Cerita Lengkap Perjalanan BTN Menyalurkan KPR Sejak 1976, Kini Tembus Rp504 Triliun untuk 5,7 Juta Rumah

- Publisher

Kamis, 11 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menara BTN. Foto: Istimewa

Menara BTN. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menegaskan posisinya sebagai motor utama pembiayaan perumahan nasional.

Hingga 8 Desember 2025, BTN mencatat telah menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) untuk 5,7 juta unit rumah, dengan total plafon mencapai Rp504,18 triliun.

Angka ini merupakan akumulasi perjalanan panjang sejak KPR pertama BTN disalurkan pada 10 Desember 1976.

Pencapaian tersebut mencerminkan konsistensi BTN dalam menyediakan akses pembiayaan hunian bagi seluruh lapisan masyarakat, baik melalui KPR subsidi maupun nonsubsidi.

Dari total 5,7 juta unit, sebanyak 4,38 juta unit merupakan KPR subsidi, sementara 1,3 juta unit lainnya ialah KPR nonsubsidi. BTN juga menyalurkan KPR syariah sebanyak 456.749 unit.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menyebut bahwa pencapaian ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan dedikasi panjang BTN untuk mendukung pemenuhan kebutuhan rumah layak bagi rakyat.

“BTN merasa bangga dan bersyukur dapat melayani 5,7 juta keluarga Indonesia dalam 49 tahun terakhir. Namun kami tidak boleh berhenti di sini. Masih banyak masyarakat yang belum memiliki rumah, bahkan belum mampu merenovasi rumah mereka menjadi lebih layak huni,” ujar Nixon dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (10/12).

BACA JUGA:  PPN 12 Persen tidak Berlaku untuk Beras Premium dan Medium Domestik

Jejak Panjang BTN dalam Sejarah Pembiayaan Perumahan

Akar penyaluran KPR BTN berawal dari tahun 1974. Pada 29 Januari 1974, Menteri Keuangan Ali Wardhana menugaskan BTN sebagai penyelenggara resmi KPR untuk program perumahan rakyat. Dua tahun kemudian, tepatnya 10 Desember 1976, BTN menyalurkan KPR perdana senilai Rp38 juta, mencakup 17 unit rumah di Semarang dan Surabaya.

Momentum itu menjadi titik awal tumbuhnya BTN sebagai bank yang identik dengan pembiayaan rumah rakyat. Kini, segmen KPR menjadi core business BTN, menyumbang lebih dari 78% portofolio, dan menempatkan BTN menguasai sekitar 40% pasar KPR nasional.

Menurut Nixon, kontribusi BTN tidak hanya sebatas pembiayaan rumah, tetapi juga menggerakkan rantai ekonomi nasional.

“Dengan lebih dari 8.000 mitra pengembang dan kontribusi terhadap 185 subsektor ekonomi, BTN menjadi bagian penting dari ekosistem properti Indonesia,” ujarnya.

BACA JUGA:  Buka Perdagangan Bursa Efek Indonesia, Pemprov Jabar, BEI, OJK, bank bjb serta bjb Sekuritas Siap Akselerasi Literasi & Inklusi Pasar Modal Kepada ASN

BTN di Mata Pengembang: Mitra Utama Hunian Rakyat

Di sektor pengembang, reputasi BTN sebagai bank perumahan sangat melekat. Wakil Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI), Bambang Ekajaya, menyebutkan bahwa masyarakat bahkan sering menyebut rumah bersubsidi dengan istilah “rumah BTN”—menandakan kuatnya brand BTN di sektor ini.

“Branding ini sudah melekat sangat lama. BTN selalu menjadi mitra utama pengembang untuk rumah rakyat,” kata Bambang.

Ia menyebut hubungan panjang BTN–REI selama puluhan tahun sebagai fondasi kuat dalam penyediaan hunian terjangkau. Namun, Bambang mengingatkan bahwa persaingan antarbank kini semakin ketat, sehingga percepatan dan penyederhanaan proses KPR menjadi kebutuhan mendesak.

“Komitmen BTN untuk mempermudah proses KPR, terutama KPR subsidi, itu sangat penting. Semakin cepat dan sederhana prosesnya, semakin cepat pula masyarakat bisa mendapatkan rumah,” tegasnya.

Tantangan Tahun 2025 dan Target 3 Juta Rumah

Ketua Umum Apersi, Junaidi Abdillah, turut menekankan pentingnya percepatan penyaluran KPR di tengah pelaksanaan Program Pemerintah 3 Juta Rumah.

BACA JUGA:  Cadangan Devisa RI Naik Jadi 151,2 Miliar Dolar AS di Oktober 2024

Ia menilai BTN telah bergerak lebih agresif dalam menyasar kelompok pekerja informal, kelompok yang selama ini sulit mengakses layanan perbankan.

“BTN bergerilya ke desa-desa, melayani pekerja informal, mulai pedagang bakso, tukang cukur, hingga ojek online. Ini langkah nyata yang sebelumnya sulit ditembus,” ungkap Junaidi.

Dengan pangsa pasar lebih dari 80% pada KPR subsidi, Junaidi berharap BTN terus memperkuat inovasi pembiayaan agar penyediaan hunian rakyat berjalan optimal.

BTN Tetap Menjadi Pilar Utama Pembiayaan Rumah Rakyat

Selama 49 tahun, BTN berkembang bukan hanya sebagai bank penyalur KPR, tetapi sebagai institusi yang membentuk ekosistem pembiayaan perumahan nasional. Perannya dinilai krusial dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan menopang subsektor industri pendukung properti.

Dengan total penyaluran mencapai Rp504 triliun sejak 1976, BTN diyakini akan tetap menjadi pilar utama dalam menopang program perumahan nasional, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Penulis : IZ

Berita Terkait

Ekonomi Indonesia Diproyeksikan Tumbuh 5,3 Persen pada Kuartal III-2026, Investasi Jadi Pendorong Baru
Pipa Gas Bawah Laut 80 Kilometer Mulai Diproduksi di Batam, Gas Mako Natuna Bakal Pasok Listrik Domestik
Kinerja Pelabuhan Batam Tumbuh Solid hingga Triwulan III-2026: General Cargo Tembus 9,5 Juta Ton, Mobilitas Penumpang Capai 7,5 Juta Orang
BP Batam Teken Nota Kesepakatan Pengembangan PSN Wiraraja Green Renewable Energy & Smart-Eco Industrial Park
Gas Natuna Mengalir ke Batam! PLN EPI Perkuat Pasokan untuk Pembangkit Listrik
Perkuat Ketahanan Energi, Pemerintah Pertimbangkan Bangun Pembangkit Listrik Bertenaga Nuklir di Batam
IHSG Anjlok 1,22 Persen ke Level 5.373, Investor Cermati Agenda Ekonomi Global
Investasi Korea di Batam Tembus USD65,1 Juta, BP Batam Jemput Peluang Baru di Seoul

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 07:58 WIB

Ekonomi Indonesia Diproyeksikan Tumbuh 5,3 Persen pada Kuartal III-2026, Investasi Jadi Pendorong Baru

Senin, 2 November 2026 - 07:49 WIB

Pipa Gas Bawah Laut 80 Kilometer Mulai Diproduksi di Batam, Gas Mako Natuna Bakal Pasok Listrik Domestik

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:11 WIB

Kinerja Pelabuhan Batam Tumbuh Solid hingga Triwulan III-2026: General Cargo Tembus 9,5 Juta Ton, Mobilitas Penumpang Capai 7,5 Juta Orang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:00 WIB

BP Batam Teken Nota Kesepakatan Pengembangan PSN Wiraraja Green Renewable Energy & Smart-Eco Industrial Park

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:34 WIB

Gas Natuna Mengalir ke Batam! PLN EPI Perkuat Pasokan untuk Pembangkit Listrik

Berita Terbaru