Bukan Sekadar Perbatasan: Visi Cen Sui Lan Wujudkan Natuna sebagai Pusat Logistik

- Publisher

Senin, 25 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Kepri Ansar Ahmad bersama Bupati Natuna Cen Sui Lan dalam Rapat Koordinasi Ekspor dan Impor digelar di Gedung Daerah, Tepi Laut, Tanjungpinang, Senin (25/8/2025). Foto: INIKEPRI.COM/KepriProv

Gubernur Kepri Ansar Ahmad bersama Bupati Natuna Cen Sui Lan dalam Rapat Koordinasi Ekspor dan Impor digelar di Gedung Daerah, Tepi Laut, Tanjungpinang, Senin (25/8/2025). Foto: INIKEPRI.COM/KepriProv

INIKEPRI.COM — Suasana rapat koordinasi ekspor-impor di Gedung Daerah Provinsi Kepri, Senin (25/8/2025), terasa berbeda. Tidak hanya sekadar membahas angka statistik dan regulasi, forum ini menjadi ajang penegasan visi besar: menjadikan Natuna sebagai gerbang ekspor-impor di kawasan perbatasan Indonesia.

Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menyampaikan dukungannya secara tegas. Namun, di balik gagasan itu, ada sosok Bupati Natuna, Cen Sui Lan, yang konsisten mengusung aspirasi masyarakat perbatasan.

Menurut Ansar, langkah ini berawal dari komunikasi intens dengan Bupati Cen Sui Lan yang melihat kebutuhan mendesak Natuna akan pasokan bahan pokok melalui jalur impor.

“Ibu Bupati menyampaikan ide agar Natuna bisa melakukan kegiatan impor untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Alhamdulillah, sudah ditetapkan Pelabuhan Selat Lampa sebagai lokasi, dan ke depan kita juga berharap bisa melaksanakan ekspor dari sana,” ungkap Ansar.

BACA JUGA:  Ansar Resmikan BPBL Gratis dari Dana CSR di Batam

Natuna sebagai Hub, Bukan Hanya Konsumen

Bupati Cen Sui Lan dalam forum itu menegaskan bahwa dengan jumlah penduduk hanya sekitar 80 ribu jiwa, kegiatan impor murni untuk kebutuhan lokal tidak akan menarik minat vendor. Karena itu, ia mendorong strategi besar: menjadikan Natuna sebagai hub distribusi barang untuk kawasan sekitarnya.

“Kalau hanya untuk kebutuhan Natuna, vendor akan berpikir dua kali. Maka strategi kami adalah menjadikan Natuna sebagai hub impor dan ekspor dengan dukungan penuh pemerintah provinsi dan pusat,” jelas Cen Sui Lan.

Visi ini tidak hanya berbicara tentang ketahanan pangan Natuna, tetapi juga bagaimana perbatasan bisa berubah menjadi pusat perputaran ekonomi yang melibatkan Kalimantan, Sulawesi, bahkan kawasan internasional.

Infrastruktur dan Regulasi Jadi Kunci

Gubernur Ansar menegaskan agar Pelabuhan Selat Lampa segera difungsikan penuh. Dari izin impor, neraca kebutuhan, hingga fasilitas karantina, imigrasi, dan bea cukai, semuanya harus dipersiapkan matang.

BACA JUGA:  Pergub Lisensi Arsitek Nomor 9/2025 Disosialisasikan, Pastikan Karya Arsitektur Aman dan Berestetika

“Saya berharap Pelabuhan Selat Lampa yang sudah kita tinjau bisa segera difungsikan. Lebih cepat lebih baik. Semua pihak harus bergerak bersama agar fasilitas lengkap dan regulasi tidak lagi menjadi hambatan,” tegas Ansar.

Cen Sui Lan menyambut dukungan itu dengan optimisme. Menurutnya, langkah percepatan ini bukan hanya untuk kepentingan Natuna, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia di kawasan perbatasan.

Dukungan dari Swasta dan Mitra Strategis

Dukungan tak hanya datang dari pemerintah. Pihak swasta, salah satunya PT Eco Batam Indonesia, menilai bahwa pembukaan jalur langsung ke Natuna bisa memangkas biaya logistik secara signifikan.

“Kalau dari Tiongkok ke Natuna jaraknya hanya 2.300 km, tetapi jika harus memutar ke Jakarta, Surabaya, lalu Batam bisa mencapai 10.000 km. Hal inilah yang membuat harga barang di Natuna tinggi. Jika jalur langsung dibuka, Natuna bisa menjadi logistics hub strategis,” ujar perwakilan perusahaan.

BACA JUGA:  Garuda Indonesia Siapkan Citilink A320 untuk Beroperasi Setiap Hari di Bandara RHF Tanjungpinang

Selain impor, Cen Sui Lan menyoroti potensi ekspor komoditas lokal seperti kelapa, pinang, pisang, dan hasil pertanian lain yang bisa menembus pasar Singapura dan Tiongkok.

Kolaborasi untuk Percepatan

Rencana besar ini turut didukung Bea Cukai Tanjungpinang, KSOP Kelas II Tanjungpinang, serta Balai Karantina Pertanian. Semua pihak berkomitmen mempermudah regulasi dan perizinan.

Ansar menutup rapat dengan penekanan kolaborasi semua pihak, sementara Cen Sui Lan menegaskan komitmennya untuk membawa aspirasi Natuna hingga ke pemerintah pusat.

“Natuna bukan hanya perbatasan yang menunggu perhatian, tetapi harus kita jadikan pintu masuk dan keluar perdagangan internasional. Jika ini berhasil, maka masyarakat Natuna akan merasakan dampak nyata dari pertumbuhan ekonomi,” pungkas Cen Sui Lan.

Penulis : IZ

Berita Terkait

Pawai Budaya HUT ke-81 RI Meriah, Ribuan Warga Natuna Tumpah ke Jalan
Penggerebekan Kasino Batam: 197 Orang Diamankan, 10 WNA dan Rp7,7 Miliar Disita
BP Batam Hormati Hak Warga, Buka Ruang Dialog dan Verifikasi dalam Penyiapan Lahan Sekolah Terintegrasi Merah Putih
Jelang HUT ke-81 RI, Amsakar dan Li Claudia Pastikan Kesiapan Upacara di Batam
Dikukuhkan Bupati Cen Sui Lan, 33 Paskibraka Natuna Siap Tugas pada 17 Agustus
Sudah Pindah ke Batam, Tapi Tak Bisa Urus AK-1 karena KTP Non-Permanen
Bupati Cen Sui Lan Sambut Pangkogabwilhan I di Natuna, Perkuat Sinergi Pertahanan di Perbatasan
Rp400 Juta Digelontorkan untuk Masjid Darul Aman, Warga Belakang Gunung Sampaikan Apresiasi ke Bupati Cen Sui Lan

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 14:17 WIB

Pawai Budaya HUT ke-81 RI Meriah, Ribuan Warga Natuna Tumpah ke Jalan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:19 WIB

Penggerebekan Kasino Batam: 197 Orang Diamankan, 10 WNA dan Rp7,7 Miliar Disita

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:15 WIB

BP Batam Hormati Hak Warga, Buka Ruang Dialog dan Verifikasi dalam Penyiapan Lahan Sekolah Terintegrasi Merah Putih

Minggu, 16 Agustus 2026 - 09:12 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Amsakar dan Li Claudia Pastikan Kesiapan Upacara di Batam

Minggu, 16 Agustus 2026 - 08:38 WIB

Sudah Pindah ke Batam, Tapi Tak Bisa Urus AK-1 karena KTP Non-Permanen

Berita Terbaru