5 Kebiasaan Keuangan Sehat yang Bisa Dimulai Sebelum Usia 25

- Admin

Rabu, 22 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi. Foto: Istimewa

ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Usia 20-an adalah fase emas untuk membangun fondasi keuangan yang kuat. Di masa ini, kamu memiliki aset paling berharga: waktu.

Dengan memulai kebiasaan keuangan sehat sejak dini, kamu memberi diri sendiri kesempatan untuk mencapai kebebasan finansial lebih cepat.

Berikut lima kebiasaan keuangan yang wajib kamu mulai sebelum memasuki usia 25 tahun.

1. Membuat dan Mematuhi Anggaran Bulanan

Anggaran adalah peta jalan keuangan kamu. Tanpa anggaran, uang akan mengalir tanpa arah yang jelas, dan kamu akan kesulitan mencapai tujuan finansial.

Cara Membuat Anggaran Efektif:

Mulailah dengan mencatat seluruh pemasukan dan pengeluaran kamu selama satu bulan. Kategorikan pengeluaran menjadi kebutuhan (sewa, makan, transportasi) dan keinginan (hiburan, makan di luar, belanja online).

Gunakan metode 50/30/20 sebagai panduan:

  • 50% untuk kebutuhan,
  • 30% untuk keinginan,
  • 20% untuk tabungan dan investasi.

Di era digital, kamu bisa memanfaatkan aplikasi pengelola keuangan seperti Finansialku, Money Lover, atau spreadsheet sederhana untuk membantu melacak pengeluaran secara real-time.

Manfaat Jangka Panjang:
Dengan disiplin mengatur anggaran sejak muda, kamu akan lebih mudah mengidentifikasi kebocoran keuangan dan membuat keputusan pembelian yang bijak.

2. Membangun Dana Darurat Sejak Dini

Dana darurat adalah jaring pengaman keuangan yang melindungi kamu dari kejutan tak terduga seperti kehilangan pekerjaan, biaya medis mendadak, atau perbaikan kendaraan.

Baca Juga :  Hasil Riset: 83,1% Siswa Kangen Suasana Sekolah di Masa Pandemi

Berapa Besar Dana Darurat yang Ideal?

Tabel dana darurat. Foto: INIKEPRI.COM/Arumka VideosID

Jika kamu baru memulai karier, targetkan minimal 3 bulan pengeluaran terlebih dahulu.

Strategi Membangun Dana Darurat:

  • Sisihkan 10–15% dari gaji setiap bulan
  • Simpan dana di rekening terpisah yang mudah diakses namun tidak terlalu likuid agar tidak tergoda menariknya
  • Pilih tabungan dengan bunga kompetitif atau deposito jangka pendek

3. Mulai Berinvestasi, Meski dengan Nominal Kecil

Banyak anak muda menunda investasi karena merasa belum memiliki cukup uang. Padahal, nilai investasi bukan pada besarnya modal awal, melainkan pada waktu yang kamu miliki untuk memanfaatkan kekuatan bunga majemuk.

Contoh:
Orang A mulai investasi Rp 500 ribu/bulan di usia 22, sedangkan orang B mulai Rp 1 juta/bulan di usia 32. Dengan asumsi imbal hasil 10% per tahun, saat usia 55, dana A justru bisa lebih besar dari B.

Pilihan Investasi untuk Pemula:

  1. Reksa Dana: Bisa dimulai dari Rp10 ribu melalui platform digital.
  2. Saham atau ETF: Untuk yang lebih berani mengambil risiko dan ingin belajar lebih dalam.
  3. ORI/Sukuk: Risiko rendah karena diterbitkan pemerintah.
  4. Emas Digital: Bisa dimulai dari 0,1 gram untuk lindung nilai terhadap inflasi.

4. Mengelola dan Menghindari Utang Konsumtif

Tidak semua utang itu buruk. Utang produktif digunakan untuk hal yang menghasilkan nilai atau pendapatan (seperti modal usaha atau pendidikan). Sementara utang konsumtif digunakan untuk gaya hidup — seperti gadget terbaru, liburan mahal, atau belanja impulsif.

Baca Juga :  5 Zodiak Ini Diramalkan Sukses di 2021, Ada Zodiak Kamu?

Tips Mengelola Utang:

  1. Hindari cicilan melebihi 30% dari penghasilan bulanan
  2. Prioritaskan melunasi utang berbunga tinggi terlebih dahulu
  3. Jangan menambah utang baru sebelum yang lama lunas
  4. Pertimbangkan dengan matang sebelum mengajukan kredit

Waspadai Kartu Kredit dan Paylater:

Bunganya bisa mencapai 24–36% per tahun! Gunakan hanya jika kamu bisa melunasi penuh setiap bulan.

5. Meningkatkan Literasi Keuangan Secara Berkelanjutan

Keuangan adalah perjalanan belajar seumur hidup. Semakin kamu tahu, semakin baik keputusan finansial yang bisa kamu buat.

Cara Meningkatkan Literasi Keuangan:

  • Luangkan 15–30 menit setiap hari membaca tentang keuangan pribadi, investasi, atau bisnis.
  • Ikuti webinar dan workshop keuangan gratis.
  • Bergabung dengan komunitas finansial atau berdiskusi dengan orang yang lebih berpengalaman.
    Baca buku seperti: Rich Dad Poor Dad — Robert Kiyosaki, The Intelligent Investor — Benjamin Graham, Siapa Bilang Jadi Karyawan Nggak Bisa Kaya? — Safir Senduk

Mengapa Harus Dimulai Sebelum Usia 25?

Usia 20-an adalah waktu terbaik untuk bereksperimen dan mengambil risiko finansial yang lebih besar.

Kamu masih memiliki:

  1. Waktu untuk belajar dan gagal tanpa beban besar
  2. Kewajiban finansial ringan, karena belum banyak tanggungan
  3. Energi dan kreativitas tinggi untuk mengejar peluang tambahan
  4. Kekuatan compound interest, karena semakin awal kamu mulai, semakin besar hasilnya di masa depan
Baca Juga :  Membesarkan Anak Digital: Bersama Lawan Risiko, Bangun Literasi

Kesalahan keuangan di usia muda masih bisa diperbaiki. Tapi kebiasaan baik yang dimulai sekarang akan memberikan dividen seumur hidup.

Kesimpulan

Lima kebiasaan di atas adalah pondasi menuju masa depan finansial yang lebih cerah.

Keuangan sehat bukan soal penghasilan besar, tetapi soal kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Mulailah dari sekarang, dan future you akan berterima kasih karena keputusan bijak yang kamu buat hari ini.

FAQ (Frequently Asked Questions)

Q: Berapa persen gaji yang sebaiknya ditabung setiap bulan?
A: Idealnya minimal 20% dari penghasilan untuk tabungan dan investasi. Jika memungkinkan, tingkatkan hingga 30–40% seiring kenaikan penghasilan.

Q: Apakah saya harus melunasi semua utang sebelum mulai investasi?
A: Prioritaskan melunasi utang berbunga tinggi terlebih dahulu. Namun, untuk utang produktif berbunga rendah seperti KPR, kamu tetap bisa berinvestasi sambil menjaga cash flow.

Q: Bagaimana jika gaji saya pas-pasan, apakah masih bisa menerapkan kebiasaan ini?
A: Bisa! Mulailah dari nominal kecil tapi konsisten. Yang penting adalah membangun kebiasaan, bukan besarnya angka.

Q: Apakah dana darurat harus dalam bentuk tunai?
A: Sebaiknya dalam bentuk likuid seperti tabungan atau deposito jangka pendek, agar mudah dicairkan saat dibutuhkan.

Penulis : RP

Editor : IZ

Sumber Berita: Arumka VideosID

Berita Terkait

Ingin Bakar Lemak? Jalan Kaki Ternyata Bisa Lebih Unggul dari Lari
Viral di Media Sosial, Ini Filosofi di Balik Kutukan Platypus
Apple Siapkan Peningkatan Kamera dan Baterai untuk iPhone Air 2
Relate Banget! Ini Tanda-Tanda Halus Anda Mulai Menua
Indonesia Negara Pertama di Dunia Blokir Grok demi Lindungi Perempuan dan Anak
Inilah 4 Hormon Bahagia di Otak dan Cara Sederhana Memicunya
WhatsApp Hadirkan Fitur Baru di Obrolan Grup, Dari Tag Anggota hingga Pengingat Acara
Merasa Kehilangan Semangat? Coba 7 Langkah Ini untuk Pulih

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 07:47 WIB

Ingin Bakar Lemak? Jalan Kaki Ternyata Bisa Lebih Unggul dari Lari

Selasa, 13 Januari 2026 - 07:32 WIB

Viral di Media Sosial, Ini Filosofi di Balik Kutukan Platypus

Selasa, 13 Januari 2026 - 07:26 WIB

Apple Siapkan Peningkatan Kamera dan Baterai untuk iPhone Air 2

Senin, 12 Januari 2026 - 08:03 WIB

Relate Banget! Ini Tanda-Tanda Halus Anda Mulai Menua

Senin, 12 Januari 2026 - 07:53 WIB

Indonesia Negara Pertama di Dunia Blokir Grok demi Lindungi Perempuan dan Anak

Berita Terbaru