INIKEPRI.COM – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Batam menggelar rapat koordinasi intensif guna mempersiapkan pemulangan jemaah haji tahun 1446 Hijriah/2025 M. Rapat yang digelar di Aula Arafah 2 Asrama Haji Batam ini dipimpin oleh Ketua PPIH yang diwakili Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Kepri sekaligus Kepala Bidang Penerimaan Jemaah Haji, Edi Batara.
Dalam paparannya, Edi Batara menjelaskan bahwa sebanyak 11.837 jemaah haji diberangkatkan melalui Debarkasi Batam pada musim haji tahun ini. Jumlah tersebut tersebar dalam 27 kelompok terbang (kloter) yang berasal dari empat provinsi: Kepulauan Riau, Riau, Jambi, dan Kalimantan Barat, Kamis (12/6). Namun demikian, PPIH juga mencatat sebanyak 19 jemaah wafat selama pelaksanaan ibadah haji, 2 dari Kepri, 6 dari Riau, 8 dari Jambi, dan 3 dari Kalbar.
Kloter pertama dijadwalkan terbang dari Arab Saudi pada pukul 08.15 Waktu Arab Saudi dan diperkirakan tiba di Bandara Hang Nadim Batam pada pukul 21.45 WIB. Jemaah dalam kloter ini berasal dari lima kabupaten/kota: Karimun, Tanjungpinang, Anambas, Natuna, dan Batam.
Setibanya di Batam, jemaah asal Batam akan langsung kembali ke rumah masing-masing, sementara jemaah dari Tanjungpinang dan Karimun akan diberangkatkan pada Jumat, 13 Juni 2025. Jemaah dari Anambas dijadwalkan pulang pada 16 Juni dan dari Natuna pada 17 Juni 2025.
Edi Batara juga menekankan pentingnya pelayanan yang optimal, khususnya kepada jemaah lansia dan jemaah berisiko tinggi (risti). “Tim layanan khusus harus bekerja maksimal. Kepada seluruh petugas, saya minta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan sesuai SOP. Terima kasih atas dedikasi yang sangat luar biasa” ujarnya.
Sekretaris PPIH Debarkasi Batam, Zulkarnain, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia menyatakan bahwa seluruh tahapan pemberangkatan telah berjalan lancar dan kini saatnya memfokuskan energi untuk proses pemulangan.
Zulkarnain juga menegaskan kembali ketentuan berdasarkan Surat Edaran Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah No. 5 Tahun 2025, bahwa seremoni penyambutan di debarkasi maksimal berlangsung selama 30 menit. Jemaah lansia dan risti tidak diwajibkan mengikuti seremoni dan harus menjadi prioritas utama dalam layanan.
“Efisiensi waktu sangat penting agar jemaah bisa segera beristirahat setelah menempuh perjalanan jauh,” tegasnya.
Dengan koordinasi yang matang dan semangat pelayanan, PPIH Debarkasi Batam optimis proses pemulangan jemaah haji tahun ini akan berjalan lancar, aman, dan sukses.
Penulis : DI
Editor : IZ

















