Ekspor Perikanan Kepri Kembali Bergeliat, Ansar Lepas Ekspor 7 Ton Kerapu

- Admin

Selasa, 16 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Ansar dan Wagub Nyanyang bersama para stakeholder dan pembudidaya saat melepas ekspor kerapu, Pulau Sirai, Bintan, Senin (15/9). Foto: INIKEPRI.COM/KepriProv

Gubernur Ansar dan Wagub Nyanyang bersama para stakeholder dan pembudidaya saat melepas ekspor kerapu, Pulau Sirai, Bintan, Senin (15/9). Foto: INIKEPRI.COM/KepriProv

INIKEPRI.COM – Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad melepas 7 ton ikan kerapu ekspor secara simbolis di Pulau Sirai, Kabupaten Bintan, Senin (15/9). Secara rinci, sebanyak 3,5 ton ikan kerapu tiger, cantang, dan lumpur dari Pulau Sirai akan diberangkatkan bersama 3,5 ton ikan kerapu dari Sedanau, Bunguran Barat, Natuna, sebagai pintu ekspor ke Hongkong, China.

Acara ini juga dihadiri secara virtual oleh Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Tornanda Syaifullah dan Direktur Tindakan Karantina Ikan Barantin Akhmad Al Faraby.

Hadir langsung di lokasi antara lain Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura, Kepala Balai Karantina Kepri Hasim, para pimpinan instansi vertikal, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kepri Said Sudrajad, para Kepala OPD Pemprov Kepri, serta Ketua DPD HNSI Kepri yang juga Pimpinan PT. Pelayaran Nasional Putri Ayu Jaya, Eko Prihananto.

Baca Juga :  Setelah 10 Tahun Menanti, Kini Warga Tiban Indah Bisa Menikmati Keberadaan Jalan yang Mulus

Pelepasan ini menjadi momentum penting karena menandai dimulainya kembali aktivitas ekspor komoditas perikanan Kepulauan Riau ke Hongkong yang sempat terhenti selama tujuh bulan terakhir. Hal ini sekaligus mendukung pencapaian target ekspor perikanan nasional.

Gubernur Ansar Ahmad menegaskan, potensi perikanan di Kepri sangat besar, baik dari sektor perikanan tangkap, perikanan budidaya, maupun pengolahan dan pemasaran hasil perikanan. Untuk menjaga keberlanjutannya, Pemprov Kepri telah menyiapkan kawasan konservasi perikanan budidaya seluas sekitar 2,9 juta hektare.

“Ketika dilaporkan kegiatan ekspornya mengalami gangguan beberapa waktu lalu, saya berdiskusi dan meminta bantuan Pak Wakil Gubernur untuk mendampingi DKP berkomunikasi dengan pemerintah pusat serta para pemangku kepentingan di daerah. Alhamdulillah dengan kolaborasi bersama Pemerintah Pusat melalui Kementerian dan Lembaga terkait, seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan, Badan Karantina Indonesia, Kementerian Luar Negeri, dan Kedutaan Besar kedua negara hari ini kita bersama-sama melepas ekspor ini,” ujar Ansar.

Baca Juga :  Gubernur Ansar Pimpin Goro di Pulau Penyengat dan Taman Gurindam 12

Gubernur menambahkan, akibat terhentinya ekspor selama tujuh bulan, terjadi kehilangan potensi pendapatan sekitar Rp3 miliar setiap bulan.

“Hari ini kita merasa bahagia dan bergembira karena ekspor kembali berjalan. Kita yakin ini akan memberikan kontribusi besar bagi devisa negara,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Tindakan Karantina Ikan Barantin, Akhmad Al Faraby, menyampaikan apresiasinya atas kerja keras seluruh pihak.

“Kembalinya ekspor ikan kerapu ini bukanlah sesuatu yang datang dengan mudah, melainkan hasil kerjasama, kerja keras, dan komitmen semua pihak, mulai dari pembudidaya, pelaku usaha, pemerintah daerah hingga pemerintah pusat. Badan Karantina Indonesia memastikan setiap komoditas perikanan yang diekspor sehat, berkualitas, dan memiliki daya tahan tinggi,” jelasnya.

Akhmad menegaskan, ikan kerapu merupakan salah satu komoditas unggulan asal Kepri dengan nilai ekonomi tinggi dan permintaan kuat di pasar internasional, yang memberi kontribusi signifikan bagi perekonomian daerah maupun nasional.

Baca Juga :  Groundbreaking Pabrik Hilirisasi Timah, Kepri Dapat Perhatian Khusus Pemerintah Pusat

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, Tornanda Syaifullah, dalam kesempatan yang sama mengungkapkan, pada tahun 2024 nilai ekspor perikanan Indonesia mencapai USD5,95 miliar, meningkat 5,7ri tahun sebelumnya.

“Capaian ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemasok utama produk perikanan dunia dengan pangsa pasar 3,2ri total impor dunia tahun 2024. Negara tujuan utama ekspor produk perikanan Indonesia antara lain Amerika Serikat, Tiongkok, ASEAN, Jepang, dan Uni Eropa,” jelasnya.

Lebih lanjut, Tornanda menyebutkan bahwa Kepulauan Riau menempati posisi kelima sebagai daerah pengekspor ikan kerapu terbesar di Indonesia, dengan nilai ekspor mencapai USD3,88 juta atau 8,54 persen pada tahun 2024.

Penulis : DI

Editor : IZ

Berita Terkait

Pemko Batam Perkuat Manajemen Talenta ASN, Amsakar: Penempatan Harus Berbasis Kompetensi
Tumbangkan STAIN Sultan Abdurrahman, Tim Voli Kemenag Batam Sabet Juara 1 dalam Final Dramatis
Dinilai Kebutuhan Mendasar, Ombudsman Kepri Minta Pasar Induk Jodoh Dibangun Kembali
11 Perusahaan Gelar Konsultasi Publik Pengelolaan Sedimentasi Laut di Bintan Pesisir
Musrenbang Kampung Pelita, Amsakar Tekankan Pentingnya Sinergi Pemerintah dan Masyarakat
Manajemen Talenta ASN Jadi Fondasi Reformasi Birokrasi Pemko Batam
LASQI Batam di Bawah Kepemimpinan Erlita Amsakar Perkuat Sinergi Internal
BP Batam Serahkan SK Pegawai Tetap, Dorong Penguatan SDM Unggul

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:08 WIB

Pemko Batam Perkuat Manajemen Talenta ASN, Amsakar: Penempatan Harus Berbasis Kompetensi

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:14 WIB

Tumbangkan STAIN Sultan Abdurrahman, Tim Voli Kemenag Batam Sabet Juara 1 dalam Final Dramatis

Selasa, 13 Januari 2026 - 11:16 WIB

Dinilai Kebutuhan Mendasar, Ombudsman Kepri Minta Pasar Induk Jodoh Dibangun Kembali

Selasa, 13 Januari 2026 - 07:29 WIB

11 Perusahaan Gelar Konsultasi Publik Pengelolaan Sedimentasi Laut di Bintan Pesisir

Selasa, 13 Januari 2026 - 07:27 WIB

Musrenbang Kampung Pelita, Amsakar Tekankan Pentingnya Sinergi Pemerintah dan Masyarakat

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB