INIKEPRI.COM – Memasuki musim angin kencang yang mulai terasa di sejumlah wilayah, termasuk di kawasan Belakang Padang, Batam, aktivitas bermain layangan kembali marak di kalangan masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja. Namun, di balik keseruan permainan tradisional ini, tersembunyi potensi bahaya yang tidak bisa diabaikan.
Merespons hal tersebut, PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Belakang Padang mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan tidak bermain layangan di sekitar jaringan listrik. Manager PLN ULP Belakang Padang, Andri Van Anugrah, menekankan pentingnya menjaga keselamatan bersama.
“Layangan memang menyenangkan dan menjadi hiburan rakyat yang cukup digemari, apalagi saat angin sedang kuat. Tapi kami mengingatkan, hindarilah area yang dekat dengan jaringan listrik. Benang layangan, terutama yang menggunakan bahan konduktif seperti kawat atau gelasan, sangat berisiko jika tersangkut pada kabel listrik,” ujar Andri, Jumat (11/7/2025).
Menurut Andri, benang yang menyentuh kabel listrik dapat menyebabkan gangguan serius pada sistem kelistrikan. Tak hanya mengakibatkan pemadaman, tetapi juga berisiko menimbulkan korsleting hingga kebakaran, yang tentu saja membahayakan nyawa.
PLN mencatat bahwa insiden seperti ini bukan hal baru. Layangan yang tersangkut pada jaringan kerap menjadi penyebab padamnya listrik di sejumlah wilayah. Oleh karena itu, edukasi dan sosialisasi terus dilakukan sebagai langkah pencegahan.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama kami. Kami mengajak semua pihak, terutama orang tua dan komunitas, untuk lebih peduli. Mari kita sama-sama menjaga keandalan sistem listrik dengan cara yang sederhana: tidak bermain layangan di dekat kabel listrik,” tegas Andri.
PLN juga mengajak masyarakat untuk segera melapor jika menemukan layangan atau benang yang terjebak di jaringan listrik melalui aplikasi PLN Mobile atau menghubungi Contact Center PLN 123. Partisipasi aktif dari masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sistem kelistrikan yang lebih andal.
Penulis : DI
Editor : IZ

















