melainkan dirangkai dalam narasi strategis: bahwa kemajuan fisik harus seiring dengan kemajuan etis.

Di sinilah terlihat benang merah dari jejak kepemimpinannya. Amsakar tidak sekadar bicara soal kota yang tumbuh, tetapi juga kota yang tumbuh dengan akal dan hati.

Batam: Antara Status Khusus dan Tanggung Jawab Khusus

Dengan status khusus sebagai bagian dari kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas, Batam menghadapi tantangan tata kelola yang kompleks. Dalam hal ini, Amsakar menekankan pentingnya sinergi lintas lembaga: antara Pemko Batam, BP Batam, hingga pemerintah pusat.

Baca Juga :  Amsakar & Li Claudia Dorong UMKM Batam Naik Kelas: dari Perizinan hingga Pasar Global

Ia sadar bahwa Batam adalah wajah Indonesia di perbatasan. Dan wajah itu harus ramah terhadap investasi, tetapi tidak kehilangan senyum kemanusiaannya.

Karena itulah, penyusunan RPJMD diselaraskan dengan RPJPD Batam 2025–2045, RPJMN, RPJMD Provinsi Kepulauan Riau, serta Renstra BP Batam. Ini bukan langkah teknokratis semata, tetapi bentuk kesadaran akan jalinan sistem dan tanggung jawab antar-tingkat pemerintahan.

Politik Harapan, Bukan Sekadar Kekuasaan

Ketika seorang kepala daerah menyusun RPJMD, ia sebenarnya sedang menulis janji di atas batu sejarah. Sebab dokumen ini bukan hanya miliknya sebagai pejabat, tapi milik rakyat sebagai pewaris masa depan. Ia akan terus dibaca, dipertanyakan, bahkan dikritisi lima tahun ke depan.

Baca Juga :  Batam dan Jejak Indah Kemandirian Fiskal

Namun Amsakar tampak memahami betul bahwa politik hari ini bukan sekadar tentang kekuasaan, tapi tentang harapan yang perlu dirawat. Ia mengakhiri pemaparannya dengan ajakan kepada DPRD untuk bersinergi, karena pembangunan, katanya, tidak bisa dilakukan seorang diri.

“Semoga sinergi antara eksekutif dan legislatif terus terjalin demi kemajuan Batam,” ucapnya menutup rapat paripurna.

Sebuah kalimat sederhana, tapi membawa gema yang panjang. Karena sejatinya, pemimpin adalah pelayan yang merumuskan kerja dan doa dalam satu langkah.

Dan kini, langkah itu telah dimulai.

Penulis : IZ

Berita Terkait

Cek Jadwal Kapal PELNI Batam Januari–Februari 2026, Rute Belawan dan Tanjung Priok
Pemko Batam Perkuat Manajemen Talenta ASN, Amsakar: Penempatan Harus Berbasis Kompetensi
Tumbangkan STAIN Sultan Abdurrahman, Tim Voli Kemenag Batam Sabet Juara 1 dalam Final Dramatis
Dinilai Kebutuhan Mendasar, Ombudsman Kepri Minta Pasar Induk Jodoh Dibangun Kembali
Musrenbang Kampung Pelita, Amsakar Tekankan Pentingnya Sinergi Pemerintah dan Masyarakat
LASQI Batam di Bawah Kepemimpinan Erlita Amsakar Perkuat Sinergi Internal
BP Batam Serahkan SK Pegawai Tetap, Dorong Penguatan SDM Unggul
Amsakar Dorong Usulan Musrenbang yang Berdampak Langsung bagi Warga

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 07:50 WIB

Cek Jadwal Kapal PELNI Batam Januari–Februari 2026, Rute Belawan dan Tanjung Priok

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:08 WIB

Pemko Batam Perkuat Manajemen Talenta ASN, Amsakar: Penempatan Harus Berbasis Kompetensi

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:14 WIB

Tumbangkan STAIN Sultan Abdurrahman, Tim Voli Kemenag Batam Sabet Juara 1 dalam Final Dramatis

Selasa, 13 Januari 2026 - 11:16 WIB

Dinilai Kebutuhan Mendasar, Ombudsman Kepri Minta Pasar Induk Jodoh Dibangun Kembali

Selasa, 13 Januari 2026 - 07:27 WIB

Musrenbang Kampung Pelita, Amsakar Tekankan Pentingnya Sinergi Pemerintah dan Masyarakat

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB