INIKEPRI.COM – Persidangan kasus kekerasan terhadap seorang asisten rumah tangga (ART) bernama Intan kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Batam.
Dalam persidangan, Kamis (13/11/2025) yang dipimpin majelis hakim Andi Bayu Mandala Putra Syadli sebagai ketua, terungkap perlakuan tidak manusiawi yang diterima Intan dari majikannya, Roslina.
Pemukulan dan Kekerasan Rutin yang Dialami Intan
Intan mengaku kerap dipukuli oleh Roslina maupun oleh saudara sepupunya, Merlin, yang juga bekerja di rumah tersebut.
“Saya dipukul terus sama Roslina. Saya hanya seorang pembantu dan di mata Roslina ternyata saya selalu salah. Tidak ada benar satupun kerjaan saya bagi Roslina,” ujar Intan.
Merlin mengakui pemukulan itu dilakukan atas perintah Roslina, di bawah ancaman jika menolak.
“Saya disuruh oleh Roslina untuk memukuli Intan. Saya diancam oleh Roslina kalau tidak mau memukul Intan maka diriku yang akan dipukul,” kata Merlin.
Ancaman Pembunuhan dan Penyiksaan Psikologis
Intan mengaku pernah disuap untuk bersujud agar tidak dipukuli, namun permohonannya diabaikan bahkan kepalanya dipijak. Selain itu, ia juga diancam akan dibunuh jika melawan majikannya.
“Kalau saya melawan Roslina nanti saya dibunuh. Dan kalau dikubur di rumah ini siapa yang mengetahui kamu mati,” ungkap Intan.
Dipaksa Memakan Kotoran Anjing dan Tidak Diberi Makan
Selain kekerasan fisik, Intan pernah dipaksa memakan kotoran anjing dan minum air dari toilet ketika lapar. Video penyiksaan ini ditunjukkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di persidangan, membuat Intan menangis dan bergetar karena trauma.
Petugas Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mendampingi Intan agar kesaksiannya tetap bisa digali meski trauma berat.
Dipaksa Menjadi Pelacur dan Pelecehan Seksual
JPU Aditya Syaummil Patria memaparkan bahwa Roslina juga pernah menyuruh Intan menjadi pelacur untuk membayar utang terdakwa, bahkan memukul bagian kemaluan Intan.
“Pakaian Intan dibuka dan terdakwa menyuruh Intan untuk menjadi pelacur supaya bisa membayarkan utang-utangnya kepada Roslina. Intan juga pernah dipukul kemaluannya oleh terdakwa,” jelas Aditya.
Reaksi Keluarga dan Ancaman Kontroversial Terdakwa
Usai persidangan, Roslina sempat mengeluarkan pernyataan yang menimbulkan kemarahan keluarga besar Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mendampingi Intan.
“Kami sangat marah karena sudah salah Roslina itu masih sombong lagi. Tadi Roslina setelah persidangan mengatakan kepada kami keluarga besar NTT bahwa bisa menyuap jaksa dan hakim,” ujar Adrian, salah seorang anggota keluarga.
Keluarga Intan berharap agar hukuman seberat-beratnya dijatuhkan kepada Roslina.
“Kami datang mencari keadilan dan kami berharap kepada hakim, jaksa supaya memberikan keadilan kepada Intan juga keluarga besar NTT di Kota Batam,” tambah Adrian.
Sorotan Publik
Kasus ini menjadi sorotan publik karena menyingkap praktik kekerasan dan pelecehan terhadap pekerja rumah tangga yang tidak manusiawi, sekaligus menegaskan pentingnya perlindungan hukum dan psikologis bagi korban.
Penulis : RP
Editor : IZ

















