Amsakar Lantik IKU Batam: Menenun Harmoni di Rumah Bersama

- Publisher

Senin, 2 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Batam Amsakar Achmad hadir di pelantikan IKU Batam. Foto: INIKEPRI.COM

Wali Kota Batam Amsakar Achmad hadir di pelantikan IKU Batam. Foto: INIKEPRI.COM

INIKEPRI.COM – Suasana Pasar Kuliner Batam (PAKUBA), Buana Central Park, Batu Aji, Minggu malam (1/6/2025), mendadak hangat oleh warna-warni kain tenun, tabuhan gong, dan gerak lincah tarian tradisional.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, hadir untuk melantik Pengurus Ikatan Keluarga Uyelewun (IKU) Batam periode 2024–2027 dalam sebuah seremoni yang bukan sekadar formalitas, tapi juga pesta budaya yang menggetarkan rasa.

Dibalut kekayaan adat Nusa Tenggara Timur (NTT), pelantikan ini menjadi ruang ekspresi kebanggaan warga Uyelewun—sebuah desa di Pulau Lembata—yang kini menetap di Batam. Tarian Hedung dan tabuhan gong sebagai pembuka seolah membawa para tamu menapak tanah Lembata meski berada ribuan kilometer dari kampung halaman.

BACA JUGA:  PLN Batam ke Apindo Kota Batam dan Kepri Tingkatkan Silaturahmi

Amsakar mengapresiasi semangat pelestarian budaya yang ditampilkan dalam acara tersebut. Ia menyebut kekuatan lokal seperti ini sebagai pengikat identitas dan modal sosial penting dalam membangun Batam sebagai kota yang inklusif.

“Budaya adalah jati diri. Di tengah modernisasi, semangat seperti ini justru memperkaya Batam sebagai rumah besar bagi semua etnis,” ujar Amsakar, yang tampak larut dalam suasana penuh kekeluargaan itu.

BACA JUGA:  Amsakar-Li Claudia Dorong Percepatan Proyek Fisik dan Tuntaskan 15 Program Prioritas

Tak hanya menampilkan tarian dan lagu-lagu daerah, pelantikan juga diisi dengan persembahan sirih pinang sebagai simbol penghormatan kepada tamu dan leluhur—sebuah tradisi sakral yang tetap dijaga oleh warga Uyelewun di perantauan.

Dalam sambutannya, Amsakar menekankan pentingnya menjaga harmoni di tengah keberagaman, sembari mendorong seluruh warga untuk aktif dalam pembangunan.

BACA JUGA:  79 Personil Polda Kepri dan Polres Jajaran Dimutasi

“Batam ini seperti orkestra. Tiap suku dan budaya adalah instrumen penting. Jika dimainkan dengan selaras, maka akan tercipta harmoni yang indah,” tegasnya.

Ia mengajak masyarakat Uyelewun dan seluruh komunitas etnis lainnya untuk menjadikan Batam sebagai rumah bersama, yang tidak hanya tumbuh secara ekonomi, tapi juga kaya dalam nilai, budaya, dan rasa saling menghormati.

“Mari rawat Batam dengan semangat gotong royong dan identitas budaya kita masing-masing. Itulah kekuatan sejati kota ini,” pungkasnya.

Penulis : RP

Editor : IZ

Berita Terkait

Hadiri Tabligh Akbar AGPAII, Amsakar: Guru Agama Kunci Pembentukan Karakter
Dikembangkan Terintegrasi, Tanjung Banon Siap Jadi Magnet Investasi di Batam
Diskominfo Batam Tegaskan Proses Kerja Sama Media 2026 Transparan dan Berjalan Normal
Investasi Digital Menguat, BP Batam Dukung Proyek Pusat Data DayOne-PLN Batam
Tim Terpadu Kota Batam Tertibkan Bangunan Ilegal di Kelurahan Sei Binti
Sagulung Juara Umum MTQH XXXIV Batam, Amsakar: Bukan Sekadar Lomba, Tapi Menghidupkan Nilai Qurani
Amsakar Berangkat Haji 21 Mei 2026, Tabungan 25 Tahun untuk Wujudkan Niat ke Tanah Suci
Kepala BP Batam Jadi Narasumber Kuliah Kerja Pasis Seskoau Tahun 2026

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 10:51 WIB

Hadiri Tabligh Akbar AGPAII, Amsakar: Guru Agama Kunci Pembentukan Karakter

Sabtu, 18 April 2026 - 08:00 WIB

Dikembangkan Terintegrasi, Tanjung Banon Siap Jadi Magnet Investasi di Batam

Sabtu, 18 April 2026 - 07:15 WIB

Diskominfo Batam Tegaskan Proses Kerja Sama Media 2026 Transparan dan Berjalan Normal

Jumat, 17 April 2026 - 14:03 WIB

Investasi Digital Menguat, BP Batam Dukung Proyek Pusat Data DayOne-PLN Batam

Jumat, 17 April 2026 - 12:03 WIB

Tim Terpadu Kota Batam Tertibkan Bangunan Ilegal di Kelurahan Sei Binti

Berita Terbaru