INIKEPRI.COM – Layanan penerbangan perintis di Bandara Dabo Singkep dipastikan tetap berjalan pada tahun 2026.
Meski anggaran subsidi dari pemerintah pusat mengalami penurunan, pihak bandara memastikan pelayanan tetap merata ke seluruh rute.
Kepala Bandara Dabo Singkep, Indra Rohman, mengatakan alokasi subsidi penerbangan perintis tahun depan hanya Rp32 miliar, lebih rendah dibanding tahun ini yang mencapai Rp34 miliar.
“Meski turun sekitar Rp2 miliar, pelayanan tidak akan berkurang,” ujar Indra, Senin (15/9/2025).
Penyesuaian Frekuensi Rute
Menurut Indra, ada penyesuaian pola penerbangan. Rute dengan frekuensi tiga kali seminggu akan dikurangi menjadi dua kali. Sebaliknya, rute yang semula hanya sekali seminggu akan ditambah menjadi dua kali.
“Dengan pola itu, rata-rata seluruh rute akan diterbangi dua kali seminggu. Jadi meski subsidi menurun, pemerataan layanan tetap terjaga,” jelasnya.
Saat ini, Bandara Dabo melayani 11 rute perintis yang menghubungkan sejumlah daerah terpencil dan terluar di Kepulauan Riau.
Penyesuaian Harga Tiket
Selain subsidi, pemerintah juga memberlakukan kenaikan harga tiket sebesar 3–5 persen. Kebijakan ini, kata Indra, merupakan langkah nasional untuk mendorong keterlibatan operator swasta di pasar penerbangan perintis.
“Kenaikan harga ini sifatnya penyesuaian, dan diyakini tidak memberatkan masyarakat,” ucapnya.
Peluang Maskapai Baru
Lebih jauh, Bandara Dabo juga membuka peluang kerja sama dengan maskapai baru, Fly Jaya. Maskapai ini berencana menambah armada sejenis ATR 72 untuk membuka rute ke Dabo.
“Sudah ada koordinasi dengan beberapa kepala bandara lain untuk membuka peluang rute baru melalui Fly Jaya,” tutup Indra.
Penulis : DI
Editor : IZ

















