INIKEPRI.COM – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026), tercatat sebagai salah satu gempa terbesar yang terjadi di dunia sepanjang 2026.
Berdasarkan data United States Geological Survey (USGS) yang dirangkum CNBC Indonesia Research, gempa NTT menempati posisi kedua berdasarkan magnitudo, hanya berada di bawah gempa M7,8 yang mengguncang Filipina pada Juni 2026.
Gempa NTT terjadi pada pukul 05.58 WITA. Berdasarkan laporan BMKG, episentrum gempa berada sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer.
Guncangan dirasakan cukup luas, mulai dari wilayah NTT, Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga sebagian Sulawesi Selatan.
Data sementara BNPB hingga Sabtu petang mencatat 47 orang meninggal dunia, sementara sekitar 2.000 warga mengungsi di Kabupaten Nagekeo.
BMKG juga mencatat sedikitnya 37 gempa susulan dengan magnitudo antara M3,7 hingga M6,2.
Dampak gempa turut terlihat pada sejumlah bangunan dan fasilitas publik. Data sementara mencatat 157 rumah rusak berat, 41 rumah rusak sedang dan 148 rumah rusak ringan.
Sejumlah fasilitas umum juga terdampak, termasuk sekolah, fasilitas kesehatan, kantor pemerintahan, pelabuhan hingga terminal bandara.
BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami setelah alat pemantauan menunjukkan adanya perubahan tinggi muka laut sekitar 0,14 meter hingga hampir 1 meter di sejumlah wilayah pesisir. Peringatan tersebut kemudian dicabut.
11 gempa terbesar dunia pada 2026
Gempa NTT menambah daftar panjang gempa berkekuatan besar yang terjadi sepanjang 2026. Berdasarkan data yang dirangkum, berikut 11 gempa dengan magnitudo terbesar tahun ini.
1. Filipina – M7,8
Gempa terbesar sepanjang 2026 terjadi di Pulau Mindanao, Filipina, pada 8 Juni 2026.
Pusat gempa berada sekitar 25 kilometer barat daya Kablalan dengan kedalaman sekitar 57 kilometer. Guncangan menyebabkan kerusakan pada rumah, sekolah, rumah sakit, jalan dan jaringan listrik.
Peringatan tsunami sempat diberlakukan di Filipina, Indonesia dan Malaysia sebelum akhirnya dicabut.
2. Nusa Tenggara Timur – M7,7
Gempa yang mengguncang NTT pada 15 Agustus 2026 menjadi gempa terbesar kedua di dunia sepanjang tahun ini berdasarkan magnitudo.
Gempa dangkal tersebut menimbulkan dampak signifikan di Kabupaten Nagekeo. Puluhan orang meninggal dunia, ribuan warga mengungsi dan ratusan rumah mengalami kerusakan.
3. Venezuela – M7,5
Gempa M7,5 mengguncang Venezuela pada 24 Juni 2026. Gempa tersebut terjadi hanya sekitar 39 detik setelah gempa M7,2 sehingga dikategorikan sebagai doublet earthquake.
Guncangan berdampak pada Caracas, La Guaira dan sejumlah wilayah lainnya. Gempa dipicu mekanisme strike-slip di kawasan batas Lempeng Karibia dan Amerika Selatan.
4. Tonga – M7,5
Gempa M7,5 terjadi di perairan Tonga pada Maret 2026 dengan kedalaman sekitar 234 kilometer.
Karena pusat gempa berada cukup dalam, dampak di permukaan relatif terbatas. Peringatan tsunami sempat diterbitkan sebelum kemudian dicabut.
5. Kolombia – M7,4
Gempa M7,4 mengguncang Departemen Chocó, Kolombia, pada 10 Agustus 2026.
Gempa tersebut disebut menjadi salah satu guncangan terkuat yang terjadi di Kolombia dalam beberapa dekade terakhir. Aktivitas gempa susulan juga tercatat setelah gempa utama.
6. Jepang – M7,4
Gempa M7,4 terjadi di lepas pantai timur laut Jepang pada April 2026.
Otoritas sempat mengeluarkan peringatan tsunami dan melakukan evakuasi terhadap lebih dari 176 ribu penduduk di wilayah pesisir.
Sejumlah layanan transportasi, termasuk kereta cepat, sempat dihentikan sementara.
7. Bitung, Indonesia – M7,4
Gempa M7,4 mengguncang kawasan Laut Maluku pada 2 April 2026.
Guncangan dirasakan di Sulawesi Utara dan Maluku Utara serta memicu tsunami kecil dengan ketinggian maksimum sekitar 0,75 meter.
8. Meksiko – M7,3
Gempa M7,3 mengguncang pesisir Chiapas, Meksiko, pada Juli 2026.
Guncangan dirasakan hingga Guatemala dan El Salvador. Peringatan tsunami sempat dikeluarkan sebelum akhirnya dicabut.
9. Vanuatu – M7,3
Gempa M7,3 terjadi di sekitar Luganville, Vanuatu, pada Maret 2026.
Gempa tersebut memiliki kedalaman lebih dari 120 kilometer sehingga dampak di permukaan relatif terbatas.
10. Venezuela – M7,2
Gempa M7,2 di Venezuela terjadi sekitar 39 detik sebelum gempa M7,5.
Guncangan pertama menyebabkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan. Kondisi tersebut kemudian diperparah oleh gempa berikutnya yang berkekuatan lebih besar.
11. Malaysia – M7,1
Gempa M7,1 mengguncang wilayah bawah Sabah pada Februari 2026.
Meski memiliki magnitudo besar, pusat gempa berada sangat dalam, sekitar 629 kilometer. Kondisi tersebut membuat dampak guncangan di permukaan relatif lebih kecil.
Indonesia berada di kawasan rawan gempa
Besarnya aktivitas gempa di Indonesia tidak terlepas dari posisi geografisnya yang berada di kawasan pertemuan sejumlah lempeng tektonik utama dunia.
Zona subduksi dan keberadaan sejumlah sesar aktif membuat wilayah Indonesia memiliki potensi mengalami gempa bumi berkekuatan besar.
Gempa M7,7 di NTT kembali menunjukkan bahwa potensi tersebut bukan hanya berada di wilayah tertentu, tetapi juga mencakup kawasan Flores dan sekitarnya.
Dengan posisi Indonesia yang berada di jalur tektonik aktif, pemantauan gempa, kesiapsiagaan masyarakat dan penguatan mitigasi bencana menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko ketika gempa besar terjadi.
Penulis : RP
Editor : IZ

















