INIKEPRI.COM – Sorotan terhadap Candy Thai Massage tidak hanya berhenti pada aktivitas promosi digitalnya. Lokasi usaha yang disebut berada di Ruko Golden BCI, Blok A, Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong, justru memperbesar perhatian publik karena berdekatan dengan Masjid Cheng Ho Batam, salah satu ikon wisata religi di kota ini.
Masjid Cheng Ho dikenal sebagai ruang publik bernuansa religius, kerap dikunjungi wisatawan, keluarga, dan masyarakat lintas usia. Di kawasan inilah Candy Thai Massage beroperasi dan dari sinilah keluhan warga mulai bermunculan.
Warga Merasa Ruang Sosialnya Terganggu
Sejumlah warga sekitar mengaku tidak nyaman setelah mengetahui adanya promosi layanan pijat disertai handjob yang dilakukan secara terbuka oleh usaha yang beroperasi di lingkungan mereka.
Seorang warga menyampaikan kepada INIKEPRI.COM bahwa promosi tersebut menimbulkan keresahan.
“Kami ini tinggal dekat masjid, tempat wisata religi, banyak keluarga lalu-lalang. Tapi yang dipromosikan seperti itu, dan dilakukan terbuka di media sosial. Rasanya tidak pantas,” ujarnya, Selasa (10/2/2026).
Menurut warga, persoalannya bukan semata soal usaha pijat, melainkan jenis promosi dan cara penyampaiannya yang dinilai tidak mempertimbangkan lingkungan sekitar.
Ibu Rumah Tangga Kaget Konten Muncul di Beranda
Keluhan juga datang dari seorang ibu rumah tangga yang mengaku tak sengaja melihat siaran live TikTok Candy Thai Massage karena muncul di beranda akun pribadinya.
Ia mengaku tidak pernah mencari konten semacam itu.
“Saya sedang buka TikTok pada Sabtu (31/2/2026), tiba-tiba live itu muncul. Host menyebutkan paket dan harga layanan secara detail. Saya kaget, karena ini terbuka sekali. Apalagi saya tinggal di sekitar situ,” tuturnya kesal.
Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut membuatnya khawatir, mengingat anak-anak dan remaja juga menggunakan platform yang sama.
“Kalau saya saja bisa melihat tanpa mencari, apalagi anak-anak. Ini yang bikin kami resah,” katanya.
Keresahan yang Menumpuk
Warga menilai promosi terbuka di ruang digital, ditambah lokasi usaha yang dekat dengan kawasan religi, menciptakan ketegangan sosial di lingkungan sekitar. Mereka khawatir lingkungan yang selama ini dikenal sebagai ruang publik ramah keluarga perlahan tercoreng oleh aktivitas usaha yang dinilai sensitif.
Situasi ini memunculkan pertanyaan di kalangan masyarakat:
- Apakah izin usaha yang dimiliki sesuai dengan layanan yang dipromosikan?
- Bagaimana pengawasan pemerintah daerah terhadap promosi usaha di media sosial?
- Siapa yang bertanggung jawab jika konten tersebut berdampak sosial?
Menanti Jawaban dan Tindakan
Hingga kini, warga mengaku belum mendapatkan penjelasan resmi dari pihak Candy Thai Massage terkait keluhan lingkungan maupun aktivitas promosi digital yang dilakukan.
Sebagai bagian dari prinsip keberimbangan dan kode etik jurnalistik, redaksi INIKEPRI.COM tengah menyiapkan permintaan klarifikasi resmi kepada manajemen Candy Thai Massage terkait:
Jenis layanan yang ditawarkan
Struktur harga dan paket
Aktivitas promosi di media sosial
Legalitas dan perizinan usaha
Artikel lanjutan akan memuat tanggapan resmi manajemen serta respons pihak terkait setelah proses konfirmasi dilakukan.
Redaksi menegaskan, laporan ini disusun berdasarkan laporan masyarakat dan penelusuran konten promosi digital yang dapat diakses publik, dan tidak dimaksudkan untuk menghakimi, melainkan membuka ruang klarifikasi dan pengawasan publik.
Penulis : IZ

















