INIKEPRI.COM – Kemacetan lalu lintas yang kian memprihatinkan di sejumlah titik vital di Batam menjadi perhatian serius Wali Kota sekaligus Ex Officio Kepala BP Batam, Amsakar Achmad.
Ia menegaskan bahwa solusi parsial seperti pelebaran jalan saja tak lagi cukup. Batam butuh langkah besar—dan itu sudah mulai digagas.
Salah satu proyek strategis yang tengah dirancang adalah pembangunan jalan baru dari kawasan Hotel Pacific hingga ke Mentarau. Proyek ini diprediksi memerlukan anggaran triliunan rupiah dan hampir mustahil jika hanya mengandalkan APBD atau PNBP BP Batam.
“Kalau Jakarta bisa kita yakinkan, InsyaAllah proyek besar ini bisa jalan,” ujar Amsakar, Selasa (17/6/2025).
Di sisi lain, titik-titik macet lama seperti kawasan Muka Kuning hingga Kepri Mall juga mendapat perhatian khusus. Amsakar menyebut bahwa area ini sangat layak dibangun satu flyover tambahan. “Sumber kemacetan memang di Muka Kuning. Jadi harus ada jalur alternatif ke atas untuk memecah arus,” tuturnya.
Tak hanya itu, ia juga mengusulkan jalur baru yang menelusuri sisi pipa air milik PT Moya dan akan menembus langsung ke arah Pelabuhan Punggur. “Jadi orang yang mau ke Punggur, tak perlu lagi lewat jalan utama. Ini bisa mengurai kemacetan secara signifikan,” tambahnya.
Kemacetan di jalur masuk-keluar Sekupang pada jam sibuk pun tak luput dari sorotan. Amsakar menggambarkan situasi lalu lintas di sana dengan satu kata: “merayap.” Pagi dan sore hari, arus kendaraan dari dan menuju Sekupang berjalan sangat lambat. Maka dari itu, Pemko dan BP Batam menyiapkan rute alternatif dari Simpang Bukit Daeng menuju SPBU Vitka Tiban. Jalur ini nantinya juga dapat dihubungkan dengan Batuaji atau SP Plaza.
Namun Amsakar tak menampik, setiap pembangunan jalan baru harus memperhitungkan aspek lingkungan. “Kita tetap harus waspada soal drainase. Jangan sampai mengatasi satu masalah tapi menimbulkan masalah baru,” jelasnya.
Ada pula rencana pelebaran dari Simpang Mall Pelayanan Publik (MPP) menuju kawasan Nongsa. Jalur ini didesain mengitari sisi pulau dan berfungsi sebagai rute pengurai beban jalan utama. Konsepnya adalah membuka konektivitas baru tanpa mengganggu kepadatan pusat kota.
Bagi Amsakar, semua proyek ini bukan hanya proyek fisik. Ini adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan Batam yang lebih terhubung dan efisien. Ia berharap dukungan dari masyarakat, termasuk doa agar segala prosesnya berjalan lancar.
“Doakan saja kami sehat dan BP Batam dilancarkan rezekinya. Supaya semua ini bisa segera diwujudkan,” tutupnya.
Penulis : IZ

















