INIKEPRI.COM – Tidur cukup memang penting, tetapi terlalu lama tidur atau sering bangun siang ternyata bisa membawa dampak buruk bagi kesehatan.
Kebiasaan yang tampak sepele ini disebut oversleeping, dan para ahli mengingatkan bahwa pola tidur seperti ini dapat mengacaukan ritme biologis tubuh serta meningkatkan risiko berbagai penyakit.
Menurut sejumlah penelitian, bangun siang secara rutin mengganggu ritme sirkadian — yaitu jam biologis tubuh yang mengatur siklus tidur-bangun, metabolisme, hormon, dan suhu tubuh. Saat ritme ini berantakan, tubuh kehilangan keseimbangan alami yang berujung pada berbagai gangguan kesehatan.
Gangguan Fisik: Dari Metabolisme hingga Jantung
Ritme tidur yang tidak teratur menyebabkan tubuh kesulitan mengatur waktu istirahat dan aktivitas. Akibatnya, muncul beberapa efek negatif:
Sulit tidur malam & cepat lelah
Tubuh yang “bingung” dengan jam biologis sering mengalami insomnia di malam hari dan rasa kantuk berlebih di siang hari, meski sudah tidur lama.
Masalah metabolisme
Orang yang sering bangun siang cenderung melewatkan sarapan, yang justru penting untuk menjaga kadar gula darah stabil. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko diabetes dan penyakit jantung.
Gangguan pencernaan & asam lambung
Waktu makan yang bergeser menyebabkan sistem pencernaan tidak bekerja optimal. Akibatnya, mudah muncul keluhan seperti perut kembung atau naiknya asam lambung.
Dampak Mental: Stres, Cemas, dan Mood Buruk
Kebiasaan bangun siang juga berpengaruh pada kesehatan mental.
Mood tidak stabil dan mudah stres
Pola tidur yang tidak teratur mengacaukan hormon serotonin — hormon yang mengatur suasana hati. Kurangnya paparan sinar matahari pagi membuat tubuh kekurangan “suntikan alami” energi positif.
Risiko depresi meningkat
Penelitian menunjukkan orang yang sering bangun siang lebih rentan mengalami perasaan lelah, tidak termotivasi, dan depresi ringan.
Paparan Sinar Matahari Pagi: Kunci Energi Tubuh
Salah satu efek yang sering diabaikan dari kebiasaan bangun siang adalah hilangnya kesempatan mendapat sinar matahari pagi. Padahal, sinar matahari pagi berperan penting dalam:
- Membantu tubuh memproduksi vitamin D alami
- Meningkatkan hormon serotonin (peningkat mood)
- Menjaga metabolisme tetap aktif sepanjang hari
Bangun Lebih Pagi, Hidup Lebih Sehat
Meski tidur yang cukup tetap penting (7–9 jam per malam), waktu bangun memiliki peran besar dalam menjaga kesehatan tubuh dan mental.
Ahli kesehatan merekomendasikan:
- Tidur dan bangun di jam yang sama setiap hari
- Dapatkan sinar matahari pagi minimal 15–20 menit
- Hindari tidur lagi setelah bangun
Hindari gadget 1 jam sebelum tidur
Dengan menjaga pola tidur yang konsisten, tubuh akan lebih segar, pikiran lebih fokus, dan kesehatan pun lebih terjaga dalam jangka panjang.
Penulis : DI
Editor : IZ

















