Penggerebekan Kasino Batam: 197 Orang Diamankan, 10 WNA dan Rp7,7 Miliar Disita

- Publisher

Minggu, 16 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

doorstop terkait penindakan tindak pidana perjudian jenis kasino di 9 Stage Lounge & Bar.  Foto: INIKEPRI.COM

doorstop terkait penindakan tindak pidana perjudian jenis kasino di 9 Stage Lounge & Bar. Foto: INIKEPRI.COM

INIKEPRI.COM – Tim gabungan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menggerebek sebuah lokasi yang diduga menjadi tempat aktivitas perjudian di kawasan Ruko Nagoya Indah Blok B2, Batu Selicin, Batam, Sabtu (15/8/2026) malam.

Dalam penindakan tersebut, polisi mengamankan 197 orang yang berada di lokasi serta menyita uang tunai sekitar Rp7,7 miliar.

Wakil Kepala Bareskrim Polri Irjen Pol Nunung Syaifuddin mengatakan, pengungkapan aktivitas perjudian tersebut dilakukan setelah aparat melakukan penyelidikan selama kurang lebih tiga bulan di Batam.

“Benar kemarin malam Tim gabungan Bareskrim Polri menggerebek Nine Stage Lounge and Bar di Nagoya Indah sekitar pukul 21.30 WIB,” jelas Nunung saat memberikan keterangan pers di Polresta Barelang Batam, Minggu (16/8/2026) siang.

Menurut Nunung, pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi yang diterima aparat. Informasi tidak hanya berasal dari masyarakat, tetapi juga dari awak media dan tokoh masyarakat di Batam.

BACA JUGA:  Langkah Nyata Amsakar: Hujan Tak Menghalangi Pengabdian

“Penindakan ini berawal bukan hanya dari informasi masyarakat saja, tapi juga informasi dari rekan-rekan media dan tokoh masyarakat di Batam,” ujarnya.

Pemilik hingga pemain diamankan

Dari 197 orang yang diamankan, polisi menemukan berbagai peran yang diduga berkaitan dengan operasional aktivitas perjudian di lokasi tersebut.

Mereka terdiri dari satu orang pemilik berinisial A, dua manajer, lima kasir, satu pengawas, 25 penukar chip, 65 dealer atau bandar, dua staf marketing serta 96 pemain.

Dari 96 pemain yang diamankan, terdapat 10 warga negara asing (WNA).

Mereka terdiri dari tujuh warga negara China, dua warga negara Singapura dan satu warga negara Malaysia.

Nunung mengatakan, pihak-pihak yang diduga memiliki peran utama dalam perkara tersebut akan dibawa ke Jakarta untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut oleh penyidik Bareskrim Polri.

BACA JUGA:  Dari Hadrah ke Hadiah Umrah, Safari Ramadan NasDem Kepri Penuh Makna di Pesantren Al Fadlu 7 Batam

“Pihak-pihak yang diduga sebagai tokoh utama dalam perkara tersebut akan dibawa ke Jakarta untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut oleh penyidik Bareskrim Polri,” jelasnya.

Uang Rp7,7 Miliar dan mesin judi disita

Selain mengamankan ratusan orang, polisi juga menemukan uang tunai dalam jumlah besar di lokasi.

Total uang yang disita mencapai sekitar Rp7,79 miliar. Sebagian besar uang tersebut ditemukan di dalam tiga brankas.

Selain itu, polisi menemukan uang tunai sebesar Rp500 juta di laci meja yang digunakan untuk penukaran chip.

Tak hanya uang, sejumlah mesin yang diduga digunakan sebagai sarana perjudian juga diamankan sebagai barang bukti.

Barang bukti tersebut meliputi 16 mesin piala atau bubble, 54 mesin scatter, 20 mesin mahyong, satu mesin dadu dan 14 mesin tembak ikan.

Terancam pidana hingga sembilan tahun

Dalam perkara tersebut, para pelaku perjudian akan dijerat dengan Pasal 426 ayat (1) huruf a, b, dan/atau c serta Pasal 427 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

BACA JUGA:  Perbaikan Jalan Raja Isa Dikebut, Rampung Akhir 2025

Ancaman pidana untuk pasal tersebut maksimal sembilan tahun penjara.

Selain pasal perjudian, penyidik juga menerapkan ketentuan terkait tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.

Nunung juga memberikan peringatan kepada pemilik gelanggang permainan (gelper) maupun tempat hiburan lainnya yang masih menjalankan aktivitas ilegal.

“Bagi pemilik gelanggang permainan (gelper) dan tempat hiburan lainnya agar menghentikan aktivitas ilegal apabila tidak ingin berhadapan dengan tindakan hukum,” tegasnya.

Penggerebekan tersebut menjadi salah satu penindakan besar terhadap aktivitas perjudian di Batam. Selain jumlah orang yang diamankan mencapai 197 orang, aparat juga menyita miliaran rupiah serta puluhan mesin yang diduga digunakan untuk kegiatan perjudian.

Penulis : RBP

Editor : IZ

Berita Terkait

Bright By PLN Batam Segera Diluncurkan, Urusan Listrik Makin Mudah dari Genggaman Lewat Digital
Batam Masuk 10 Besar Pelabuhan dengan Pertumbuhan Konektivitas Tertinggi Dunia
Kualitas Udara Batam Tidak Sehat, DPRD Dukung Siswa TK hingga SMP Belajar dari Rumah
Mooncake Festival Meriah, Amsakar Bicara Potensi Budaya untuk Gerakkan Ekonomi Batam
18 Koperasi Desa Merah Putih Batam Diverifikasi, Tinggal Menunggu Tahap Serah Terima
Cegah Banjir, Batam Rutin Normalisasi Drainase hingga Siapkan Kolam Retensi 2027
Amsakar Dorong Guru Al-Qur’an Lebih Kreatif, Tak Hanya Kuasai Materi tapi Juga Teknologi
Amsakar – Li Claudia Siapkan SWRO untuk Penuhi Kebutuhan Air Data Center, Waduk Tetap untuk Masyarakat

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 07:00 WIB

Bright By PLN Batam Segera Diluncurkan, Urusan Listrik Makin Mudah dari Genggaman Lewat Digital

Rabu, 30 September 2026 - 06:30 WIB

Batam Masuk 10 Besar Pelabuhan dengan Pertumbuhan Konektivitas Tertinggi Dunia

Selasa, 29 September 2026 - 11:09 WIB

Kualitas Udara Batam Tidak Sehat, DPRD Dukung Siswa TK hingga SMP Belajar dari Rumah

Senin, 28 September 2026 - 10:57 WIB

Mooncake Festival Meriah, Amsakar Bicara Potensi Budaya untuk Gerakkan Ekonomi Batam

Senin, 28 September 2026 - 07:22 WIB

18 Koperasi Desa Merah Putih Batam Diverifikasi, Tinggal Menunggu Tahap Serah Terima

Berita Terbaru