INIKEPRI.COM – Di tengah udara pagi yang masih bersih dari hiruk pikuk kota, bunyi langkah para prajurit dan masyarakat menyatu dalam irama kebersamaan.
Rabu (23/7), Lapangan Kavling Sambau IV menjadi saksi awal dimulainya sebuah gerakan sunyi tapi dahsyat—TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 Tahun 2025, yang bukan hanya membangun fisik, tapi juga menyemai harapan.
Hadir dalam momen penuh makna itu, Ketua DPRD Kota Batam, H. Muhammad Kamaludin, membawa semangat rakyat dan suara harapan dari parlemen menuju akar-akar desa. Ia berdiri di antara barisan prajurit, pemimpin daerah, dan warga, menyuarakan pentingnya sinergi lintas sektor dalam membangun negeri dari pinggiran.
“TMMD bukan sekadar program pembangunan. Ini adalah wajah lain dari cinta Tanah Air. Di sini, TNI tidak hanya memanggul senjata, tapi juga harapan. Mereka hadir di tengah masyarakat—menambal jalan, memperbaiki drainase, membenahi masa depan,” ucap Kamaludin.
Ia melanjutkan, dalam balutan kehangatan suasana dan semangat kebangsaan, bahwa pembangunan tidak melulu tentang beton dan semen. Ia adalah cermin dari perhatian, sentuhan dari negara, dan simbol bahwa setiap jengkal tanah republik ini memiliki hak yang sama untuk tumbuh dan berkembang.
“Ketika prajurit turun ke desa, dan rakyat menyambut dengan tangan terbuka—di sanalah kita melihat Indonesia dalam wujud paling sejatinya: satu, utuh, dan bergotong royong,” sambungnya dengan nada yang menggugah.
Kegiatan TMMD ke-125 yang diselenggarakan oleh Kodim 0316/Batam ini melibatkan berbagai elemen, termasuk Forkopimda Kota Batam, serta masyarakat dari berbagai latar belakang.
Tema tahun ini, “Dengan Semangat TMMD, Mewujudkan Pemerataan Pembangunan dan Ketahanan Nasional di Wilayah,” menjadi napas yang menuntun seluruh kegiatan.
Pembangunan jalan, rehabilitasi fasilitas umum, pelayanan kesehatan, hingga penyuluhan bela negara menjadi bagian tak terpisahkan dari rangkaian TMMD. Setiap kegiatan dirancang tak hanya untuk memperbaiki infrastruktur, tapi juga menumbuhkan rasa cinta tanah air dan kepedulian sosial.
Di Kavling Sambau, tanah yang selama ini mungkin luput dari gemerlap kota, kini menjadi panggung bagi kisah besar: tentang negara yang hadir, tentang tentara yang mengabdi dalam senyap, dan tentang rakyat yang menyambut dengan hangat.
“Dari tempat seperti Sambau inilah bangsa ini mengakar. Dan dari sinilah pula kekuatan besar itu tumbuh. Maka, siapa yang membangun desa, ia tengah menulis masa depan Indonesia,” tutup Kamaludin penuh semangat.
TMMD adalah catatan tentang keberanian yang tidak riuh, tentang kerja keras yang tak mencari sorotan, dan tentang cinta Tanah Air yang diwujudkan dalam tindakan nyata. Dan di titik itulah, para pemimpin seperti H. Muhammad Kamaludin berdiri tegak: mengawal, mendukung, dan menjadi jembatan antara mimpi rakyat dan wujud pembangunan.
Penulis : IZ

















