INIKEPRI.COM – Pemerintah Kota Batam melalui kepemimpinan Wali Kota Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pendidikan.
Tahun 2025, Pemko Batam menargetkan pembangunan 42 ruang kelas baru (RKB) dan 3 unit sekolah baru (USB) sebagai bagian dari 15 Program Prioritas pembangunan daerah.
Program ini dirancang untuk mengatasi kekurangan ruang belajar dan meningkatkan akses pendidikan yang merata di seluruh wilayah Batam.
“Pendidikan adalah fondasi pembangunan manusia. Maka kami serius memastikan setiap anak di Batam bisa belajar di ruang yang layak, dekat dari tempat tinggalnya,” tegas Amsakar, beberapa waktu lalu.
Rinciannya sebagai berikut:
- TK: 2 ruang kelas di TK Negeri 008 dan TK Negeri 009 Batam
- SD: 16 ruang kelas di 10 sekolah, termasuk SD Muhajirin, SD Favorit Barelang, hingga SDN 007 Sekupang
SMP: 24 ruang kelas untuk 11 SMP negeri seperti SMPN 3, SMPN 11, hingga SMPN 65 Batam
Sementara pembangunan 3 unit sekolah baru meliputi:
- 1 TK di Pulau Abang, Kecamatan Galang
- 1 SD di wilayah Sagulung
- 1 SMP di Kampung Panglong
Pembangunan ini diarahkan pada wilayah yang mengalami pertumbuhan penduduk pesat serta kekurangan ruang belajar akibat lonjakan peserta didik setiap tahunnya.
Jika mengacu pada data per Juli 2025, Batam telah memiliki total 995 sekolah dengan 7.293 ruang kelas dari jenjang TK hingga SMP. Namun, sebagian besar ruang kelas masih didominasi oleh sektor swasta, sementara sekolah negeri masih perlu diperluas untuk menjamin pemerataan akses pendidikan publik.
Data Sekolah di Batam (Juli 2025):
- TK: 21 negeri, 377 swasta | Ruang kelas: 46 negeri, 1.035 swasta
- SD: 145 negeri, 244 swasta | Ruang kelas: 1.664 negeri, 2.740 swasta
- SMP: 65 negeri, 143 swasta | Ruang kelas: 916 negeri, 892 swasta
Amsakar menyebutkan bahwa pembangunan sektor pendidikan tidak hanya soal fisik bangunan, tetapi juga komitmen terhadap masa depan generasi muda Batam.
“Kami ingin anak-anak di Galang, Sagulung, dan kawasan pesisir lainnya merasakan layanan pendidikan yang sama baiknya dengan di pusat kota,” ujarnya.

Ke depan, Pemko Batam akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat dan stakeholder pendidikan untuk mempercepat transformasi sistem pendidikan di Batam yang inklusif, adaptif, dan berkualitas.
Penulis : DI
Editor : IZ

















