Kamis, 21 Januari 2021
log
13 Jan 2021
(IS/inikepri.com)
(IS/inikepri.com)

INIKEPRI.COM – Desi Yani (26), salah satu warga yang menjadi korban musibah tanah longsor di Tanjung Sengkuang berharap ada bantuan dari pemerintah berupa tempat tinggal yang layak pasca musibah kejadian tanah longsor yang dialaminya, Rabu (13/1/2021).

Hal ini ia sampaikan langsung kepada inikepri.com saat dijumpai di lokasi kejadian musibah tanah longsor pada Senin (11/1/2021) pagi, sekira pukul 10.49 WIB.

“Harapan saya, kepada pemerintah, saya bisa ada tempat yang layak. Sementara ini, kami masih ngungsi dirumah tetangga, gak tau sampai kapan numpang sama tetangga,” kata Desi di lokasi, didampingi oleh salah satu tetangganya.

Disampaikannya, ia dan keluarga (suami dan anaknya) masih bingung harus tinggal dimana. Pasalnya barang-barang berharga miliknya ikut tertimbun tanah, akibat musibah yang terjadi pada Minggu (10/1/2021) malam, tepatnya pukul 23.20 WIB, disaat akan memulai waktu istirahatnya.

Desi Yani, ketika diwawancarai wartawan saat di lokasi kejadian tanah longsor. (IS/inikepri.com)

“Belum ada tujuan mas, mau kemana, masih bingung juga. Sebab, barang-barang sudah tidak ada lagi. Yang bisa diselamatkan cuma baju sama diri aja (nyawa),” ucapnya dengan nada lirih dan masih kelihatan syok atas musibah yang dialaminya.

Seperti yang diketahui, dalam musibah kejadian tanah longsor di Kelurahan Tanjung Sengkuang tepatnya di RT 04/RW 12 Kecamatan Batu Ampar Kota Batam itu, menghancurkan tiga (3) rumah warga. Dua (2) rumah diantaranya ikut tertimbun tanah dan satu (1) rumah milik warga bernama Imron mengalami rusak di bagian dapur akibat hujan deras yang terjadi di Kota Batam selama kurang lebih tiga (3) hari hingga terjadi musibah tanah longsor.

Kejadian musibah tanah longsor itu terjadi sekitar pukul 19.29 WIB, setelah waktu shalat Isya. Selanjutnya, terjadi lagi pada pukul 23.00 WIB.

“Pertama kali saya dengar, dia memang sudah berbunyi mas, sesudah Isya. Bunyinya kayak suara papan jatuh gitu, saya tak hiraukan, saya kirain itu bukan bangunan. Terus yang kedua kalinya, saya bangun tuh, saya belum tidur, sekitar jam 11. Saya bangun, saya lihat di kaca itu sudah ada bunyi, udah pada jatuh semua, udah longsor. Dari situ saya bangun, ambil anak saya, bangunin suami saya dan langsung lari,” ujar warga Tanjung Sengkuang yang hampir 1 tahun tinggal di lokasi kejadian musibah tanah longsor bersama suami dan anaknya itu.

“Nah gak lama dari itu, roboh juga (rumah saya), ikut jatuh. Yang jatuh semua barang-barang, rumah dan bangunan baru,” sambungnya menceritakan kronologis awal kejadian tanah longsor itu.

Beruntung tidak ada korban jiwa dan luka-luka dalam musibah tersebut. Hanya saja kerugian material dialami warga korban tanah longsor yang ditaksir mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah. (IS)

5 1 vote
Article Rating
Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Batam

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x