INIKEPRI.COM – Wakil Wali Kota Batam sekaligus Ex Officio Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, hari ini merayakan ulang tahunnya yang ke-53.
Sejumlah tokoh masyarakat dari berbagai latar belakang turut menyampaikan ucapan selamat, doa, dan harapan bagi pemimpin perempuan ini.
Ucapan pertama datang dari Samiran, Ketua Forum RT/RW Tanjung Sari, Kecamatan Belakangpadang, yang menyebut Claudia sebagai pemimpin yang dekat dengan rakyat.
“Selamat ulang tahun untuk Ibu Li Claudia. Beliau pemimpin yang merakyat, mau mendengar suara bawah. Harapan kami, beliau terus diberi kesehatan dan kekuatan memimpin Batam,” kata Samiran kepada INIKEPRI.COM, Sabtu (24/5/2025).
Hal serupa disampaikan Pak De Kisno, tokoh masyarakat Tanjung Sari. Menurutnya, Li Claudia merupakan contoh perempuan pemimpin yang tegas namun tetap punya hati nurani.
“Tegas, tapi nggak kehilangan kelembutan. Saya harap di usia 53 ini, beliau terus jadi pemimpin yang dicintai rakyat,” ujar Kisno.
Dari Kampung Baru, Belakangpadang tokoh masyarakat Anwar ‘Comel’ juga menyampaikan doa agar Claudia terus membawa keberkahan bagi warga kecil.
“Di kampung ini, Bu Claudia dikenal sebagai pemimpin yang nggak gengsi turun ke lorong-lorong. Semoga makin kuat dan selalu amanah,” katanya.
Lurah Tanjung Sari, Mardiana, menyoroti kepemimpinan Claudia yang cepat, responsif, dan menyentuh banyak lapisan masyarakat.
“Beliau selalu cepat tanggap. Kami di kelurahan sering merasa terbantu karena beliau peka terhadap situasi warga,” ujar Mardiana.
Sementara itu, Ketua Yayasan Asma Husnul Khatimah, Syahrul Alim, turut menyampaikan ucapan dan doa di hari ulang tahun ke-53 Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra.
“Di usia ke-53 ini, kami berdoa agar Bu Claudia senantiasa diberi kesehatan dan kekuatan lahir batin. Semoga cahaya kepemimpinan beliau terus menjadi suluh bagi banyak orang, terutama mereka yang hidup di tepi, yang sering tak terdengar,” tambahnya.
Syahrul juga berharap agar Claudia tidak pernah lelah mengabdi, karena menurutnya, Batam masih sangat membutuhkan sosok pemimpin yang tidak hanya memimpin dari depan, tetapi juga hadir di belakang—menopang yang tertinggal.
“Bu Claudia adalah teladan bahwa kekuasaan bisa lembut, dan bahwa jabatan bukan sekadar simbol, melainkan jalan untuk menyentuh yang tak terjangkau,” ucapnya penuh haru.
Penulis : RP
Editor : IZ

















