Anwar Anas: Nelayan Bukan Warga Kelas Dua, Mereka Penyokong Ketahanan Pangan Laut

- Publisher

Kamis, 22 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Kota Batam Anwar Anas dalam kunjungan bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan ke Kampung Tua Bagan, Batam, Senin (19/5), dalam rangka meninjau kesiapan pembangunan dermaga dan fasilitas pendukung bagi nelayan. Foto: INIKEPRI.COM

Anggota DPRD Kota Batam Anwar Anas dalam kunjungan bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan ke Kampung Tua Bagan, Batam, Senin (19/5), dalam rangka meninjau kesiapan pembangunan dermaga dan fasilitas pendukung bagi nelayan. Foto: INIKEPRI.COM

INIKEPRI.COM – Anggota DPRD Kota Batam dari Fraksi Gerindra, Anwar Anas, menegaskan pentingnya kehadiran negara secara nyata di wilayah pesisir yang selama ini tertinggal dalam arus pembangunan.

Hal ini disampaikannya dalam kunjungan bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan ke Kampung Tua Bagan, Batam, Senin (19/5/2025), dalam rangka meninjau kesiapan pembangunan dermaga dan fasilitas pendukung bagi nelayan.

Kunjungan tersebut dihadiri oleh Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan, Trian Yunanda, Direktur Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Mahrus, serta kepala Dinas Perikanan, dan Syahbandar Kota Batam.

“Ini bukan soal proyek. Ini tentang keadilan. Tentang memastikan bahwa nelayan tidak terus-menerus jadi penonton di lautnya sendiri,” ucap Anwar Anas dalam keterangannya di sela kunjungan.

BACA JUGA:  Sambut 1447 H, Aweng Kurniawan: Mari Bangun Batam dengan Kerja Nyata

Ia menambahkan bahwa pemerintah tidak boleh lagi memusatkan pembangunan hanya di kota, sementara kampung-kampung nelayan hidup dalam keterbatasan.

“Saya sudah berkali-kali sampaikan di rapat-rapat dewan, kalau pembangunan itu harus merata. Kita tak bisa terus bicara investasi besar, sementara nelayan masih tak punya tempat bersandar,” kata dia lagi.

Pemerintah Pusat melalui KKP menyatakan komitmennya membangun dermaga, menghadirkan cold storage, dan menyediakan kapal serta alat tangkap modern bagi nelayan di Kampung Tua Bagan, Tanjung Banon, dan Belakang Padang.

BACA JUGA:  3 Lokasi, Kepala BP Batam Lakukan Peletakan Batu Pertama di Sekupang

Ketiga wilayah ini akan dikembangkan sebagai bagian dari program Kampung Nelayan Merah Putih—sebuah inisiatif terpadu untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat pesisir dan memperkuat ketahanan pangan laut nasional.

“Kita ingin nelayan punya tempat tinggal yang layak, tempat sandar yang memadai, dan kehidupan yang manusiawi. Mereka bukan beban negara, mereka penyokong pangan laut kita,” lanjut Anwar Anas.

Ia juga memberikan apresiasi atas upaya Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, yang dianggapnya memainkan peran penting dalam membuka jalur komunikasi strategis dengan kementerian terkait.

BACA JUGA:  Keluhan Tokoh Sei Beduk: Dari Krisis Lahan Pemakaman hingga Masalah Sampah

“Bu Li Claudia ini salah satu sosok yang saya hormati karena mau turun langsung, mau bicara jujur, dan mau mendengar. Banyak pejabat lupa, bahwa nelayan itu juga warga negara,” apresiasi dia.

Melalui sinergi ini, Anwar berharap langkah awal di Kampung Tua Bagan menjadi titik balik pembangunan pesisir di Batam. Ia menutup keterangannya dengan kalimat yang mencerminkan tekad kuat:

“Negara tak boleh hadir hanya di pusat. Ia harus turun ke lumpur, menyentuh perahu-perahu kecil, dan menyapa mereka yang menjaga laut dengan doa dan peluh,” tutup dia.

Penulis : IZ

Berita Terkait

Pemko Batam Pastikan Pembangunan Sarpras Kodaeral IV Tak Ganggu Anggaran Pendidikan
Pemko Batam Bayarkan BPJS Ketenagakerjaan untuk 6.000 Nelayan, Amsakar-Li Claudia Perkuat Jaminan Sosial Pesisir
Batam Makin Digital! BPKAD Siapkan Siap Terapkan Kartu Kredit Indonesia, Lebih Cepat dan Transparan
Minggu Ini! Imigrasi Batam Buka Layanan Paspor di Pollux, Harbour Bay, Botania 2 dan K Square
Tak Perlu Berlama-lama, Li Claudia Selesaikan Persoalan UWT Warga Puskopar
‘Simpang Pantek’ Diusulkan Berganti Nama! LAM Batam Ingin Wajah Kota Lebih Melayu, 24 Simpang dan Bundaran Diusulkan Berganti Nama
Pemko Batam Targetkan Pajak Listrik Rp437,4 Miliar pada 2026, Jadi Andalan PAD
Progres Pergeseran Warga Rempang Eco-City, 242 Kepala Keluarga Tempati Hunian Baru Layak Huni

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 12:00 WIB

Pemko Batam Pastikan Pembangunan Sarpras Kodaeral IV Tak Ganggu Anggaran Pendidikan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 10:13 WIB

Pemko Batam Bayarkan BPJS Ketenagakerjaan untuk 6.000 Nelayan, Amsakar-Li Claudia Perkuat Jaminan Sosial Pesisir

Jumat, 15 Mei 2026 - 08:40 WIB

Batam Makin Digital! BPKAD Siapkan Siap Terapkan Kartu Kredit Indonesia, Lebih Cepat dan Transparan

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:00 WIB

Minggu Ini! Imigrasi Batam Buka Layanan Paspor di Pollux, Harbour Bay, Botania 2 dan K Square

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:39 WIB

Tak Perlu Berlama-lama, Li Claudia Selesaikan Persoalan UWT Warga Puskopar

Berita Terbaru

Presiden AS Donald Trump. Foto: Istimewa

Internasional

Trump Sesumbar Bisa Ratakan Iran Hanya dalam 48 Jam

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:51 WIB