Endipat Sentil Kinerja Komdigi, Tegaskan Kritik Bukan Ditujukan kepada Relawan

- Publisher

Selasa, 9 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi I DPR, Endipat Wijaya. Foto: INIKEPRI.COM

Anggota Komisi I DPR, Endipat Wijaya. Foto: INIKEPRI.COM

INIKEPRI.COM – Anggota Komisi I DPR RI, Endipat Wijaya, meluruskan polemik yang berkembang terkait pernyataannya mengenai penanganan bencana di Sumatera.

Endipat menegaskan bahwa kritiknya tidak pernah ditujukan kepada relawan maupun donatur yang bergerak membantu para korban.

Menurut Endipat, para relawan justru layak mendapatkan apresiasi setinggi-tingginya karena selalu menjadi pihak pertama yang bergerak cepat di lapangan. Ia menyebut mereka sebagai kelompok yang bekerja dengan ketulusan dan tanpa pamrih dalam situasi darurat.

BACA JUGA:  Di Tanjungpinang, Endipat Wijaya Hadirkan Makan Gratis bagi Mahasiswa Aceh–Sumut–Sumbar Terdampak Bencana di Secondchoice Cafe

“Para relawan patut dihormati. Mereka hadir dengan hati. Kritik saya bukan untuk mereka, tetapi untuk Komdigi dalam hal publikasi dan penyebaran informasi terkait langkah-langkah penanganan bencana yang dilakukan negara,” ujar Endipat dalam keterangan tertulis, Selasa (9/12/2025).

Endipat menilai kesalahpahaman publik di media sosial muncul karena ketimpangan informasi. Aksi relawan cepat viral, sementara kerja-kerja pemerintah jarang tersorot, meski negara telah mengerahkan anggaran triliunan rupiah, ribuan personel, logistik, hingga mendirikan posko evakuasi di wilayah terdampak.

BACA JUGA:  Bang Endipat Hadiahkan Ambulans untuk Dapil 3, Anwar Anas Pastikan Layanan 24 Jam untuk Warga

“Negara bekerja besar, tetapi tidak banyak diberitakan. Akibatnya, masyarakat hanya melihat apa yang viral, bukan apa yang sebenarnya dilakukan di lapangan. Di sinilah pentingnya komunikasi publik yang kuat,” tegasnya.

Ia meminta Komdigi meningkatkan intensitas publikasi untuk memastikan masyarakat mengetahui seluruh langkah yang ditempuh pemerintah sejak awal bencana. Transparansi informasi dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik dan memastikan tidak ada kesenjangan persepsi mengenai upaya negara.

BACA JUGA:  Endipat Desak Melanjutkan Penertiban Tambang, Pulau Citlim Mulai Disorot Pemerintah

Endipat juga menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki niat sedikit pun untuk mengecilkan peran relawan. Ia bahkan menyebut relawan sebagai “energi kemanusiaan bangsa” yang selalu hadir di garis depan setiap kali bencana terjadi.

“Relawan bekerja dengan hati, negara bekerja dengan kewajiban. Dua-duanya penting, dan tidak boleh dipertentangkan,” ujarnya.

BACA JUGA:  Endipat Apresiasi Presiden Prabowo Tertibkan IUP Bermasalah, Dorong Evaluasi Tambang di Kepri

Melalui klarifikasi ini, Endipat berharap fokus publik kembali diarahkan pada upaya bersama dalam membantu korban bencana, bukan pada kesalahpahaman yang dipicu potongan informasi di media sosial. Ia menekankan pentingnya menjaga solidaritas nasional agar penanganan bencana berjalan efektif dan tepat sasaran.

Penulis : IZ

Berita Terkait

Lansia Belum Punya Akta Kelahiran? Ini Syarat dan Cara Mengurusnya
242 Ribu Guru PPPK Paruh Waktu Dialihkan Jadi Penuh Waktu Mulai 1 Januari 2027
Awal Puasa Ramadan 2027 Diprediksi 8 Februari, Ini Perkiraan Pemerintah dan Muhammadiyah
Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Resmi Berganti Nama Menjadi KRI Sriwijaya pada 24 September
OTT ATR/BPN, KPK Amankan Rp106,3 Miliar dan Delapan Tersangka
Tak Perlu Bolak-balik Dukcapil, Pisah KK Kini Bisa Diajukan dari HP Lewat IKD
Pindah Domisili Kini Bisa dari Ponsel, Tak Perlu Lagi Surat Pengantar RT/RW
BGN Pangkas Anggaran Rp30 Triliun, MBG 2027 Tetap Disiapkan Rp232,5 Triliun

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 08:20 WIB

Lansia Belum Punya Akta Kelahiran? Ini Syarat dan Cara Mengurusnya

Rabu, 23 September 2026 - 08:22 WIB

242 Ribu Guru PPPK Paruh Waktu Dialihkan Jadi Penuh Waktu Mulai 1 Januari 2027

Senin, 21 September 2026 - 07:33 WIB

Awal Puasa Ramadan 2027 Diprediksi 8 Februari, Ini Perkiraan Pemerintah dan Muhammadiyah

Jumat, 18 September 2026 - 11:20 WIB

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Resmi Berganti Nama Menjadi KRI Sriwijaya pada 24 September

Rabu, 16 September 2026 - 10:00 WIB

OTT ATR/BPN, KPK Amankan Rp106,3 Miliar dan Delapan Tersangka

Berita Terbaru