Aweng Kurniawan dan Malam yang Menyulam Tradisi

- Publisher

Minggu, 18 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aweng Kurniawan duduk khidmat dalam barisan terdepan, mengenakan busana adat, menyimak tiap petikan dan tarian dengan mata teduh. Foto: INIKEPRI.COM

Aweng Kurniawan duduk khidmat dalam barisan terdepan, mengenakan busana adat, menyimak tiap petikan dan tarian dengan mata teduh. Foto: INIKEPRI.COM

INIKEPRI.COM — Angin malam menyusup lembut ke Pelataran Harbour Bay, membawa harum bunga kenangan dan gema irama warisan. Sabtu, 17 Mei 2025, langit Batam menjelma atap bagi sebuah perhelatan agung: Kenduri Seni Melayu ke-26. Di sanubari malam itu, budaya bukan hanya dipentaskan — ia dihidupkan, dirayakan, dan dimuliakan.

Di antara tamu kehormatan yang hadir, tampak sosok yang tak asing dalam denyut pembangunan Batam — Aweng Kurniawan, Wakil Ketua I DPRD Kota Batam. Dengan balutan busana adat Melayu berwarna putih mutiara, lengkap berkopiah hitam dan berkain sampin hitam bercorak emas, ia menghadiri undangan dari Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, sebagai bentuk penghormatan atas seni dan sejarah yang terus dijaga.

BACA JUGA:  Kenduri Seni Melayu 2025: Saat Batam Menyulam Warisan dalam Cahaya

Tepuk tangan menyambut tarian, syair, dan petikan alat musik tradisional Melayu seperti gambus, gendang panjang, dan akordion, menyatu dalam langgam yang tak hanya memanjakan telinga, tetapi juga mengetuk hati. Suara budaya berpadu dengan semangat generasi, membuat malam itu bukan sekadar pertunjukan — melainkan ziarah jiwa.

“Ini bukan sekadar acara seremonial. Kenduri ini adalah panggilan nurani—sebuah pengingat lembut bahwa kita adalah anak dari akar yang panjang,” ucap Aweng usai menyaksikan rangkaian pertunjukan seni.

BACA JUGA:  Silaturahmi dengan Tokoh Masyarakat, Aweng Kurniawan: Ini Bentuk Komitmen DPC Gerindra Batam

Legislator Partai Gerindra tersebut menambahkan bahwa DPRD Kota Batam mendukung penuh kegiatan budaya seperti ini, sebagai penjaga nadi kearifan lokal yang tak boleh pupus oleh deru modernitas.

Aweng Kurniawan berdiri di atas panggung bersama para tokoh pemerintahan dan budayawan — membingkai satu malam penuh makna dalam satu momen abadi. Foto: INIKEPRI.COM

“Budaya bukan perhiasan, melainkan pondasi. Dari zapin hingga syair, semuanya adalah batu bata yang menyusun rumah batin kita sebagai bangsa. Bila ini hilang, kita kehilangan arah,” lanjutnya dengan lirih namun pasti.

Kenduri yang digelar selama dua malam ini menghadirkan para seniman dari dalam dan luar negeri, menampilkan parade budaya Melayu dari berbagai penjuru. Panggung yang dihias megah menyatu dengan semangat rakyat yang memadati pelataran, memberi makna baru pada kata “perayaan”.

BACA JUGA:  Puisi Amsakar dan Gaung Melayu yang Menggema di Kenduri Seni Melayu ke-26

Di sela-sela cahaya lampu dan tawa yang hangat, suasana malam seolah bicara. Bahwa di tengah zaman yang berlari, ada yang tetap berdiri tegak — yakni cinta pada warisan. Kenduri ini bukan sekadar melestarikan, tapi menghidupkan kembali roh kebudayaan dengan cara yang tak lekang oleh waktu.

Kenduri Seni Melayu ke-26 bukan sekadar perayaan, tapi sebentuk syair yang ditulis bersama — oleh rakyat, oleh pemimpin, dan oleh para leluhur yang namanya hidup dalam setiap nyanyian.

Penulis : IZ

Berita Terkait

Serap Aspirasi Warga Hinterland, Amsakar Siapkan Solusi Air Bersih dan Pelabuhan Pulau Seraya
Perkuat Pelayanan Publik, BP Batam Siap Jalin Kolaborasi dengan Kantor Bahasa Kepri
Amsakar: Imam dan Mubalig Harus Jadi Penyampai Informasi yang Menyejukkan Masyarakat
Amsakar Ajak Investor Tiongkok Tanam Modal di Batam, Soroti Keunggulan FTZ dan Infrastruktur
Pelatihan Public Speaking HKG PKK 2026, Erlita Minta Kader Jadi Penyambung Informasi Pemerintah
Wakil Kepala Batam Dengar Aspirasi Masyarakat Rempang – Galang: Pastikan Pembangunan Sekolah Rakyat Berorientasi Pengembangan Masa Depan Pendidikan
BAZNAS Batam Himpun ZIS Rp21 Miliar Sepanjang 2025, Salurkan Rp21,039 Miliar kepada Mustahik
Warga Nongsa Apresiasi Program Kerakyatan Amsakar-Li Claudia, dari Seragam Gratis hingga Beasiswa

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:36 WIB

Serap Aspirasi Warga Hinterland, Amsakar Siapkan Solusi Air Bersih dan Pelabuhan Pulau Seraya

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:34 WIB

Perkuat Pelayanan Publik, BP Batam Siap Jalin Kolaborasi dengan Kantor Bahasa Kepri

Rabu, 22 Juli 2026 - 06:55 WIB

Amsakar: Imam dan Mubalig Harus Jadi Penyampai Informasi yang Menyejukkan Masyarakat

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:02 WIB

Pelatihan Public Speaking HKG PKK 2026, Erlita Minta Kader Jadi Penyambung Informasi Pemerintah

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:34 WIB

Wakil Kepala Batam Dengar Aspirasi Masyarakat Rempang – Galang: Pastikan Pembangunan Sekolah Rakyat Berorientasi Pengembangan Masa Depan Pendidikan

Berita Terbaru