PB HMI Puji Kedewasaan Sikap Bobby dalam Menghadapi Polemik Empat Pulau dengan Aceh

- Admin

Sabtu, 14 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fungsionaris PB HMI, Mhd. Isnen Harahap. Foto: Istimewa

Fungsionaris PB HMI, Mhd. Isnen Harahap. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Fungsionaris PB HMI, Mhd. Isnen Harahap, mendukung pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri melakukan penataan wilayah sebagai bentuk langkah kongkrit penataan administrasi negara untuk tujuan pembangunan nasional.

Hal ini berkaitan dengan langkah Kementerian Dalam Negeri dalam menetapkan empat pulau di perbatasan Aceh – Sumatera Utara sebagai bagian dari wilayah administrasi Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Keempat pulau tersebut, Pulau Panjang, Lipan, Mangkir Gadang, dan Mangkir Ketek—telah resmi ditetapkan melalui Keputusan Mendagri Nomor 300.2.2-2138 Tahun 2025 tertanggal 25 April 2025. Keputusan itu menuai respons beragam, terutama dari pihak Pemerintah Aceh dan sejumlah tokoh adat yang mengklaim pulau-pulau tersebut sebagai bagian dari sejarah dan wilayah Aceh.

“Saya mendukung penataan wilayah yang dilakukan Kemendagri, hal ini sebagai langkah kongkrit penataan administrasi negara dalam hal ini batas wilayah, karena sering kali batas wilayah bukan saja dalam kasus ini tidak jelas dan menimbulkan kebingungan dan tentu hal ini bisa menghambat pembangunan nasional” ujar Isnen yang merupakan Alumni SPS USU Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (14/6).

Baca Juga :  Video Pesepeda Ketemu Wanita Cantik Asyik Mandi Hanya Ditutupi Kain

Isnen yang juga menyampaikan bahwa Keputusan ini diambil bukan tiba-tiba dan tentu sudah melalui kajian yang mendalam.

“Keputusan ini tentu tidak hadir tiba-tiba, Tim Nasional Pembakuan Rupabumi pasti melakukan kajian serius dan mendalam, apalagi waktunya juga sudah cukup lama, berdasarkan keterangan Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Safrizal Zakaria, tahun 2008 dilakukan verifikasi pulau-pulau di Indonesia, termasuk di Sumut dan Aceh, berarti kan sudah lama, bukan setahun atau dua tahun ini” ungkapnya.

Baca Juga :  Viral! Beli Rumah Dapat Janda 2 Anak, Novi Dapat Tawaran dari Singapura bahkan Belanda

Ia juga mengajak publik untuk melihat persoalan ini secara objektif dan nasionalis, jangan melakukan provokasi, mari jaga kerukunan dan harmoni

“Mari kita tetap menjaga kerukunan, jangan provokasi dan membenturkan pemerintah apalagi masyarakat, bisa rusak kerukunan dan hubungan emosional masyakarat Aceh dan Sumut yang selama ini hidup damai berdampingan, jangan menarik-narik keputusan ini ke arah persoalan potensi migas lah, nanti jadi semakin rumit, kerukunan, harmoni dan kedamaian lebih penting dari persoalan itu” paparnya.

Puji Kedewasaan Gubsu Bobby, Karena Langsung Berkunjung ke Aceh

“Ada juga pihak yang menyudutkan pak Gubernur, padahal ini keputusan pemerintah pusat, kalau di baca datanya bahwa ini mulai di kaji dan dibahas sejak Pak Bobby belum jadi Gubernur Sumut, bahkan kita harus apresiasi kedewasaan pak Gubernur Sumut, sebagai anak muda, hormat kepada yang lebih senior, beliau datang melakukan kunjungan ke Aceh menemui Gubernur Aceh guna mencari solusi terbaik, padahal bisa saja misalnya Gubernur langsung esksekusi Keputusan tersebut dengan menginstruksikan jajaran terkait untuk menjaga dan mengamankan pulau tersebut, tapi inikan tidak dia lakukan, kita harus apresiasi pemimpin muda, matang dan dewasa seperti pak Bobby” ujar Isnen

Baca Juga :  bank bjb Jadi Jawara di Ajang KIJB 2023 Kategori BUMN/BUMD di Jawa Barat

Isnen menyambut positif rencana Kemendagri akan melakukan kajian ulang terhadap putusan tersebut, dengan mengundang kepala daerah, tokoh, juga DPR dari kedua provinsi.

“Mari kita menunggu hasil kajian ulang oleh Kemendagri, kan nanti di undang kepala daerah, tokoh, juga DPR dari kedua provinsi, harapan kita persoalan ini bisa selesai dengan keputusan yang diterima kedua belah pihak” tutup Isnen.

Penulis : DI

Editor : IZ

Berita Terkait

Pemko Batam Perkuat Manajemen Talenta ASN, Amsakar: Penempatan Harus Berbasis Kompetensi
TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah
Tumbangkan STAIN Sultan Abdurrahman, Tim Voli Kemenag Batam Sabet Juara 1 dalam Final Dramatis
Dinilai Kebutuhan Mendasar, Ombudsman Kepri Minta Pasar Induk Jodoh Dibangun Kembali
11 Perusahaan Gelar Konsultasi Publik Pengelolaan Sedimentasi Laut di Bintan Pesisir
Musrenbang Kampung Pelita, Amsakar Tekankan Pentingnya Sinergi Pemerintah dan Masyarakat
Manajemen Talenta ASN Jadi Fondasi Reformasi Birokrasi Pemko Batam
LASQI Batam di Bawah Kepemimpinan Erlita Amsakar Perkuat Sinergi Internal

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:08 WIB

Pemko Batam Perkuat Manajemen Talenta ASN, Amsakar: Penempatan Harus Berbasis Kompetensi

Selasa, 13 Januari 2026 - 14:14 WIB

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:14 WIB

Tumbangkan STAIN Sultan Abdurrahman, Tim Voli Kemenag Batam Sabet Juara 1 dalam Final Dramatis

Selasa, 13 Januari 2026 - 11:16 WIB

Dinilai Kebutuhan Mendasar, Ombudsman Kepri Minta Pasar Induk Jodoh Dibangun Kembali

Selasa, 13 Januari 2026 - 07:29 WIB

11 Perusahaan Gelar Konsultasi Publik Pengelolaan Sedimentasi Laut di Bintan Pesisir

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB