INIKEPRI.COM – Ada pemandangan tak biasa di Kampung Tanjung Ambat, Desa Pulau Batang, Kecamatan Temiang Pesisir, Kabupaten Lingga, Kamis (17/9/2026).
Bukan di dalam gedung, rumah, ataupun kantor urusan agama, dua pasang pengantin justru menjalani prosesi akad nikah di atas perahu Layanan Terapung Keagamaan (LANTERA) milik Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lingga.
Dua pasangan tersebut yakni Zainal Abidin dengan Kurnia serta Karim dengan Yarini. Keduanya melangsungkan akad di atas perahu LANTERA yang menjadi bagian dari pelayanan keagamaan bagi masyarakat di wilayah kepulauan.
Prosesi akad dipimpin Penghulu Safrizal yang mewakili Kepala KUA Kecamatan Senayang. Sementara Muslimin dan Malikum bertindak sebagai saksi.
Akad nikah tersebut disaksikan Ketua Tim LANTERA Kemenag Lingga Abdurokhman, Kepala Seksi Bimas Islam Zaid, jajaran tim LANTERA, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Layanan Keagamaan Menjangkau Wilayah Kepulauan
Pernikahan di atas perahu tersebut bukan sekadar menjadi momen unik yang menarik perhatian warga. Di baliknya, terdapat upaya menghadirkan pelayanan keagamaan lebih dekat kepada masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan.
Penghulu Safrizal mengatakan, pelayanan pernikahan melalui LANTERA merupakan bentuk kemudahan bagi masyarakat, khususnya warga yang memiliki keterbatasan akses menuju pusat pelayanan.
“Pelayanan ini merupakan bentuk kemudahan bagi warga yang akan melangsungkan pernikahan. Kami berupaya memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat sehingga prosesnya dapat berjalan dengan mudah dan sesuai ketentuan,” ujar Safrizal.
Konsep pelayanan terapung tersebut menjadi salah satu cara Kemenag Lingga menjangkau masyarakat yang secara geografis dipisahkan oleh laut.
Dengan hadir langsung di tengah masyarakat, proses pelayanan administrasi dan keagamaan dapat dilakukan lebih dekat tanpa harus selalu menunggu masyarakat mendatangi pusat layanan.
Akad Berlangsung Khidmat, Warga Antusias
Meski dilaksanakan di atas perahu, prosesi akad nikah berlangsung khidmat.
Warga sekitar pun tampak antusias menyaksikan momen yang tidak setiap hari mereka jumpai tersebut. Perahu LANTERA yang biasanya menjadi sarana pelayanan keagamaan kali ini menjadi tempat berlangsungnya salah satu momen penting dalam kehidupan dua pasangan pengantin.
Suasana sederhana di atas perahu justru memberikan warna tersendiri bagi pernikahan Zainal Abidin dan Kurnia serta Karim dan Yarini.
Pernikahan tersebut sekaligus menjadi pelayanan terakhir dalam rangkaian LANTERA tahap ketiga di Desa Pulau Batang.
Kehadiran LANTERA menunjukkan bahwa pelayanan publik, termasuk pelayanan keagamaan, dapat menyesuaikan dengan kondisi geografis masyarakat Kepulauan Riau.
Di wilayah yang sebagian besar kehidupan masyarakatnya bersentuhan langsung dengan laut, perahu bukan hanya menjadi alat transportasi, tetapi juga dapat menjadi jembatan pelayanan pemerintah untuk mendekatkan layanan kepada warga.
Penulis : RP
Editor : IZ

















