Wujudkan Batam Kota Bebas Banjir, Li Claudia: Ini Jadi Komitmen Bersama Pemko dan BP Batam

- Publisher

Senin, 29 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra meninjau ke salah titik lokasi di Kota Batam. Foto: INIKEPRI.COM/Media Center Batam

Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra meninjau ke salah titik lokasi di Kota Batam. Foto: INIKEPRI.COM/Media Center Batam

INIKEPRI.COM – Banjir menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi Kota Batam dalam beberapa tahun terakhir. Selain mengganggu aktivitas dan produktivitas masyarakat, banjir juga menimbulkan kerugian secara materil. Oleh karenanya, Pemerintah Kota Batam dan Badan Pengusahaan (BP) Batam menempatkan penanggulangan banjir sebagai program prioritas.

Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra mengatakan, bahwa Pemko dan BP Batam telah membentuk Tim Gabungan Penanggulangan Banjir. Menurutnya, ini merupakan komitmen untuk menyelesaikan persoalan banjir di Kota Batam.

Tim tersebut terdiri dari perangkat daerah teknis Pemko Batam, unsur BP Batam, serta dukungan aparat kewilayahan di tingkat kecamatan yang bekerja lintas sektor, melakukan pemetaan, serta menyiapkan langkah konkret yang menyasar kebutuhan jangka pendek sekaligus membangun fondasi jangka panjang.

BACA JUGA:  Li Claudia Chandra : Pertumbuhan Investasi Mesti Beri Dampak Kesejahteraan Bagi Masyarakat Batam

“Dua tahun lagi insya Allah bisa lebih baik. Tapi memang butuh kerja keras semua pihak. Semoga dengan sinergi yang baik antaraPemko Batam dengan BP Batam, serta melaksanakan langkah-langkah penanganan yang tepat, hal ini dapat mempercepat mengatasi permasalahan banjir di Kota Batam,”ujar Li Claudia, Minggu (28/9/2025).

Li Claudia memaparkan, bahwa penanganan banjir disusun dalam tiga tahap: jangka pendek, menengah, dan panjang. Menurutnya, banyak kawasan belum memiliki drainase. Sementara saluran yang ada terhambat dengan sedimentasi, ada pula daerah yang dibangun di dataran rendah, sehingga rawan menjadi genangan.

Dalam jangka pendeknya, Pemko dan BP Batam menormalisasi sungai serta saluran alami. Jangka menengah, pemerintah membangun saluran pembuangan baru ke laut di kawasan padat seperti Mondial dan Bengkong, serta memasang box culvert untuk memperlancar aliran.

BACA JUGA:  Ini Pesan Walikota untuk Petugas Upacara HUT ke-75 Kemerdekaan RI Kota Batam

Pada tahap jangka panjang, tahun 2026, direncanakan penggantian jembatan yang menyempitkan aliran air serta pembangunan kolam resapan berkonsep eco park.

“itu langka yang kami lakukan saat ini. selain melakukan normalisasi juga melakukan pemasangan box curvet yang berukuran besar agar dapat mengatasi saat debit tinggi. kami berharap selain ada keterlibatan pengusaha juga ada peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya pada saluran-saluran air,” ujarnya.

tahun 2025 ini, Pemko Batam menargetkan normalisasi drainase sepanjang 307,4 kilometer. Selain normalisasi sungai dan pembersihan saluran, Pemko Batam juga fokus pada pembangunan infrastruktur baru. Sebanyak 10 paket pembangunan dan peningkatan drainase prioritas sedang berjalan di sejumlah titik, mulai dari Batam Centre, Batu Selicin, hingga Sei Beduk.

BACA JUGA:  Mengutip Sebuah Hadist, Begini Status Putra Siregar

Tidak hanya itu, penanganan banjir juga akan diperkuat dengan pembangunan rumah pompa di Jodoh. Rumah pompa berkapasitas 1,5 meter kubik per detik ini akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung seperti pompa lumpur dan pintu air.

Melalui usulan APBD Perubahan 2025, Pemko Batam juga berencana menambah pekerjaan di lokasi strategis seperti Simpang Kepri Mall dan Baloi Permai. Li Claudia menegaskan, seluruh program ini dirancang untuk mengurangi risiko banjir dan memastikan keberlanjutan daya dukung sumber daya air di Batam.

“Kita, Pemko dan BP Batam berharap dukungan lintas sektor dapat mempercepat penyelesaian persoalan banjir. dengan begitu dalam dua tahun ke depan persoalan banjir berkurang dan aktivitas dan produktivitas masyarakat bisa lebih nyaman,” harapnya.

Penulis : RP

Editor : IZ

Berita Terkait

Kaveling Laut Batam Dikembalikan ke BP Batam, Amsakar Tegaskan Tata Ruang Terintegrasi
Soroti Konten TikTok @human.activity yang Dinilai Provokatif, Relawan ASLI Datangi Tim Siber Polda Kepri
Dinilai Lampaui Batas Kritik, Relawan ASLI Siapkan Laporan terhadap Akun TikTok @human.activity
Perkuat Kepedulian terhadap Sesama, BP Batam Gelar Donor Darah dalam Rangkaian Hari Bakti ke-55
Hari Santri Nasional 2026, Sekda Batam Dorong Santri Kuasai Teknologi
DPRD Batam Setujui Ranperda Pengelolaan Sampah, Fokus pada Sistem Terpadu
BP Batam Perkuat Kompetensi Pegawai melalui Pelatihan dan Sertifikasi K3
Kritik Boleh, Provokasi Jangan: Pesan Iman Sutiawan di Tengah Polemik Blackout

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:34 WIB

Kaveling Laut Batam Dikembalikan ke BP Batam, Amsakar Tegaskan Tata Ruang Terintegrasi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:40 WIB

Soroti Konten TikTok @human.activity yang Dinilai Provokatif, Relawan ASLI Datangi Tim Siber Polda Kepri

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:30 WIB

Dinilai Lampaui Batas Kritik, Relawan ASLI Siapkan Laporan terhadap Akun TikTok @human.activity

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Perkuat Kepedulian terhadap Sesama, BP Batam Gelar Donor Darah dalam Rangkaian Hari Bakti ke-55

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Hari Santri Nasional 2026, Sekda Batam Dorong Santri Kuasai Teknologi

Berita Terbaru