INIKEPRI.COM – Siapa sangka, kebiasaan malas bergerak alias “mager” ternyata bisa berdampak serius bagi kesehatan, bahkan memperpendek usia harapan hidup.
⠀
Menurut dr. Erta Priadi Wirawija, Sp.JP, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari Klinik Kiera, tubuh manusia sejatinya diciptakan untuk aktif bergerak. Melalui akun Facebook-nya, ia menjelaskan empat alasan ilmiah mengapa terlalu sering duduk atau jarang beraktivitas fisik dapat menggerogoti kesehatan secara perlahan.
⠀
“Tubuh kita dibuat untuk bergerak. Kalau terlalu lama diam, semua sistem di dalamnya ikut melambat,” tulis dr. Erta.
1. Metabolisme tubuh melambat
Ketika terlalu banyak duduk, otot-otot besar tidak bekerja optimal. Akibatnya, pembakaran kalori menurun dan cadangan energi menumpuk menjadi lemak.
⠀
“Lama-kelamaan akan timbul obesitas. Ini bukan sekadar urusan bentuk tubuh, tapi pintu gerbang menuju penyakit serius seperti diabetes, hipertensi, dan jantung,” jelasnya.
⠀
Dengan kata lain, setiap kali kita memilih rebahan ketimbang berjalan kaki sebentar, sebenarnya kita sedang menabung risiko untuk masa depan.
2. Melemahkan jantung
Jantung ibarat mesin utama tubuh yang harus “dilatih” secara rutin. Tanpa aktivitas fisik, kekuatannya berkurang dan kemampuan memompa darah menjadi tidak efisien.
⠀
“Olahraga itu seperti charging untuk jantung. Kalau jarang bergerak, pembuluh darah mudah tersumbat, tekanan darah meningkat, dan risiko serangan jantung maupun stroke jadi lebih tinggi,” ungkap dr. Erta.
3. Mengganggu sirkulasi darah
Duduk terlalu lama juga memperlambat aliran darah ke kaki dan meningkatkan risiko deep vein thrombosis (pembekuan darah di vena dalam).
⠀
“Kalau gumpalan darah ini sampai ke paru-paru atau otak, akibatnya bisa fatal. Karena itu, berdirilah dan bergeraklah setiap satu jam sekali jika bekerja di depan layar komputer,” imbau dr. Erta.
4. Meningkatkan kadar gula darah
Saat tubuh bergerak, otot menggunakan gula sebagai sumber energi. Namun, jika otot jarang digunakan, gula akan tetap mengendap dalam darah dan memicu kenaikan kadar gula.
⠀
“Dari sinilah awal perjalanan menuju diabetes tipe 2. Penyakit ini bisa merusak ginjal, saraf, mata, dan jantung—mempercepat penuaan organ,” tulisnya.
⠀
Bergerak demi hidup lebih panjang
Dr. Erta menegaskan, mencegah risiko ini sebenarnya sederhana: bergeraklah secara rutin. Tidak perlu langsung olahraga berat, cukup mulai dengan berjalan kaki, peregangan ringan, atau bersepeda santai setiap hari.
⠀
“Tidak bergerak itu pilihan yang tampak sepele, tapi dampaknya bisa sangat mahal. Jadi, jangan tunggu sakit baru mulai aktif,” pesannya.
Penulis : RBP
Editor : IZ

















