INIKEPRI.COM – Matcha kerap dipuji sebagai minuman kaya manfaat dan alternatif sehat pengganti kopi. Rasanya yang lembut dan aroma khas membuat teh hijau bubuk asal Jepang ini digemari berbagai kalangan. Namun, di balik khasiatnya, ada sejumlah risiko yang perlu diwaspadai jika matcha dikonsumsi secara berlebihan.
Matcha, Teh Hijau dalam Wujud Penuh
Berbeda dari teh hijau biasa yang diseduh dari daun kering, matcha adalah bubuk halus dari daun teh utuh yang ditanam dan diproses secara khusus. Proses penanaman dalam naungan (shade-grown) meningkatkan kadar asam amino L-theanine, kafein, dan antioksidan, menjadikan matcha sebagai salah satu jenis teh paling padat gizi.
Tak heran, matcha dipercaya mampu:
• Meningkatkan konsentrasi dan performa kognitif
• Menstabilkan suasana hati
• Mendukung kesehatan jantung
• Membantu metabolisme dan program diet
Namun, seperti halnya konsumsi makanan sehat lainnya, mengonsumsi matcha dalam jumlah berlebihan justru bisa menimbulkan efek yang bertolak belakang.
Risiko Kesehatan Akibat Minum Matcha Berlebihan
Berikut beberapa potensi efek samping jika Anda terlalu banyak mengonsumsi matcha:
1. Mual dan Muntah
Meski kaya antioksidan, matcha bisa menimbulkan rasa mual, terutama pada individu yang sensitif terhadap senyawa katekin dalam teh. Konsumsi dalam jumlah besar dapat mengiritasi sistem pencernaan.
2. Gangguan Tidur
Kandungan kafein dalam matcha tergolong cukup tinggi. Dalam satu gelas matcha, kafeinnya bisa mencapai 70 mg, mendekati jumlah dalam secangkir kopi. Jika diminum menjelang malam, matcha dapat mengganggu kualitas tidur atau menyebabkan insomnia.
3. Diare
Kafein juga memiliki efek pencahar ringan. Saat dikonsumsi berlebihan, hal ini dapat memicu gangguan pencernaan seperti diare atau frekuensi buang air besar meningkat.
4. Asam Lambung Naik
Mengonsumsi matcha dalam keadaan perut kosong atau terlalu sering dalam sehari berisiko meningkatkan produksi asam lambung. Bagi penderita GERD atau maag, hal ini bisa memperparah gejala.
5. Paparan Kontaminan
Karena dikonsumsi dalam bentuk bubuk utuh, matcha lebih mungkin mengandung kontaminan seperti pestisida atau logam berat, terutama jika tidak berasal dari perkebunan organik bersertifikat. Pilihlah matcha berkualitas tinggi dan bersertifikasi organik untuk meminimalkan risiko ini.
Berapa Banyak Matcha yang Aman?
Agar tetap mendapatkan manfaat tanpa efek samping, konsumsi matcha idealnya tidak melebihi 2 cangkir per hari (sekitar 2 sendok teh bubuk matcha). Porsi ini cukup untuk mendukung energi dan konsentrasi tanpa membebani sistem tubuh.
Sebagai tambahan, hindari mengonsumsi matcha saat perut kosong dan pastikan memilih matcha dari produsen terpercaya.
Meski tergolong minuman sehat, matcha bukan tanpa risiko. Konsumsi yang tidak bijak justru bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Seperti kata pepatah, “Segala yang berlebihan tak pernah membawa kebaikan” — dan matcha pun tak terkecuali. Nikmati secukupnya, rasakan manfaatnya.
Penulis : RP
Editor : IZ

















