INIKEPRI.COM – Setelah dua dekade tanpa seremoni resmi, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Batam akhirnya dilantik. Momen yang digelar di Hotel Ibis Styles Bengkong, Minggu (25/5/2025) malam, bukan sekadar formalitas organisasi. Ia menandai kebangkitan komunitas pers Batam yang kini digerakkan oleh energi anak muda, dan sekaligus menjadi ruang harapan: rumah layak bagi pewarta, lewat kerja sama dengan Bank BTN.
Di tengah sorotan publik pada independensi dan kesejahteraan jurnalis, pelantikan ini membawa babak baru. Bukan hanya PWI, tetapi juga Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) dilantik secara bersamaan. Lebih dari itu, acara ini dirangkai dengan peluncuran program Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) dari BTN khusus untuk wartawan.
Harapan dari Ruang yang Lama Sunyi
Ketua PWI Batam yang baru, Agus Bagjana, menegaskan komitmennya menjadikan organisasi ini sebagai mitra kritis sekaligus konstruktif bagi pemerintah daerah. Ia tak menutup mata bahwa peran media kerap dianggap ambigu—antara penjaga demokrasi dan rekan pemangku kebijakan.
“Kami siap bersinergi. Tapi juga akan tetap berada pada rel profesionalisme. Kami ingin PWI Batam menjadi organisasi yang aktif dan bisa memberi manfaat riil bagi masyarakat,” kata Agus, yang juga merupakan jurnalis senior Posmetro.
Dalam konteks lokal, PWI Batam selama ini lebih sering berada di bayang-bayang PWI Kepri. Namun, kini, dengan regenerasi yang nyata, Agus menyebut organisasinya “diisi anak-anak muda yang punya gairah mewujudkan pers yang lebih bermartabat di Batam.”
Dua Dekade Tanpa Pelantikan
Ketua PWI Kepri, Andi Gino, menyebut peristiwa ini sebagai tonggak sejarah. Menurutnya, selama lebih dari 20 tahun, pelantikan pengurus PWI Kota Batam tak pernah dilakukan secara formal. Kini, pusat aktivitas PWI Kepri pun resmi bergeser ke Tanjungpinang.
“Yang dilantik malam ini adalah generasi baru. Mereka bukan hanya mewarisi nama besar PWI, tetapi membawa semangat baru: ingin belajar, ingin membenahi, dan ingin berkontribusi lebih sehat bagi demokrasi,” kata Andi.
Rumah untuk Jurnalis: Hunian atau Sekadar Angan?
Momen pelantikan ini juga jadi panggung kolaborasi strategis. Bersama Bank BTN, PWI Batam meluncurkan program perumahan subsidi bagi wartawan. Sebuah langkah yang, meski sederhana, menyentuh akar persoalan kesejahteraan insan pers—yang kerap jadi pahlawan informasi, namun tak jarang hidup dalam ironi.
Kepala Cabang BTN Batam, Antony, menjelaskan, program ini memanfaatkan skema KPR FLPP, dengan angsuran yang sangat terjangkau: Rp1.118.600 per bulan selama 20 tahun.
“BTN hadir bukan hanya sebagai bank, tetapi mitra solusi. Kami ingin mendampingi wartawan dalam memiliki rumah yang layak. Kekurangannya akan ditanggung BTN melalui skema subsidi,” jelas Antony.
Program ini, jika dieksekusi dengan baik, dapat menjadi prototipe kolaborasi lintas sektor untuk profesi yang kerap terpinggirkan dalam skema pembangunan.
Pemerintah: Pers Adalah Nyawa Publik
Dukungan juga datang dari Badan Pengusahaan (BP) Batam. Kepala Biro Humas, Protokol, dan Promosi, Ariastuti Sirait, menyebut pelantikan ini sebagai angin segar bagi hubungan pers dan pemerintah.
“Saya kagum dengan konsep pelantikannya—unik dan bermakna. Pemerintah tak punya nyawa tanpa media. Dan kami melihat PWI hadir dengan semangat yang bisa membangun narasi Batam yang sehat,” ujarnya.
Sebuah Awal, Bukan Seremonial
Pelantikan ini bukan klimaks. Ia adalah pembuka dari babak baru. Tugas berat telah menanti: menjaga independensi, membenahi integritas, dan memperjuangkan kesejahteraan dalam dunia yang makin cepat berubah. Apakah PWI Batam mampu menjawab tantangan itu, atau justru tenggelam dalam romantisme organisasi—waktu akan menjadi penguji paling jujur.
Penulis : RBP
Editor : IZ

















