Mimpi Besar dari Batam: Sejarah dan Transformasi Bandara Hang Nadim

- Admin

Kamis, 10 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Drs. Hari Soekoraharjo, pegawai Otorita Batam, terlihat berdiri bersama rombongan di depan pesawat Merpati Nusantara Airlines (MNA) sesaat setelah mendarat di Hang Nadim, tahun 1979. Potret ini menjadi saksi awal geliat penerbangan di Batam. Foto: Istimewa

Drs. Hari Soekoraharjo, pegawai Otorita Batam, terlihat berdiri bersama rombongan di depan pesawat Merpati Nusantara Airlines (MNA) sesaat setelah mendarat di Hang Nadim, tahun 1979. Potret ini menjadi saksi awal geliat penerbangan di Batam. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM — Kisah Bandara Internasional Hang Nadim bukan hanya soal pesawat dan landasan pacu. Ia adalah tentang mimpi besar, visi strategis, dan perjuangan panjang yang dimulai dari sebuah pulau yang dahulu sunyi di Selat Singapura.

Awal Mula: Dari Sebuah Pendaratan Bersejarah

Tahun 1979 menjadi tonggak awal dalam sejarah transportasi udara di Batam. Di tengah kesunyian kawasan Batubesar, sebuah pesawat Merpati Nusantara Airlines mendarat mulus di landasan yang masih sangat sederhana. Salah satu saksi momen itu adalah Drs. Hari Soekoraharjo, pegawai Otorita Batam, yang kala itu berfoto bersama rekan-rekannya di depan burung besi kebanggaan Indonesia. Foto itu kini menjadi memorabilia awal sebuah perjalanan panjang Bandara Hang Nadim.

Visi Ibnu Sutowo dan Dinamika Awal Pembangunan

Cikal bakal bandara ini ditanam oleh Ibnu Sutowo—tokoh penting Pertamina dan arsitek pembangunan awal Batam. Namun, realisasi rencana ini jatuh ke tangan Soedjatmiko, Kepala Balai Pelaksana Otorita Batam. Awalnya, lokasi bandara direncanakan di Batuaji, namun dipindah ke Batubesar demi menghindari gangguan lalu lintas udara Singapura, terutama dari dan ke Bandara Changi yang berjarak hanya sekitar 20 km.

Baca Juga :  Bandara Hang Nadim Akan Dilengkapi Mall, Guna Tingkatkan Daya Tarik Batam

Namun, gejolak krisis energi global pada awal 1980-an membuat proyek ini nyaris mandek. Pertamina, yang menjadi tulang punggung finansial pembangunan Batam kala itu, terpaksa menghentikan banyak proyek infrastruktur, termasuk pembangunan bandara.

Semangat Tak Pernah Padam: Sumarlin dan Habibie Lanjutkan Estafet

Harapan kembali menyala ketika JB Sumarlin mengambil alih kepemimpinan Otorita Batam. Bersama Soedjatmiko, mereka menghidupkan lagi proyek Hang Nadim. Namun, titik balik paling signifikan terjadi pada tahun 1978, saat Prof. Dr. Ing. BJ Habibie dipercaya memimpin Otorita Batam. Di tangan beliau, proyek-proyek strategis seperti bandara, pelabuhan, dan kawasan industri digenjot habis-habisan.

Habibie memahami betul peran penting konektivitas udara bagi pulau industri seperti Batam. Tak hanya untuk mendukung pergerakan manusia dan barang, tetapi juga sebagai representasi kemajuan Indonesia dalam percaturan ekonomi Asia Tenggara.

Baca Juga :  Pertemuan yang Menghangatkan Hati: Raja Mustakim dan Sang Mentor, Datok Rida K Liamsi

Mewujudkan Mimpi Besar: Hang Nadim Bangkit

Memasuki dekade 1980-an, Bandara Hang Nadim mulai aktif melayani penerbangan domestik. Rute Batam–Jakarta dan Batam–Palembang menjadi penghubung utama Batam dengan kota-kota besar di Indonesia. Seiring waktu, lalu lintas udara makin padat, sejalan dengan pertumbuhan pesat Batam sebagai kawasan industri dan investasi.

Landasan pacunya yang sepanjang 4.025 meter—terpanjang di Indonesia hingga kini—dibangun bukan tanpa alasan. Hang Nadim disiapkan untuk dapat mendaratkan pesawat berbadan lebar seperti Boeing 747 dan Antonov AN-124, yang menjadi simbol kekuatan logistik dan kargo udara kelas dunia.

Bandara Kelas Dunia dari Pulau Kecil

Kini, Bandara Internasional Hang Nadim melayani lebih dari 10 juta penumpang per tahun, dan menjadi salah satu bandara tersibuk di wilayah barat Indonesia. Hampir semua maskapai nasional beroperasi di sini, dari Garuda Indonesia hingga Lion Air, Citilink, Super Air Jet, hingga Batik Air.

Baca Juga :  Gagalkan Penyelundupan Narkoba, Kemenhub Beri Penghargaan AVSEC Hang Nadim

Hang Nadim juga telah membuka konektivitas ke sejumlah negara di Asia seperti Malaysia, Thailand, Korea Selatan, Vietnam, hingga Tiongkok. Bandara ini pun menjadi alternatif penerbangan internasional yang efisien selain melalui Jakarta dan Singapura.

Dengan terminal penumpang seluas 27.066 meter persegi, pengembangan terus dilakukan. Rencana ekspansi menjadi 80.000 meter persegi akan mendukung pertumbuhan trafik dan menjadikan Batam sebagai hub internasional yang kompetitif.

Masa Depan: Menuju Aerotropolis dan Ekonomi Udara

Seiring dengan pembangunan Hang Nadim Airport Development Project dan rencana pengembangan kawasan Aerotropolis, bandara ini bukan hanya akan menjadi titik transit, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis logistik, manufaktur ringan, dan pariwisata.

Hang Nadim telah membuktikan bahwa mimpi besar bisa tumbuh dari sebuah pulau kecil. Dari Batubesar, mimpi itu kini telah mengangkasa. Dan masa depan, masih menjanjikan lebih banyak lagi.

Penulis : RP

Editor : IZ

Berita Terkait

ADC Amsakar: Kisah Loyalitas Ridhian WR & Syahibul Aziz yang Tak Pernah Retak
25 Tahun DPRD Batam: Kamaluddin Tegaskan, Jalan Pengabdian Tak Pernah Berujung
Tumbuh dalam Doa, Memimpin dengan Hati: Sebuah Refleksi 48 Tahun Mas Kamal
Pertemuan yang Menghangatkan Hati: Raja Mustakim dan Sang Mentor, Datok Rida K Liamsi
Kepemimpinan yang Membungkuk di Tengah Luka: Amsakar dan Satu Detik yang Menyelamatkan
Pelukan, Air Mata, dan Doa: Momen Haru Kepulangan Jemaah Haji Kloter 08 di Batam
Laut Jadi Saksi, Langit Mengamini: Perjalanan Cinta dalam Tugas Mulia Kepala KUA Singkep Barat
1 Desember, Ditjen Imigrasi Terapkan Penerbitan E-Paspor 100 Persen

Berita Terkait

Rabu, 19 November 2025 - 21:42 WIB

ADC Amsakar: Kisah Loyalitas Ridhian WR & Syahibul Aziz yang Tak Pernah Retak

Sabtu, 1 November 2025 - 10:48 WIB

25 Tahun DPRD Batam: Kamaluddin Tegaskan, Jalan Pengabdian Tak Pernah Berujung

Senin, 27 Oktober 2025 - 15:33 WIB

Tumbuh dalam Doa, Memimpin dengan Hati: Sebuah Refleksi 48 Tahun Mas Kamal

Kamis, 28 Agustus 2025 - 13:29 WIB

Pertemuan yang Menghangatkan Hati: Raja Mustakim dan Sang Mentor, Datok Rida K Liamsi

Kamis, 10 Juli 2025 - 06:02 WIB

Mimpi Besar dari Batam: Sejarah dan Transformasi Bandara Hang Nadim

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB