INIKEPRI.COM – Langit kelabu menyelimuti ufuk pagi di perairan Kabupaten Lingga. Angin laut berembus lembut, menggiring gelombang kecil yang menari di atas permukaan air. Di atas perahu kayu sederhana, seorang pria duduk tenang—matanya menatap lurus ke depan, seolah hendak menyibak cakrawala. Ia adalah Dolhaji, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Singkep Barat.
Bukan kali pertama baginya menyusuri laut demi tugas. Namun setiap perjalanan selalu menghadirkan perenungan baru. Hari itu, ia kembali menjalankan amanah suci: memfasilitasi pernikahan warga yang tinggal di pulau terpencil, jauh dari pusat kota, jauh dari hiruk pikuk, namun tak pernah jauh dari perhatian dan pengabdiannya.
“Dengan semangat pengabdian, saya menumpangi perahu kayu sederhana, menyusuri laut menuju salah satu pulau di wilayah kerja kami. Dalam perjalanan panjang ini, diiringi debur ombak dan hembusan angin asin, saya merenung tentang arti tugas yang saya emban. Ini bukan sekadar menyaksikan ijab kabul, tapi memastikan bahwa hak menikah secara sah dan tercatat sampai pada setiap warga, bahkan di pelosok,” ujar Dolhaji dengan nada tenang namun penuh keyakinan.
Perjalanan ini bukan tanpa tantangan. Jaringan komunikasi nyaris tak tersedia, akses jalan terbatas, dan cuaca kerap berubah cepat. Tapi, tak ada keluhan yang lahir dari mulutnya. Justru, semangat yang membuncah dalam dada.
“Pulau demi pulau kami lalui. Di tengah keterbatasan sinyal, akses jalan, dan cuaca yang tak menentu, semangat tak boleh padam,” sambungnya.
Tugas Dolhaji bukan hanya administratif. Ia menjadi saksi janji suci dua insan, membawa legitimasi agama dan negara ke sudut-sudut negeri yang kerap terlewat. Dalam tiap ijab kabul yang ia pandu, ada doa yang melangit, ada air mata haru keluarga, dan ada keyakinan bahwa cinta memang layak diperjuangkan, sejauh apa pun jaraknya.
Kisah ini bukan tentang satu hari, bukan tentang satu orang. Ini adalah potret kecil dari wajah pengabdian besar—sebuah dedikasi senyap yang lahir dari komitmen untuk menyetarakan pelayanan di seluruh penjuru tanah air. Karena cinta pun butuh ruang yang sah, dan negara hadir, lewat sosok seperti Dolhaji, sebagai penjaganya.
Penulis : RP
Editor : IZ

















