Bikin Resah! “Rayap Besi” Kini Masuk Hinterland, Pagar Jembatan Pulau Mongkol Lenyap Tanpa Jejak dalam Semalam

- Publisher

Jumat, 3 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Belasan pipa jembatan Pulau Mongkol digondol Rayap Besi. Foto: INIKEPRI.COM

Belasan pipa jembatan Pulau Mongkol digondol Rayap Besi. Foto: INIKEPRI.COM

INIKEPRI.COM – Fenomena “rayap besi” yang selama ini identik dengan kawasan perkotaan Batam kini menunjukkan pola baru yang lebih mengkhawatirkan. Aksi pencurian material logam itu mulai merambah wilayah hinterland, menyasar fasilitas publik hingga ke pulau-pulau yang selama ini relatif tenang.

Peristiwa terbaru terjadi di Pulau Mongkol, Kelurahan Pemping, Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam, Rabu (1/4/2026). Belasan batang pipa besi yang berfungsi sebagai pagar pengaman jembatan dilaporkan hilang diduga dicuri oleh pihak tak bertanggung jawab.

Kejadian ini sontak mengejutkan warga. Pasalnya, infrastruktur tersebut bukan hanya bernilai material, tetapi juga memiliki fungsi vital sebagai pengaman bagi masyarakat yang melintas setiap hari.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pipa besi tersebut masih terlihat utuh pada sore hari sebelum kejadian. Namun, saat warga kembali beraktivitas keesokan paginya, seluruh bagian pagar jembatan itu sudah hilang tanpa jejak.

“Waktu sore masih ada, tidak ada tanda-tanda apa pun. Tapi pagi harinya sudah tidak ada sama sekali. Kami menduga kuat ini terjadi malam hari saat situasi sepi,” ujar Azrul Umar, warga setempat, Kamis (2/4/2026).

BACA JUGA:  Bahlil Tegaskan Tak Ada Perlakuan Khusus untuk Investor Rempang

Ia menilai, pelaku diduga sudah memantau kondisi lokasi sebelumnya dan memanfaatkan waktu ketika warga terlelap untuk melancarkan aksinya. Selain itu, proses pencabutan pipa besi dalam jumlah banyak juga mengindikasikan adanya perencanaan yang matang.

“Ini bukan pekerjaan satu orang. Kemungkinan ada beberapa pelaku dan sudah direncanakan. Karena untuk melepas belasan batang besi itu butuh waktu dan tenaga,” jelasnya.

Azrul menegaskan bahwa hilangnya pagar jembatan tersebut berpotensi membahayakan keselamatan warga, terutama anak-anak dan pengguna jalan pada malam hari.

“Kalau tidak segera diperbaiki, ini sangat berisiko. Jembatan tanpa pengaman bisa membahayakan siapa saja yang melintas,” tambahnya.

Kasus ini telah dilaporkan kepada pihak kepolisian, dalam hal ini Unit Reskrim Polsek Belakang Padang, dan kini tengah dalam proses penyelidikan lebih lanjut.

Di sisi lain, masyarakat setempat tidak tinggal diam. Aparat kelurahan, perangkat RT/RW, LPM, tokoh pemuda, hingga warga secara swadaya turut bergerak mengumpulkan informasi guna mengungkap pelaku di balik aksi tersebut.

BACA JUGA:  Hadir Malam Perayaan HUT Dewa Ng Hu Tua Ong Ya, Amsakar: Merajut Persatuan Melalui Keanekaragaman Budaya di Kota Batam

Azrul juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat luas, khususnya yang berada di wilayah Batam dan pulau-pulau sekitarnya, untuk ikut membantu memberikan informasi apabila mengetahui keberadaan pelaku maupun barang hasil curian.

“Kami sangat berharap dukungan semua pihak. Jika ada informasi sekecil apa pun, segera sampaikan kepada aparat atau perangkat setempat. Ini demi keamanan bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Nurdin, warga lainnya, menilai maraknya fenomena “rayap besi” di wilayah hinterland tidak bisa dilepaskan dari persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

Menurutnya, meningkatnya kasus penyalahgunaan narkoba serta kecanduan judi online menjadi salah satu faktor yang diduga memicu tindak kriminalitas, termasuk pencurian material besi.

“Kondisi ini harus kita lihat secara menyeluruh. Ada tekanan ekonomi, ada juga pengaruh narkoba dan judi online yang semakin marak. Ini bisa mendorong orang melakukan tindakan nekat,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya peran semua pihak, baik pemerintah, aparat penegak hukum, maupun masyarakat dalam mengatasi persoalan ini secara komprehensif.

BACA JUGA:  Prahara di Sayap Partai NasDem Kepri, Erlita Sari Digeser dari Ketua Garnita Malahayati

“Penegakan hukum memang penting, tapi pencegahan juga harus diperkuat. Edukasi dan pengawasan di lingkungan masyarakat tidak boleh diabaikan,” tambahnya.

Fenomena “rayap besi” sendiri merupakan istilah yang berkembang di tengah masyarakat untuk menggambarkan aksi pencurian logam, terutama besi, yang dilakukan secara berulang dan menyasar fasilitas umum. Dalam beberapa kasus, pelaku bahkan tidak segan merusak infrastruktur demi mengambil material yang memiliki nilai jual di pasar barang bekas.

Masuknya fenomena ini ke wilayah hinterland menjadi sinyal serius bahwa tingkat kerawanan tidak lagi terbatas di kawasan perkotaan.

Warga berharap aparat dapat bertindak cepat dan tegas dalam mengungkap kasus ini, sekaligus memperketat pengawasan terhadap fasilitas publik yang rentan menjadi sasaran pencurian.

Di tengah keterbatasan wilayah kepulauan, solidaritas masyarakat menjadi benteng utama dalam menjaga keamanan lingkungan. Harapan pun menguat, agar pelaku segera terungkap dan kejadian serupa tidak kembali terulang, sehingga rasa aman warga di pulau-pulau kecil tetap terjaga.

Penulis : IZ

Berita Terkait

Gekrafs Kepri: Tuduhan EO “Sarang Korupsi” Harus Berbasis Data, Bukan Opini
Amsakar Apresiasi Jajaran Polda Kepri Atas Pengungkapan Kasus Pencurian Fasilitas Umum
Penutupan Sementara Jl. Gajah Mada, BP Batam Lakukan Perbaikan Jalan Vista
Satu Tahun Kepemimpinan Amsakar – Li Claudia: PAD Meningkat, Ekonomi Batam Bangkit
Amsakar Pastikan Pelebaran Jembatan Bengkong, Solusi Atasi Macet
Polsek Batam Kota Klarifikasi Kasus Dugaan Penipuan Sertifikat, Tegaskan Proses Masih Berjalan
Menuju Kota Bersih, Batam Siapkan Skema Baru Pengelolaan Sampah Berbasis Zona
Amsakar Paparkan Strategi Tekan Pengangguran di Batam di Ajang Nasional: Ekonomi Tumbuh, Pengangguran Turun

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 22:39 WIB

Gekrafs Kepri: Tuduhan EO “Sarang Korupsi” Harus Berbasis Data, Bukan Opini

Jumat, 3 April 2026 - 10:33 WIB

Bikin Resah! “Rayap Besi” Kini Masuk Hinterland, Pagar Jembatan Pulau Mongkol Lenyap Tanpa Jejak dalam Semalam

Jumat, 3 April 2026 - 07:42 WIB

Amsakar Apresiasi Jajaran Polda Kepri Atas Pengungkapan Kasus Pencurian Fasilitas Umum

Kamis, 2 April 2026 - 12:42 WIB

Satu Tahun Kepemimpinan Amsakar – Li Claudia: PAD Meningkat, Ekonomi Batam Bangkit

Kamis, 2 April 2026 - 08:34 WIB

Amsakar Pastikan Pelebaran Jembatan Bengkong, Solusi Atasi Macet

Berita Terbaru