Amsakar-Li Claudia: Camat dan Lurah Wajib Jadi Garda Terdepan Kebersihan Batam

- Publisher

Jumat, 5 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota, Li Claudia Chandra, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) terkait kebersihan, pertamanan, dan drainase Kota Batam. Foto: INIKEPRI.COM

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota, Li Claudia Chandra, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) terkait kebersihan, pertamanan, dan drainase Kota Batam. Foto: INIKEPRI.COM

INIKEPRI.COM – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota, Li Claudia Chandra, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) terkait kebersihan, pertamanan, dan drainase Kota Batam.

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Hang Nadim, Lantai IV Kantor Wali Kota Batam, Kamis (4/9/2025), dihadiri Pjs. Sekdako, Firmansyah, seluruh camat dan lurah se-Kota Batam.

Dalam arahannya, Amsakar menegaskan peran vital camat dan lurah sebagai ujung tombak pelayanan. Ia meminta penataan lingkungan dimulai dari kantor masing-masing, baik di dalam ruangan maupun area sekitarnya.

“Berbicara kinerja tidak ada artinya jika kantor sendiri berantakan. Kantor yang rapi menghadirkan energi positif sekaligus mencerminkan citra baik pemerintah,” ujar Amsakar.

Menurutnya, lurah dan camat adalah representasi pertama pemerintah di mata masyarakat. Karena itu, penataan kantor tidak boleh diabaikan, apalagi dengan alasan keterbatasan anggaran. Halaman, taman, hingga drainase juga harus tertata.

BACA JUGA:  Amsakar Apresiasi Peran Guru Pos PAUD Mendidik Anak Usia Dini

“Rumput jangan dibiarkan tumbuh tinggi, pohon harus dipangkas rutin, dan drainase mesti diperhatikan. Semua itu mencerminkan keseriusan kita dalam bekerja,” tegasnya.

Terkait banjir, Amsakar mengingatkan pentingnya normalisasi drainase secara rutin di wilayah masing-masing. Ia menegaskan, Dinas Bina Marga telah menyiapkan alat berat untuk mendukung pekerjaan di lapangan sehingga masalah dapat segera ditangani.

“Rajin turun, cek kondisi di lapangan. Jangan hanya menunggu laporan. Jika ada masalah segera informasikan kepada kami,” pesannya.

Selain kebersihan kantor, Amsakar menyoroti persoalan sampah yang masih menjadi perhatian publik. Ia meminta camat dan lurah lebih kreatif dan inovatif dalam menangani persoalan sampah. Evaluasi kinerja akan dilakukan enam bulan ke depan.

“Indikator sederhana kinerja ada tiga: kantor rapi, lingkungan tertata, dan sampah bisa terurai. Itu ukuran paling dasar,” katanya.

Untuk memperkuat layanan persampahan, DLH Batam akan menambah armada baru pada 2026, termasuk 29 unit compactor Hino, 42 arm roll, 10 dump truck, 132 bin sampah, serta satu becak motor. Pemko juga menyiapkan tiga UPT khusus dan pembangunan insinerator.

BACA JUGA:  Amsakar Ajak RT/RW dan Tokoh Masyarakat Perkuat Energi Kolektif Membangun Batam

Agar semua berjalan optimal, Amsakar menekankan pentingnya koordinasi dengan perangkat terkait, mulai dari UPT DLH, Babinsa, hingga kepolisian.

“Dengan begitu, pemerintahan yang responsif dan humanis bisa terbentuk. Keluhan masyarakat harus segera ditangani,” ucapnya.

Tak hanya soal teknis, Amsakar juga menyinggung etika pejabat di lapangan. Ia mengingatkan camat dan lurah agar menjaga kesantunan, menghindari gaya hidup mewah, dan tidak bersikap eksklusif.

“Kita ini pejabat publik. Jangan sampai ada kesan hedonis atau elitis. Apa yang kita lakukan langsung dinilai masyarakat,” pesannya.

Menutup arahannya, Amsakar menekankan pentingnya kerja nyata dan kebersamaan. “Saya berharap camat dan lurah menjaga semangat gotong royong untuk mewujudkan Batam yang bersih dan nyaman,” katanya.

BACA JUGA:  Gubernur Ansar Pimpin Upacara Hardiknas 2023 Tingkat Provinsi Kepri

Senada dengan Wali Kota, Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia, turut menekankan pentingnya konsistensi dan kolaborasi. Ia meminta camat segera merapikan kantor, memperkuat komunikasi dengan lurah, serta memetakan titik-titik lokasi pembuangan sampah liar.

“Koordinasi ini penting agar kita tahu di mana masalah terjadi dan bisa mencari solusi bersama,” ujarnya.

Ia juga mendorong camat dan lurah untuk bekerja sama dengan RT/RW dan masyarakat, sehingga masalah sampah dapat diselesaikan tanpa saling menyalahkan. Penentuan lokasi penampungan, jadwal pengangkutan, hingga kecukupan armada harus dibicarakan dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Selain itu, Li Claudia menekankan pentingnya menciptakan kantor camat dan lurah yang rapi dan nyaman. Hal ini, kata dia, sesuai arahan Wali Kota Batam agar pelayanan publik berjalan lebih baik.

“Tugas kita adalah melayani masyarakat, bukan dilayani,” tegasnya.

Penulis : RBP

Editor : IZ

Berita Terkait

Erupsi Anak Krakatau Berdampak ke Hang Nadim, Lima Penerbangan Batam-Jakarta Dibatalkan
Belakang Padang Bershalawat Jilid 2, Amsakar Ajak Warga Meneladani Akhlak Rasulullah
Kepala BP Batam Kunjungi Warga Sei Lekop, Tambahkan Armada Tangki dan Penguatan Jaringan Dikebut hingga Akhir 2026
Batam-Singapura Makin Erat, Amsakar Dorong Investasi hingga Pariwisata
Bidik Investasi Jepang, BP Batam Jalin Sinergi dengan KBRI, IIPC dan BNI Tokyo
Dari Pasar Jodoh hingga Reklamasi, Amsakar Hadapi Langsung Sorotan Mahasiswa
Amsakar Tanamkan “Rasa Ber-Kita”, Pemko dan BP Batam Diminta Bergerak sebagai Satu Kesatuan
Batam Pacu Penataan Infrastruktur Dasar dan Estetika Kota

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 09:08 WIB

Erupsi Anak Krakatau Berdampak ke Hang Nadim, Lima Penerbangan Batam-Jakarta Dibatalkan

Minggu, 6 September 2026 - 08:47 WIB

Belakang Padang Bershalawat Jilid 2, Amsakar Ajak Warga Meneladani Akhlak Rasulullah

Sabtu, 5 September 2026 - 09:12 WIB

Kepala BP Batam Kunjungi Warga Sei Lekop, Tambahkan Armada Tangki dan Penguatan Jaringan Dikebut hingga Akhir 2026

Jumat, 4 September 2026 - 09:34 WIB

Batam-Singapura Makin Erat, Amsakar Dorong Investasi hingga Pariwisata

Jumat, 4 September 2026 - 08:38 WIB

Bidik Investasi Jepang, BP Batam Jalin Sinergi dengan KBRI, IIPC dan BNI Tokyo

Berita Terbaru