INIKEPRI.COM – Empat siswa terbaik MTs Aqidatunnajin Daik membawa nama madrasah ke ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 tingkat Provinsi Kepulauan Riau.
Kompetisi tersebut digelar di MTs Negeri Dabo Singkep, Senin (5/10/2026). Keempat siswa mengikuti tahapan provinsi setelah sebelumnya berhasil melewati proses seleksi pada tingkat sebelumnya.
Mereka turun di tiga bidang berbeda. Kasratul Ismul Azzam mengikuti bidang Matematika, Kemal Mauladul Kiram berkompetisi pada bidang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), sementara Khansaa Inara Widawati dan Aurelia Amanda Putri mewakili madrasah pada bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
Pelaksanaan OMI berlangsung secara daring dan terbagi dalam beberapa sesi. Perwakilan MTs Aqidatunnajin mengikuti sesi kedua untuk bidang Matematika, sedangkan bidang IPS dan IPA dilaksanakan pada sesi ketiga.
Bagi madrasah, keikutsertaan empat siswa tersebut bukan sekadar tentang mengejar hasil akhir. Menembus tingkat provinsi menjadi bukti dari proses pembinaan dan kerja keras yang telah mereka jalani.
Guru pendamping sekaligus operator OMI MTs Aqidatunnajin, Delvie Selmi Maldiana, berharap seluruh peserta dapat mengikuti kompetisi dengan tenang dan memberikan kemampuan terbaik.
“Besar harapan saya selaku operator OMI sekolah, anak-anak dapat mengerjakan soal dengan baik dan lancar. Semoga Allah memampukan mereka untuk mendapatkan hasil yang terbaik,” ujar Delvie.
Persiapan menghadapi kompetisi pun dilakukan secara serius. Para siswa mendapat pembinaan rutin bersama guru pendamping, termasuk pembelajaran tambahan yang disesuaikan dengan bidang masing-masing.
Kepala MTs Aqidatunnajin, Syafrini Zein, menyebut perjuangan empat siswa hingga mampu mencapai tingkat provinsi sudah menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar madrasah.
“Apa pun hasilnya nanti, perjuangan dan kerja keras anak-anak hingga mampu sampai ke tingkat provinsi sudah menjadi kebanggaan bagi keluarga besar MTs Aqidatunnajin,” kata Syafrini.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para guru pembina yang terus mendampingi siswa selama masa persiapan, yakni Delvie Selmi Maldiana, Irma Ningsih, dan Supriani.
Menurut Syafrini, pembinaan dilakukan secara konsisten agar para peserta semakin memahami materi sekaligus memiliki kesiapan menghadapi persaingan di tingkat provinsi.
“Hampir setiap hari anak-anak mendapatkan pembelajaran tambahan sesuai bidang masing-masing. Semoga seluruh ikhtiar dan kerja keras ini membuahkan hasil terbaik,” ujarnya.
Syafrini juga berpesan agar para peserta tidak terbebani oleh hasil. Ia meminta mereka tetap percaya diri, tenang, dan fokus selama mengikuti setiap tahapan kompetisi.
Bagi empat siswa MTs Aqidatunnajin, OMI 2026 menjadi kesempatan untuk menguji kemampuan sekaligus menambah pengalaman. Apa pun hasil akhirnya, langkah mereka hingga tingkat Provinsi Kepri menjadi bagian penting dari perjalanan akademik dan pengembangan potensi mereka di madrasah.
Penulis : RBP
Editor : IZ

















