INIKEPRI.COM – Ada haru yang menyelinap di tengah khidmatnya ibadah haji tahun ini. Dalam gemuruh takbir dan doa-doa yang terlantun dari jutaan jemaah, satu kisah pengabdian mencapai akhirnya — bukan di balik meja kantor, tapi di tanah haram yang dimuliakan, Mekkah Al-Mukarramah.
Erman Zaruddin, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lingga, resmi mengakhiri masa dinasnya sebagai abdi negara. Uniknya, penutupan tugas itu terjadi bukan di kampung halaman, melainkan di pelataran Ka’bah — saat dirinya tengah menjalankan amanah sebagai petugas kloter haji Indonesia 1446 H.
“Piket sebentar, badan mesti segar, tetap tegar,” ucapnya sambil tersenyum, menunjukkan semangat yang tetap menyala meski usia menua dan jabatan akan segera berganti.
Selama bertugas di Mekkah, Erman dikenal sebagai pribadi yang disiplin, ringan tangan, dan penuh semangat. Rekan-rekannya menyebutnya sebagai sosok sederhana yang mampu memberi keteladanan, tak hanya dalam laku, tapi juga dalam niat dan keikhlasan.
“Menutup masa tugas di tempat sebaik-baiknya bumi ini adalah anugerah yang tak bisa dinilai dengan apapun,” ujarnya pelan, dengan mata berkaca dan suara yang nyaris tenggelam dalam rasa syukur.
Momen pensiun ini menjadi refleksi bagi banyak petugas lainnya: bahwa pengabdian sejati tak pernah mengenal usia, dan bahwa ibadah haji bukan sekadar rukun Islam — tapi juga ruang suci di mana tugas, keikhlasan, dan pengorbanan bertemu dalam harmoni yang indah.
Erman Zaruddin pulang bukan hanya dengan kenangan, tetapi dengan jejak yang tertinggal di hati banyak orang. Ia menutup pengabdiannya di hadapan Ka’bah, membawa serta doanya yang khusyuk — agar setiap tugas menjadi ibadah, dan setiap langkah menjadi berkah.
Penulis : RBP
Editor : IZ

















