INIKEPRI.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, menyatakan bahwa kegiatan belajar mengajar program Sekolah Rakyat (SR) akan resmi dimulai pada Agustus 2025. Natuna menjadi salah satu daerah yang ditunjuk sebagai pelaksana tahap awal program nasional tersebut.
Bupati Natuna Cen Sui Lan menyampaikan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif Kementerian Sosial (Kemensos) yang ditujukan untuk memberi akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu, terutama yang mengalami putus sekolah.
“Natuna ditetapkan sebagai daerah pelaksana perdana Sekolah Rakyat tahap 1C. Karena gedung sekolah belum tersedia, maka kegiatan belajar sementara akan dilaksanakan di Asrama Haji,” ujar Cen Sui Lan, Jumat (18/7/2025).
Asrama Haji Disulap Jadi Sekolah Berbasis Asrama
Asrama Haji Natuna dipilih sebagai lokasi sementara karena dinilai memiliki fasilitas memadai. Bangunan ini tengah dalam tahap perbaikan dan penyesuaian, dengan progres renovasi mencapai 60–70 persen.
Gedung tersebut akan difungsikan sebagai ruang kelas, ruang guru, ruang administrasi, sekaligus tempat tinggal bagi peserta didik dan tenaga pengajar. Hal ini sesuai dengan konsep Sekolah Rakyat yang berbasis asrama, di mana semua unsur pendidikan tinggal dan beraktivitas dalam satu kawasan terpadu.
“Seluruh biaya renovasi dan pengadaan sarana pendukung ditanggung oleh pemerintah pusat melalui Kemensos,” tambah Cen Sui Lan.
Verifikasi Peserta Masih Berlangsung, Fokus pada Anak Putus Sekolah
Secara terpisah, Kepala Dinas Sosial Natuna Puryanti menjelaskan bahwa program ini sepenuhnya gratis. Semua kebutuhan, mulai dari pendidikan, akomodasi, hingga konsumsi peserta didik, akan dibiayai oleh Kemensos.
“Penerima manfaat program ditentukan berdasarkan data yang telah diinput, dan saat ini kami masih melakukan proses verifikasi dan validasi (verval) terhadap data yang ada,” ujarnya.
Dinsos Natuna ditargetkan menjaring 100 anak sebagai peserta perdana Sekolah Rakyat. Hingga pertengahan Juli, sudah tercatat 77 anak yang telah terverifikasi, terdiri dari 50 anak laki-laki dan 27 anak perempuan.
Meski terkendala oleh kondisi geografis Natuna yang terdiri dari banyak pulau, Puryanti menyatakan pihaknya terus berupaya menjangkau seluruh wilayah untuk memastikan anak-anak yang memenuhi kriteria dapat diikutsertakan.
Fokus pada SMP dan SMA, Kuota SD Dikurangi
Sekolah Rakyat akan membuka tiga jenjang pendidikan sekaligus, yakni Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Namun, setelah melakukan survei lapangan, terjadi penyesuaian pada komposisi jenjang pendidikan.
“Awalnya kami mengalokasikan 50 siswa untuk jenjang SD, dan masing-masing 25 untuk SMP dan SMA. Tapi setelah disosialisasikan, banyak orang tua tidak mengizinkan anak usia SD untuk ikut program berbasis asrama. Akhirnya, kuota SD dialihkan ke jenjang SMP,” kata Puryanti.
Sosialisasi program terus dilakukan bersamaan dengan proses verifikasi, agar para orang tua memahami manfaat program dan bersedia mengikutsertakan anak-anak mereka.
Sekilas Tentang Sekolah Rakyat
Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan berbasis asrama yang digagas Kementerian Sosial RI untuk memberikan pendidikan formal kepada anak-anak dari keluarga miskin, rentan, atau putus sekolah. Program ini mengintegrasikan pendidikan, pembinaan karakter, dan pemberdayaan sosial dalam satu sistem.
Penulis : DI
Editor : IZ

















