INIKEPRI.COM – Bupati Natuna, Cen Sui Lan, tampaknya enggan membiarkan wilayah kepulauan di ujung utara Indonesia itu hanya jadi penonton dalam pembangunan nasional.
Dalam kondisi anggaran daerah yang makin menipis, ia kembali menunjukkan naluri politik dan jaringan pusatnya dengan cara yang dulu pernah efektif ia lakukan semasa menjadi anggota DPR-RI: melobi langsung ke kementerian.
Langkah itu kembali ia tempuh pada Senin, 19 Mei 2025, saat menyambangi Kementerian Perhubungan RI di Jakarta.
Dalam pertemuan yang berlangsung bersama Wakil Menteri Perhubungan, Komjen. Pol. Drs. Suntana, dan jajaran biro perencanaan, Bupati Cen menyampaikan daftar kebutuhan infrastruktur penting yang dianggap sangat mendesak bagi masa depan Natuna.
“Kami menyampaikan permohonan peningkatan status Pelabuhan Selat Lampa agar dapat menjadi pelabuhan ekspor-impor, pembangunan Pelabuhan Samudra di Teluk Buton, penyediaan jaringan pelabuhan udara (JPU), serta tambahan unit mobil bus sekolah,” ujar Cen Sui Lan, Selasa (20/5).
Permintaan tersebut bukan tanpa alasan. Dengan posisi geografis Natuna yang strategis di perbatasan laut internasional, daerah ini semestinya menjadi simpul logistik maritim nasional. Sayangnya, potensi itu masih terkendala oleh minimnya fasilitas penunjang seperti pelabuhan bertaraf ekspor maupun moda transportasi pelajar yang memadai.
Di tengah kebijakan efisiensi fiskal pemerintah pusat dan pemangkasan dana transfer ke daerah, Cen Sui Lan menyadari bahwa hanya daerah yang proaktif yang akan mendapat perhatian. Maka pendekatan personal dan lobbying ke kementerian pun kembali dijadikan strategi utama.
“Kalau kita diam di daerah saja, tidak akan ada yang datang membawa proyek. Semua harus dijemput, dikawal, dan diperjuangkan,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Wakil Menteri Perhubungan menyambut baik aspirasi dari Bupati Natuna. Didampingi Agustina dari Biro Perencanaan, Komjen Suntana mengapresiasi langkah konkret yang ditempuh Bupati Cen sebagai bentuk tanggung jawab pemimpin daerah dalam menyuarakan kebutuhan warganya secara langsung.
“Pak Wamen sangat menyambut baik. Saya tentu sangat berterima kasih atas atensi beliau terhadap Natuna,” tutup Cen Sui Lan.
Langkah ini adalah sinyal kuat bahwa Pemerintah Kabupaten Natuna di bawah kepemimpinan Cen Sui Lan tidak akan berdiam diri di tengah ketimpangan perhatian pembangunan. Di saat daerah-daerah lain memilih menunggu, Natuna memilih mengetuk pintu dan berbicara langsung kepada pengambil kebijakan pusat.
Jika infrastruktur benar-benar terealisasi, bukan hanya mobilitas dan logistik yang meningkat, tapi juga daya tawar ekonomi Natuna akan melonjak drastis. Sebaliknya, jika hanya menjadi catatan rapat, maka kunjungan ini akan jadi satu lagi deret panjang janji yang mampet di birokrasi Jakarta.
Penulis : DI
Editor : IZ

















