Dari Rempang ke Tanjung Banon: Sertifikat di Tangan, Harapan di Ujung Senyum

- Publisher

Selasa, 12 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara dan Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam Amsakar Achmad berfoto bersama warga penerima Sertifikat Hak Milik (SHM) di Tanjung Banon, Kecamatan Galang, Batam, Selasa (12/8/2025). Penyerahan 94 sertifikat ini menjadi bagian dari program relokasi warga Rempang dalam pembangunan Rempang Eco-City. Foto: INIKEPRI.COM

Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara dan Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam Amsakar Achmad berfoto bersama warga penerima Sertifikat Hak Milik (SHM) di Tanjung Banon, Kecamatan Galang, Batam, Selasa (12/8/2025). Penyerahan 94 sertifikat ini menjadi bagian dari program relokasi warga Rempang dalam pembangunan Rempang Eco-City. Foto: INIKEPRI.COM

INIKEPRI.COM – Pagi itu, Selasa (12/8/2025) halaman Perumahan Kampung Banon, Kecamatan Galang, terasa berbeda. Matahari menyinari hamparan rumah-rumah baru, sementara ratusan pasang mata memandang ke arah panggung sederhana.

Di sanalah Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara dan Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam Amsakar Achmad berdiri, siap menyerahkan dokumen yang selama ini hanya jadi mimpi bagi sebagian warga: Sertifikat Hak Milik.

Di antara kerumunan, Samsudi menggenggam erat topi lusuhnya. Lelaki paruh baya itu pernah tinggal di Rempang, sebelum proyek Rempang Eco-City mengubah segalanya. Hari ini, ia menjadi satu dari 94 penerima sertifikat. Saat namanya dipanggil, langkahnya mantap, meski matanya berkaca-kaca.

“Terima kasih kepada Presiden, pemerintah pusat, dan daerah atas bantuan ini. Kami siap maju, asalkan masyarakat Melayu juga diperhatikan,” ujarnya lirih, sambil mencium kertas sertifikat yang baru saja ia terima.

BACA JUGA:  Putra Siregar Kirim Surat ke Istri: Mau Tutup PStore Glow dan Bagikan Gratis ke Masyarakat

Janji Negara yang Nyata

Bagi Amsakar Achmad, penyerahan sertifikat bukan sekadar formalitas, melainkan bukti janji negara.

“Ini adalah janji negara kepada warga. Apa yang sudah disampaikan akan segera dilaksanakan. Tidak perlu ada keraguan, karena sarana, prasarana, dan sertifikat akan diberikan,” katanya, disambut tepuk tangan panjang.

Ia meminta warga tak tergesa-gesa menjual lahan 500 meter persegi yang kini telah sah secara hukum.

“Tidak mudah mendapatkan lahan 500 meter persegi, jadi jangan buru-buru dijual,” pesannya.

Amsakar memaparkan rencana besar: jalan beraspal, air bersih, listrik, sekolah, klinik, pelabuhan, hingga SPBU. Dalam 2–5 tahun ke depan, Tanjung Banon diharapkan berubah menjadi permukiman modern.

BACA JUGA:  Wujudkan Kepemimpinan Berkemajuan, Amsakar: Intelektualis, Humanitas dan Spiritualitas Harus Seimbang dan Adaptif dengan Zaman

Transmigrasi Modern: Bukan Sekadar Pindah

Menteri Iftitah menegaskan, Tanjung Banon akan menjadi contoh sukses transmigrasi modern.

“Program ini tidak hanya memindahkan penduduk, tetapi membangun ekosistem ekonomi, pendidikan, dan sosial yang berkelanjutan,” jelasnya.

Ia membawa kabar gembira: dermaga baru, rumah produksi ikan, SPBU, perahu nelayan, tanaman produktif, hingga Kampus Patriot yang akan diisi mahasiswa pascasarjana dari universitas ternama. Mereka akan tinggal, belajar, sekaligus membantu warga mengembangkan potensi daerah.

“Tanjung Banon punya potensi besar di sektor perikanan, hortikultura, dan pariwisata. Semua akan kami kembangkan,” tegasnya.

BACA JUGA:  Dari Sijantung untuk Negeri: Erlita dan Semangat Membina Akhlak Mulia

Senyum di Ujung Perjalanan

Bagi warga seperti Samsudi, sertifikat tanah berarti lebih dari sekadar kepemilikan. Ia adalah tiket menuju masa depan yang lebih pasti. Dari gubuk sementara di Rempang hingga rumah permanen di Tanjung Banon, perjalanan itu panjang, melelahkan, tapi hari ini ada senyum di ujungnya.

Di panggung, para pejabat menyerahkan sertifikat satu per satu. Kamera mengabadikan setiap momen. Di sudut halaman, anak-anak berlarian sambil memegang bendera kecil, tak sepenuhnya paham arti hari ini, tapi ikut merasakan bahagia yang menular.

Di Tanjung Banon, sebuah permukiman baru tengah lahir dibangun di atas fondasi kepastian hukum, fasilitas modern, dan mimpi-mimpi yang mulai berakar.

Penulis : IZ

Berita Terkait

Festival Transmigrasi 2026, Momentum Perkenalkan Potensi dan Masa Depan Rempang Eco City
BP Batam Gelar Salat Istisqa Bersama Ratusan Warga di Waduk Nongsa
Ribuan Warga Padati Sagulung Merdeka Fest 2026, Amsakar Sebut Kebersamaan Jadi Kekuatan Batam
Investasi Jangan Hanya Menumpuk di Batam, Sturman Dorong Pembangunan Natuna hingga Anambas
Batam Lirik Lingga untuk Pasokan Air Baku, Investasi Besar Jadi Tantangan
Warga Sungai Beduk Keluhkan Air Bersih, Lahan Pemakaman 4,76 Hektare Masih Tunggu Pusat
Amsakar Tegaskan APBD Batam 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat
Perselisihan HP dan OTP Berujung Dugaan KDRT, Kreator Konten Batam Diamankan Polisi

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Festival Transmigrasi 2026, Momentum Perkenalkan Potensi dan Masa Depan Rempang Eco City

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:03 WIB

BP Batam Gelar Salat Istisqa Bersama Ratusan Warga di Waduk Nongsa

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:16 WIB

Ribuan Warga Padati Sagulung Merdeka Fest 2026, Amsakar Sebut Kebersamaan Jadi Kekuatan Batam

Minggu, 11 Oktober 2026 - 06:15 WIB

Investasi Jangan Hanya Menumpuk di Batam, Sturman Dorong Pembangunan Natuna hingga Anambas

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Batam Lirik Lingga untuk Pasokan Air Baku, Investasi Besar Jadi Tantangan

Berita Terbaru

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Lifestyle

Kenapa Kamar Hotel Jarang Sediakan Guling? Ini 4 Alasannya

Minggu, 11 Okt 2026 - 10:55 WIB