Langkah Tenang di Tengah Riuh Reposisi
INIKEPRI.COM – Pasca ditetapkannya Amsakar Achmad sebagai Ketua DPW Partai NasDem Kepulauan Riau, tensi politik internal di tubuh partai mulai meningkat. Kursi Ketua DPD NasDem Kota Batam kini menjadi perhatian, memunculkan sejumlah nama yang diprediksi akan bersaing.
Namun di antara deretan kandidat yang ramai diperbincangkan, nama Muhammad Nur mencuat dengan cara berbeda, tidak dengan manuver terbuka, melainkan lewat reputasi panjang dan rekam jejak yang dalam di tubuh partai. Ia disebut sebagai “kuda hitam” yang memahami arah, ritme, dan kultur NasDem Batam lebih dari kebanyakan.
Orang Lama yang Mengerti Arah Partai
Bagi kalangan internal, Muhammad Nur bukan sosok baru. Ia termasuk generasi awal NasDem di Batam, bahkan sejak partai ini masih berbentuk organisasi masyarakat (ormas). Saat NasDem bertransformasi menjadi partai politik, Nur menjadi salah satu figur sentral yang menyusun struktur dasar di tingkat kota.
Pada tahun 2011, ia dipercaya menjadi Sekretaris DPD NasDem Kota Batam pertama, sebuah amanah strategis yang menandai kepercayaan besar dari pusat terhadap kapasitasnya.
Sejak itu, Nur konsisten mengabdi di jalur organisasi, hingga tiga kali menjabat sebagai Ketua Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK). Posisi itu menempatkannya sebagai salah satu tokoh yang paling memahami anatomi internal partai. Mulai dari pengkaderan, pembinaan struktur, hingga pembentukan basis.
“Nur ini paham betul dinamika internal partai. Ia tumbuh bersama NasDem, dari masa ormas hingga menjadi kekuatan politik,” ujar salah seorang kader senior di Batam.
Ditempa Ideologi lewat Program Bela Negara NasDem
Salah satu fondasi penting dalam perjalanan politik Muhammad Nur adalah pendidikan ideologis melalui Program Bela Negara Partai NasDem, yang digagas langsung oleh Surya Paloh.
Program ini bukan sekadar pelatihan fisik, melainkan pembentukan karakter, nasionalisme, serta kesetiaan kader terhadap cita-cita partai, yakni: politik tanpa mahar dan gerakan perubahan.
Nur menjadi salah satu kader Batam yang menempuh program itu secara penuh. Ia memahami betul bahwa politik di NasDem tidak semata urusan jabatan, melainkan soal dedikasi dan nilai perjuangan. “Bela Negara itu bukan sekadar baris-berbaris, tapi belajar tentang ketahanan moral dan ideologi partai,” ungkapnya kepada INIKEPRI.COM, dalam salah satu kesempatan internal.
Nilai-nilai itu menjadi pondasi kuat yang membentuk sikapnya kini, disiplin, konsisten, dan tak mudah tergoda arus politik pragmatis.
Orang Dekat Amsakar dan Loyalis yang Teruji
Kedekatan Muhammad Nur dengan Amsakar Achmad bukan rahasia. Ia bukan sekadar pengurus partai, melainkan salah satu orang kepercayaan Amsakar dalam berbagai pergerakan politik.
Pada Pilkada Batam 2024, Nur dipercaya menjadi Koordinator Relawan ASLI (Amsakar–Li Claudia), barisan pendukung yang dikenal solid dan loyal. Di situ, Nur membuktikan kemampuannya mengelola struktur relawan hingga ke tingkat bawah.

Banyak pihak menilai, jika Amsakar membutuhkan sosok yang mampu menjaga kesinambungan dan stabilitas organisasi, Nur adalah figur yang paling mengerti “maunya” Amsakar. Sosoknya bisa memastikan partai tetap berjalan dalam garis dan ritme kepemimpinan yang terukur.
Mengintai Momentum, Menakar Arah
Kini, saat kursi Ketua DPD NasDem Kota Batam masih kosong secara definitif, nama Muhammad Nur perlahan tapi pasti mulai menjadi perbincangan serius.
Ia punya tiga modal besar: pengalaman struktural, ideologis yang kuat, dan kedekatan strategis dengan DPW.
Dalam situasi politik Batam yang dinamis, kehadirannya dianggap sebagai opsi ideal. Bukan untuk mengguncang, tapi untuk menjaga keseimbangan antara regenerasi dan kesinambungan.
Muhammad Nur mungkin tidak tampak seperti sosok yang agresif dalam pencitraan, tetapi dalam politik yang matang, diam kadang justru lebih keras dari teriakan.
Dan jika arus partai menghendaki stabilitas, Nur bisa menjadi pilihan yang tak banyak bicara tapi mampu bekerja. Kuda hitam itu, tampaknya mungkin saja, mulai mendekat ke garis finis.
Penulis : IZ

















