Tak Ber-KTP Batam, ODGJ hingga Pengemis Siap Dipulangkan ke Daerah Asal

- Publisher

Rabu, 8 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Pemerintah Kota Batam memperketat penanganan masalah sosial dengan menggencarkan razia terhadap warga terlantar, pengemis, hingga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Mereka yang tidak memiliki keterikatan kependudukan di Batam akan dipulangkan ke daerah asal.

Langkah ini dijalankan melalui kolaborasi antara Dinas Sosial Kota Batam dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), dengan fokus pada penelusuran identitas hingga pemulangan.

Kepala Dinas Sosial Batam, Zulkifli Aman, menegaskan bahwa kebijakan ini tidak hanya soal penertiban, tetapi juga bagian dari pengendalian pertumbuhan penduduk di kota industri tersebut.

“Yang datang ke Batam harus memiliki keterampilan yang jelas. Kalau tidak, ketika mereka telantar, itu akan menjadi persoalan sosial baru,” ujarnya saat meninjau shelter Dinsos di Sekupang, Senin (6/4/2026).

BACA JUGA:  INTENSE Education Fair 2025 di Politeknik Batam, Tawarkan Seabrek Beasiswa dan Kesempatan Kerja

Ia menambahkan, keberadaan identitas kependudukan menjadi hal penting, mengingat banyak program pemerintah diperuntukkan bagi warga yang memiliki KTP Batam.

Tim Reaksi Cepat Diterjunkan

Untuk mempercepat penanganan di lapangan, Dinsos Batam telah membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC). Tim ini secara rutin melakukan penjangkauan hingga enam kali dalam sebulan, menyasar titik-titik yang kerap menjadi lokasi berkumpulnya warga terlantar, pengemis, hingga manusia silver.

Petugas akan mengevakuasi mereka ke shelter untuk menjalani serangkaian proses, mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga asesmen sosial. Pemeriksaan medis dilakukan di fasilitas kesehatan guna memastikan kondisi mereka, sekaligus memberikan penanganan awal jika ditemukan gangguan kesehatan.

BACA JUGA:  Pemko dan BP Batam Bentuk Tim Khusus Tangani Banjir, Amsakar: Ini Masalah Serius dan Perlu Kolaborasi

Setelah itu, proses identifikasi dilakukan. Bagi yang tidak memiliki dokumen kependudukan, Dinsos akan berkoordinasi dengan Disdukcapil melalui perekaman sidik jari untuk menelusuri asal daerah.

“Jika sudah diketahui asalnya dan tidak memiliki keluarga di Batam, maka akan kami pulangkan,” tegas Zulkifli.

Libatkan Paguyuban Daerah

Selain pemulangan langsung, Dinsos juga melibatkan paguyuban daerah sebagai solusi alternatif. Warga terlantar yang masih memiliki keterkaitan dengan komunitas asal dapat diserahkan kepada paguyuban untuk penanganan lebih lanjut.

BACA JUGA:  Batam Bergerak! Amsakar–Li Claudia Instruksikan OPD Ngebut Tingkatkan PAD dan Realisasikan 15 Program Prioritas

Berdasarkan data Dinsos, sepanjang tahun lalu sebanyak 66 warga terlantar telah dipulangkan ke daerah asal. Sementara itu, penanganan terhadap ODGJ mencapai 99 orang, dengan sebagian dirujuk ke rumah sakit jiwa di Tanjung Uban untuk mendapatkan perawatan lanjutan.

Pada tahun 2026 ini, hingga saat ini tercatat sekitar 13 warga terlantar telah ditangani, serta belasan ODGJ yang juga telah mendapatkan penanganan serupa.

Pemerintah Kota Batam berharap langkah ini tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga mampu menekan dampak sosial akibat urbanisasi yang tidak terkendali, sekaligus menciptakan lingkungan kota yang lebih tertib dan manusiawi.

Penulis : RBP

Editor : IZ

Berita Terkait

Dana BGN Belum Cair, Program Makan Bergizi Gratis di Kepri Dihentikan Sementara
Dari Keterbatasan ke Harapan: Kisah Daniel dan Wujud Kepedulian Amsakar-Li Claudia
BP Batam Terima Audiensi Pengurus PMII, Bahas Isu Strategis Pembangunan Batam
PLN Batam Pastikan Tarif Listrik Belum Naik, Masyarakat Diminta Cek Informasi Resmi
Li Claudia Sambut Delegasi Pertahanan 19 Negara, Batam Tunjukkan Posisi Strategis di Kawasan
Cen Sui Lan Sambut Jamaah Haji Natuna di Asrama Haji Batam, Pemkab Siapkan Penyambutan di Ranai
Natuna Kembali Raih Opini WTP 2025, Cen Sui Lan: Hasil Kerja Keras Kita Bersama
Cuaca Batam 4 Juni 2026, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi Pagi hingga Dini Hari

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 17:00 WIB

Dana BGN Belum Cair, Program Makan Bergizi Gratis di Kepri Dihentikan Sementara

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:05 WIB

Dari Keterbatasan ke Harapan: Kisah Daniel dan Wujud Kepedulian Amsakar-Li Claudia

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:30 WIB

BP Batam Terima Audiensi Pengurus PMII, Bahas Isu Strategis Pembangunan Batam

Jumat, 5 Juni 2026 - 09:46 WIB

PLN Batam Pastikan Tarif Listrik Belum Naik, Masyarakat Diminta Cek Informasi Resmi

Kamis, 4 Juni 2026 - 07:29 WIB

Li Claudia Sambut Delegasi Pertahanan 19 Negara, Batam Tunjukkan Posisi Strategis di Kawasan

Berita Terbaru