INIKEPRI.COM – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menggenjot pembangunan infrastruktur pada tahun 2026 dengan mengalokasikan anggaran besar mencapai Rp362,5 miliar. Dana tersebut dikelola oleh Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPP) untuk membiayai sekitar 30 paket pekerjaan strategis yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.
Kepala Dinas PUPP Kepri, Rodi Yantari, dilansir dari laman RRI, Rabu (8/4/2026) menjelaskan, bahwa anggaran tersebut merupakan bagian dari total pinjaman daerah sebesar Rp400 miliar yang difokuskan pada belanja modal. Dari jumlah itu, sekitar Rp213,1 miliar dialokasikan khusus untuk program prioritas tahun anggaran 2026.
“Anggaran ini difokuskan pada tujuh program strategis dan puluhan paket pekerjaan yang menyasar sektor infrastruktur dasar dan pelayanan publik,” ujarnya.
Fokus Proyek Strategis
Dari puluhan proyek yang berjalan, terdapat tujuh paket strategis utama yang menjadi prioritas pemerintah. Proyek-proyek ini tersebar di sejumlah wilayah, seperti Tanjungpinang, Kabupaten Bintan, Karimun, Lingga, dan Natuna.
Beberapa proyek besar yang menjadi sorotan antara lain:
- Pembangunan Poliklinik Rawat Jalan RSUD Raja Ahmad Tabib dengan nilai total Rp110 miliar (multiyears)
- Pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat senilai Rp101 miliar (multiyears)
- Penataan lanjutan Kawasan Gurindam 12
- Peningkatan dan rekonstruksi sejumlah ruas jalan di Karimun, Bintan, dan Lingga
- Pembangunan Jembatan Sekunyam–Pian Tengah di Natuna
Khusus untuk proyek multiyears, pemerintah mengalokasikan sekitar Rp30,8 miliar pada 2026, sementara sisanya akan dilanjutkan pada 2027.

Sebaran 30 Paket Infrastruktur
Selain proyek strategis, terdapat sekitar 30 paket pekerjaan lain yang mencakup berbagai sektor, di antaranya:
Sektor Kesehatan & Fasilitas Publik:
- Rehabilitasi RSUD Raja Ahmad Tabib
- Pembangunan jaringan pipa dan fasilitas pendukung rumah sakit
- Renovasi gedung pemerintahan dan arsip daerah
Sektor Jalan dan Transportasi:
- Peningkatan Jalan Letung–Pelabuhan Letung di Anambas
- Rekonstruksi Jalan Toapaya–Tembeling di Bintan
- Peningkatan Jalan Simpang Tugu Nenas–Simpang Urung di Karimun
- Peningkatan Jalan pesisir dan akses kawasan strategis
Sektor Drainase dan Lingkungan:
- Pembangunan box culvert di Lingga dan Tanjungpinang
- Normalisasi sungai dan saluran utama di kawasan permukiman
- Rehabilitasi fasilitas lingkungan hidup
Sektor Keagamaan & Budaya:
- Rehabilitasi Masjid Nur Ilahi Dompak
- Penataan kawasan budaya Pulau Penyengat
Seluruh proyek ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Dorong Pertumbuhan dan Konektivitas
Rodi menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur menjadi salah satu kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan konektivitas yang lebih baik, distribusi barang dan jasa diharapkan semakin lancar.
“Tujuan akhirnya adalah meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata di seluruh wilayah Kepri,” jelasnya.
Dengan masifnya pembangunan ini, Pemprov Kepri berharap mampu mempercepat pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah kepulauan yang selama ini menghadapi tantangan aksesibilitas.
Penulis : IZ

















