INIKEPRI.COM – Di tengah riuh rendahnya akhir tahun pelajaran, ketika anak-anak bersiap melangkah menuju jenjang pendidikan berikutnya, muncul sebuah pesan teduh namun tegas dari pemimpin Kota Batam, Amsakar Achmad. Dalam nuansa kepedulian yang tulus, ia menegaskan bahwa momen perpisahan sekolah seharusnya tak menjadi ajang pembebanan, apalagi menciptakan sekat sosial di antara siswa.
“Perpisahan bukan panggung kemewahan. Ia adalah ruang sederhana tempat kenangan dibingkai dalam doa dan rasa syukur,” ujar Amsakar saat meninjau pembangunan infrastruktur bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra, Selasa (27/5/2025).
Kebijakan yang diambil ini bukan tanpa dasar. Surat Edaran Dinas Pendidikan Kota Batam Nomor 5 Tahun 2025 yang diterbitkan sejak 14 Maret lalu, telah dengan jelas melarang kegiatan perpisahan di hotel atau tempat-tempat mewah. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya tekanan finansial terhadap orang tua siswa.
Bagi Amsakar, pendidikan adalah jembatan harapan, bukan ladang kompetisi gaya hidup. Jika pun sebuah perpisahan hendak diadakan, maka ia harus berlandaskan musyawarah dan kesepakatan terbuka antar seluruh orang tua melalui komite sekolah. Bukan keputusan sepihak yang berpotensi melukai atau meminggirkan.
“Jika tidak setuju, katakan di forum. Jangan bungkam di ruang rapat, lalu bersuara di luar. Keterbukaan adalah kunci keharmonisan,” tegasnya.
Tak hanya menyoroti soal perpisahan, Amsakar juga dengan tegas melarang adanya praktik penghalangan siswa mengikuti ujian hanya karena persoalan tunggakan biaya sekolah. Ia menekankan bahwa pendidikan adalah hak mutlak setiap anak. Tak boleh ada satu pun yang tersisih karena persoalan ekonomi.
“Saya tak ingin dengar lagi ada siswa yang tak ikut ujian karena belum bayar SPP. Ujian adalah hak, bukan hak istimewa yang bisa ditukar dengan uang,” katanya. Ia bahkan membuka diri agar siswa atau orang tua yang mengalami hal ini langsung melapor kepadanya atau kepada Wakil Wali Kota, Li Claudia Chandra.
Menutup imbauannya, Amsakar mengajak seluruh kepala sekolah, guru, dan komite untuk menjaga suasana damai dan bijaksana dalam menyelenggarakan kegiatan sekolah, terlebih menjelang akhir tahun ajaran. Semoga pendidikan di Batam terus tumbuh, bukan hanya dalam angka, tetapi juga dalam rasa.
Karena sejatinya, nilai sebuah perpisahan bukan di tempatnya, melainkan di hati yang ikhlas melepas dan mendoakan.
Penulis : RBP
Editor : IZ

















