INIKEPRI.COM – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, secara resmi membuka Sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SD dan SMP Negeri se-Kota Batam di Aula Engku Hamidah, Kantor Wali Kota Batam, Rabu (4/6/2025).
Dalam sambutannya, Amsakar menekankan pentingnya pendidikan sebagai fondasi masa depan Batam, Kepri, bahkan Indonesia.
“Kalau kita ingin melihat masa depan yang baik, mulailah dari proses yang benar. Pendidikan harus mencerdaskan, bersih dari pungli, dan patuh pada aturan. Dari sinilah awal pembentukan karakter generasi Batam,” tegasnya.
Amsakar menyebutkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam saat ini tertinggi di Kepri dan menempati posisi kelima se-Sumatra.
“IPM terdiri dari tiga indikator utama: pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan. Pendidikan menjadi kunci utama. Dan capaian ini tak lepas dari peran besar guru dan kepala sekolah,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa struktur demografi Batam saat ini didominasi usia produktif. “Jika tidak dimaksimalkan dengan pendidikan berkualitas, bonus demografi ini bisa berubah jadi bencana nasional,” katanya.
Dalam pelaksanaan SPMB 2025, Amsakar meminta seluruh kepala sekolah mematuhi aturan kapasitas maksimal per kelas, yaitu 40 siswa untuk SD dan 45 siswa untuk SMP, sesuai Permendikbudristek. Ia mengingatkan agar tidak ada praktik penambahan kuota di luar ketentuan.
“Saya tidak mau dengar lagi ada pungli. Walau saya percaya pada integritas kepala sekolah, tetap saja ada oknum di sekitar kita yang perlu dikendalikan. Kita tidak bisa biarkan satu dua kasus merusak citra seluruh sekolah di Batam,” tegasnya.
Amsakar juga mengingatkan pentingnya menyediakan jalur alternatif bagi siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri. “Pemko Batam sudah menyiapkan subsidi Rp300 ribu untuk SD dan Rp400 ribu untuk SMP bagi siswa tidak mampu yang masuk sekolah swasta terdaftar DTKS,” jelasnya.
Menurut Amsakar, saat ini Pemko Batam tengah melakukan transformasi arah pembangunan. Jika sebelumnya fokus pada infrastruktur, kini perhatian besar diberikan pada pengembangan sumber daya manusia.
“Kalau membangun infrastruktur hasilnya langsung terlihat, tapi membentuk manusia butuh satu generasi. Tapi inilah investasi masa depan. Kita ingin anak-anak Batam bukan hanya cerdas, tapi juga punya jati diri dan akhlak mulia,” tuturnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa dana CSR dan deviden dari Bank Riau senilai Rp1,4 miliar telah dialokasikan seluruhnya untuk perbaikan delapan sekolah negeri yang mendesak.
Untuk mendukung pendidikan, Pemko Batam memperluas program beasiswa dengan menambahkan dua kategori baru: bagi anak dari keluarga tidak mampu yang diterima di perguruan tinggi negeri, dan yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
“Dulu hanya anak-anak yang berprestasi akademik tinggi yang dapat beasiswa. Sekarang, kita anak-anak dari keluarga kurang mampu dan anak hinteland, juga harus punya peluang yang sama untuk kuliah,” jelasnya.
Amsakar menekankan bahwa pencegahan korupsi dan gratifikasi, khususnya dalam proses SPMB, adalah tanggung jawab semua pihak.
“Dimulai dari diri sendiri, dari hal kecil. Mari jaga integritas. Kepala sekolah dan semua pelaksana SPMB harus menjalankan tugas sesuai aturan tanpa tekanan dari pihak mana pun,” ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh tenaga pendidik untuk memberikan kontribusi terbaik demi masa depan Batam dan bangsa.
“Mendidik itu bukan sekadar pekerjaan. Tapi investasi dunia dan akhirat,” tutup Amsakar.
Kepala Kejaksaan Negeri Batam, Ketut Kasda Dedi, mengingatkan pentingnya menjaga integritas dalam pelaksanaan SPMB. Ia menegaskan, jika ditemukan pelanggaran, pihaknya siap mengambil tindakan hukum.
“Kalau masih ada yang melanggar, kami tidak akan ragu bertindak. Kami semua, termasuk Pak Wali Kota, akan ikut malu kalau ada oknum yang curang,” ujarnya.
Ia juga membuka ruang konsultasi bagi sekolah, termasuk soal dana BOS dan penggunaan anggaran lainnya.
“Pelayanan kami gratis. Silakan datang jika ada kendala, lebih baik dicegah daripada terlambat,” tambahnya.
Penulis : RP
Editor : IZ

















