INIKEPRI.COM – Sore ini, Jumat (19/9/2025), halaman Gereja HKBP Batam Center berubah menjadi ruang perjumpaan yang sarat makna. Jemaat, pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga masyarakat Batam berkumpul dalam sebuah misi sederhana namun besar: menanam pohon.
HKBP Distrik XX Kepulauan Riau (Kepri) bersama Keluarga Besar Banjarnahor se-Kota Batam bergandengan tangan untuk menghadirkan kembali harapan hijau di tanah Batam. Sebanyak 1.000 bibit ditanam dengan penuh kesungguhan, melanjutkan tradisi yang sebelumnya sudah mereka lakukan hingga total 2.000 pohon tumbuh di berbagai titik.
Praeses HKBP Distrik XX Kepri, Pdt. Henry Banuarea, S.Th., MM, menyampaikan pesan teologis yang mendalam.
“Menjaga kelestarian lingkungan hidup bukan hanya tanggung jawab sosial, tetapi tanggung jawab iman. Setiap pohon yang kita tanam adalah kesaksian kita kepada dunia, bahwa kasih Tuhan itu nyata. Kita menghidupkan kasih itu bagi sekitar kita. Inilah bentuk iman yang bekerja lewat perbuatan,” katanya.

Ia pun bersyukur atas dukungan pemerintah, baik Pemprov Kepri maupun Pemko Batam, yang ikut hadir dan memberi perhatian.
“Hari ini kita membuktikan, gereja dan pemerintah bisa berjalan bersama demi merawat ciptaan Tuhan. Sepulang dari kegiatan ini, marilah kita menjadi berkat, menjadi orang yang dikasihi Tuhan,” ucapnya penuh haru.
Ketua Umum Banjarnahor Batam, Ridon Marbun, tampil dengan suara lantang dan penuh semangat. Ia menekankan bahwa kegiatan menanam ini bukan sekadar rutinitas, melainkan persembahan bagi generasi mendatang.
“Ketika kita menanam pohon, kita menanam masa depan. Pohon ini mungkin tidak langsung kita nikmati, tetapi anak cucu kitalah yang akan merasakan teduhnya. Karena itu, kegiatan ini bukan hanya tentang lingkungan, melainkan warisan kasih. Kami ingin Banjarnahor hadir sebagai keluarga yang membawa kehidupan, bagi Batam, bagi Kepri, dan bagi bumi ini,” katanya.
Ia menambahkan, Banjarnahor Batam akan terus menjadikan kegiatan ini tradisi yang berkelanjutan.
“Kami sudah melakukan dua kali, artinya sudah ada 2.000 pohon yang tumbuh. Kami berharap, kerja sama dengan HKBP Distrik XX Kepri terus berlanjut, dan semakin luas jangkauannya. Alam ini indah, tetapi kita semua harus merawatnya,” ungkapnya.
Pesan yang sama disampaikan Gubernur Kepri Ansar Ahmad melalui Kepala DLHK Kepri, Hendri.
“Hari ini kita patut bersyukur, ada orang-orang baik yang rela menanam pohon untuk masa depan. Dunia sedang menghadapi tantangan besar akibat perubahan iklim. Cuaca semakin tak menentu. Karena itu tugas kita bersama untuk mencegah kerusakan lebih jauh. Ingatlah pepatah lama: siapa yang menanam akan menuai,” katanya.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST, perwakilan Pemko Batam Rudi Panjaitan (Kadis Kominfo), perwakilan BP Batam Jumaga Nadeak, jajaran Polresta Barelang, serta Dandim Batam.
Suasana menjadi semakin hangat ketika panitia menyerahkan ulos kepada tamu kehormatan.
Dalam tradisi Batak, ulos bukan sekadar kain, melainkan doa dan restu. Ia adalah simbol kasih, perlindungan, dan penghargaan yang mendalam. Ulos yang disematkan sore itu menjadi tanda bahwa kerja sama ini bukan hanya seremonial, melainkan ikatan kasih yang diberkati.
Acara ditutup dengan penanaman pohon secara simbolis. Satu per satu bibit ditancapkan ke tanah, tangan-tangan jemaat, pemerintah, dan masyarakat menyatu dalam satu gerakan.

Semua itu mengingatkan pada firman Tuhan dalam Kejadian 2:15:
“TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.”

Firman itu kini hidup kembali di Batam: manusia ditempatkan untuk memelihara bumi, bukan merusaknya. Dan 1.000 pohon yang ditanam hari itu menjadi saksi bahwa iman, kasih, dan kebersamaan bisa bertumbuh bersama seperti tunas yang baru menetas dari tanah.
Penulis : IZ

















