Buah dari Amanah dan Kerja Kolektif, DPRD Batam Raih Penghargaan Tribun Batam Awards 2025

- Admin

Senin, 27 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD Kota Batam, Muhammad Kamaluddin, memperlihatkan penghargaan Tribun Batam Awards 2025 yang diterima oleh DPRD Kota Batam sebagai Lembaga Paling Aspiratif, Responsif, Transparan, dan Informatif di Kota Batam Tahun 2025. Foto: INIKEPRI.COM

Ketua DPRD Kota Batam, Muhammad Kamaluddin, memperlihatkan penghargaan Tribun Batam Awards 2025 yang diterima oleh DPRD Kota Batam sebagai Lembaga Paling Aspiratif, Responsif, Transparan, dan Informatif di Kota Batam Tahun 2025. Foto: INIKEPRI.COM

INIKEPRI.COM – Satu lagi prestasi membanggakan diraih oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam.

Lembaga legislatif tersebut dinobatkan sebagai Lembaga Paling Aspiratif, Responsif, Transparan, dan Informatif Tahun 2025 dalam ajang Tribun Batam Awards 2025, sebuah penghargaan yang menilai kinerja lembaga publik berdasarkan dedikasi dan keterbukaannya terhadap masyarakat.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Pimpinan Perusahaan Tribun Batam, Nursomsi, kepada Ketua DPRD Kota Batam, Muhammad Kamaluddin, dalam acara yang digelar di Studio I Tribun Batam, Senin (27/10/2025).

Dalam pemberitaannya, Tribun Batam menilai DPRD Batam layak mendapatkan predikat tersebut karena dianggap konsisten dalam menampung aspirasi publik serta cepat dalam merespons berbagai persoalan warga.

“DPRD Batam menonjol dalam hal keterbukaan informasi, kecepatan respons terhadap keluhan publik, serta komitmen menjaga komunikasi yang sehat dengan masyarakat dan media,” tulis Tribun Batam dalam lamannya.

“Penghargaan Ini Cerminan Kepercayaan Publik”

Usai menerima penghargaan, Muhammad Kamaluddin berbincang dengan INIKEPRI.COM di ruang kerjanya. Senyumnya tenang, tutur katanya perlahan namun mantap.

Baginya, penghargaan ini bukan sekadar simbol keberhasilan, melainkan refleksi atas kepercayaan masyarakat yang harus terus dijaga.

Baca Juga :  Natalis Zega Resmi Laporkan Anggota DPRD Batam Mangihut Rajaguguk ke Polisi

“Saya bersyukur atas apresiasi ini. Tapi lebih dari itu, penghargaan ini adalah pengingat bahwa rakyat masih menaruh kepercayaan kepada lembaga ini. Dan tugas kami adalah memastikan kepercayaan itu tidak pudar,” ujarnya.

Kamaluddin menegaskan, DPRD Batam bukan hanya lembaga yang menjalankan fungsi legislasi dan pengawasan, tetapi juga rumah tempat masyarakat menyampaikan keluh kesahnya.

Ia mengibaratkan dewan sebagai jembatan antara suara rakyat dan kebijakan publik.

“Kami bekerja untuk menjembatani persoalan masyarakat agar tersampaikan dan ditindaklanjuti secara terbuka bersama pemerintah. Itulah hakikat lembaga perwakilan rakyat,” ucapnya.

Transparansi Bukan Sekadar Janji

Dalam wawancara tersebut, Kamaluddin menekankan bahwa transparansi dan akuntabilitas bukan sekadar slogan, tetapi prinsip kerja yang dijalankan setiap hari.

“Kami memastikan setiap kegiatan, rapat, hingga pembahasan kebijakan dapat diakses publik. Semua keputusan penting harus bisa dipertanggungjawabkan. Transparansi bukan beban, tapi keharusan,” katanya.

Ia juga menilai keterbukaan informasi menjadi fondasi penting untuk membangun kepercayaan publik. Dalam pandangannya, masyarakat tidak hanya butuh hasil, tapi juga proses yang bisa mereka lihat dan pahami.

“Kalau masyarakat tahu prosesnya, mereka akan lebih mudah memahami hasilnya. Keterbukaan itu menciptakan kepercayaan,” lanjutnya.

Baca Juga :  Anwar Anas 'Mengetuk Pintu Baja' Batamindo: Menuntut Keadilan dari Tepi Kawasan

Media dan Publik, Dua Sayap Demokrasi

Kamaluddin juga menyoroti peran media yang dinilainya sangat strategis dalam menjaga keseimbangan demokrasi. Menurutnya, media bukan sekadar penyampai berita, melainkan mitra yang membantu memperluas jangkauan komunikasi publik.

“Kami sangat terbantu oleh rekan-rekan media. Mereka adalah mitra kami dalam memastikan masyarakat tahu apa yang sedang dan telah kami kerjakan,” tuturnya.

Ia lalu menyitir pepatah Melayu yang mencerminkan filosofi tersebut:

“Bersuluh di dalam gelap, berteman di waktu terang. Media adalah suluh yang membantu kami melihat lebih jauh, bahkan ke sudut-sudut yang mungkin luput dari pandangan lembaga.”

Bagi Kamaluddin, hubungan DPRD dan media ibarat dua sayap dalam satu tubuh demokrasi. Satu sisi mengawal kebijakan, sisi lain memastikan kebenaran tetap terbuka untuk publik.

Kerja Kolektif, Bukan Pribadi

Politisi Partai NasDem itu menegaskan, penghargaan yang diterima DPRD Batam merupakan hasil kerja bersama seluruh anggota dewan.

“DPRD Batam itu bersifat kolektif-kolegial. Keberhasilan ini adalah hasil kerja seluruh anggota yang punya semangat sama untuk memperjuangkan aspirasi rakyat. Saya hanya kebetulan yang dipercaya menahkodai,” ungkapnya.

Baca Juga :  Aweng Kurniawan dan Malam yang Menyulam Tradisi

Kamaluddin mengapresiasi dedikasi rekan-rekan dewan yang tanpa lelah turun ke masyarakat, mendengar, dan membawa isu-isu penting ke meja rapat.

“Kalau saya lihat, semangat kawan-kawan luar biasa. Ada yang sampai malam menemui warga, ada yang rutin menggelar RDPU untuk menyerap aspirasi. Ini kerja yang tidak terlihat tapi sangat berharga,” ujarnya.

Melayu Sebagai Cermin Kepemimpinan

Menariknya, di sela-sela perbincangan, Kamaluddin beberapa kali menyinggung nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi pegangan moralnya dalam memimpin lembaga legislatif.

Menurutnya, falsafah Melayu memiliki kedalaman makna yang relevan dengan prinsip pemerintahan modern, terutama soal integritas dan empati.

“Dalam ajaran Melayu, pemimpin itu bukan yang paling tinggi, tapi yang paling menunduk. Seperti pepatah bilang, semakin berisi padi, semakin merunduk. Itulah yang selalu saya pegang,” ujarnya tenang.

Ia menambahkan, penghargaan yang diterima DPRD Batam bukan akhir perjalanan, melainkan awal untuk bekerja lebih baik lagi.

“Kami tidak ingin hanya dikenal karena penghargaan, tapi karena kehadiran kami dirasakan masyarakat. Karena pada akhirnya, yang diingat bukan apa yang kita capai, tapi apa yang kita berikan,” pungkasnya.

Penulis : IZ

Berita Terkait

Pemko Batam Perkuat Manajemen Talenta ASN, Amsakar: Penempatan Harus Berbasis Kompetensi
Tumbangkan STAIN Sultan Abdurrahman, Tim Voli Kemenag Batam Sabet Juara 1 dalam Final Dramatis
Dinilai Kebutuhan Mendasar, Ombudsman Kepri Minta Pasar Induk Jodoh Dibangun Kembali
Musrenbang Kampung Pelita, Amsakar Tekankan Pentingnya Sinergi Pemerintah dan Masyarakat
LASQI Batam di Bawah Kepemimpinan Erlita Amsakar Perkuat Sinergi Internal
BP Batam Serahkan SK Pegawai Tetap, Dorong Penguatan SDM Unggul
Amsakar Dorong Usulan Musrenbang yang Berdampak Langsung bagi Warga
Dapur SPPG di Kepri Bertambah, Dorong Percepatan Program MBG di Kawasan Pulau Terdepan

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:08 WIB

Pemko Batam Perkuat Manajemen Talenta ASN, Amsakar: Penempatan Harus Berbasis Kompetensi

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:14 WIB

Tumbangkan STAIN Sultan Abdurrahman, Tim Voli Kemenag Batam Sabet Juara 1 dalam Final Dramatis

Selasa, 13 Januari 2026 - 11:16 WIB

Dinilai Kebutuhan Mendasar, Ombudsman Kepri Minta Pasar Induk Jodoh Dibangun Kembali

Selasa, 13 Januari 2026 - 07:27 WIB

Musrenbang Kampung Pelita, Amsakar Tekankan Pentingnya Sinergi Pemerintah dan Masyarakat

Senin, 12 Januari 2026 - 21:10 WIB

LASQI Batam di Bawah Kepemimpinan Erlita Amsakar Perkuat Sinergi Internal

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB