INIKEPRI.COM – Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Lubukbaja yang digelar di Ballroom Hotel AP Premier, Selasa (27/1/2026) malam.
Forum ini menjadi ruang strategis bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi sekaligus menentukan arah prioritas pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Amsakar menegaskan Musrenbang memiliki peran krusial dalam proses perencanaan pembangunan Kota Batam. Seluruh usulan masyarakat, kata dia, menjadi dasar penyusunan program yang benar-benar dibutuhkan warga.
“Musrenbang adalah forum penting untuk menyerap aspirasi masyarakat. Dari sinilah kita menentukan skala prioritas pembangunan yang akan dijalankan pemerintah,” ujar Amsakar.
Ia juga mengapresiasi tingginya partisipasi warga Kecamatan Lubukbaja yang aktif menyampaikan saran dan gagasan konstruktif.
“Saya berbahagia melihat antusiasme masyarakat Lubukbaja. Masukan yang disampaikan sangat berarti bagi penyempurnaan kebijakan pembangunan kota,” katanya.
Amsakar menjelaskan, Musrenbang merupakan bagian dari sistem perencanaan pembangunan nasional yang dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, hingga kota. Seluruh usulan nantinya akan diselaraskan dengan Rencana Kerja Organisasi Perangkat Daerah (Renja OPD), hasil reses DPRD, serta pokok-pokok pikiran DPRD.
Pada kesempatan tersebut, Amsakar turut memaparkan capaian pembangunan Kota Batam selama 11 bulan kepemimpinannya bersama Li Claudia Chandra. Pertumbuhan ekonomi Batam tercatat mencapai 6,89 persen, menandakan penguatan ekonomi daerah yang terus berlanjut.
Di sektor investasi, realisasi penanaman modal melampaui target dengan capaian Rp69,9 triliun atau 115 persen dari target Rp60 triliun. Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batam meningkat menjadi 83,8, mencerminkan perbaikan di bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan.
“Capaian ini menunjukkan bahwa arah dan tata kelola pembangunan yang kita jalankan sudah berada di jalur yang benar,” tegas Amsakar.
Selain itu, angka kemiskinan di Batam berhasil ditekan dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen, yang turut mengantarkan Kota Batam meraih penghargaan nasional dalam kinerja pengentasan kemiskinan.
Melalui Musrenbang Kecamatan Lubukbaja, Pemerintah Kota Batam berharap seluruh aspirasi masyarakat dapat disaring secara objektif dan dijadikan dasar penetapan prioritas pembangunan, sehingga program yang dijalankan benar-benar berdampak langsung bagi kesejahteraan warga.
Penulis : DI
Editor : IZ

















